Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Semakin Sulit


__ADS_3

Lich yang tidak bisa menyerap kekuatan Rafaela segera menghindar. Namun perisai Rafaela digunakan untuk menghentikan pergerakannya.


“Mau lari kemana?” ungkap Rafaela.


Sebuah rantai berwarna emas muncul di bawah Lich dan menghentikan pergerakannya. Lich tidak pernah ingat Rafaela punya kemampuan perisai seperti ini, ia segera mengaktifkan Mana Shield.


Sayatan pedang yang menjulang tinggi dari langit menghantamnya, Lich di terpental hingga menghancurkan gunung di belakangnya. Debu menghalangi pandangan semua orang, Lich berdiri dengan kekuatannya yang tersisa.


“Kenapa tidak bisa beregenerasi?” gumamnya pelan melihat tubuhnya terluka cukup parah.


Anehnya ketika tubuh Lich terluka, HPnya tidak berkurang sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa Lich tidak akan bisa mati sebelum HPnya turun sampai 0.


“Sangat bagus, Rafaela. Apa kau masih menganggap kekuatan suci bisa membunuhku?” tanya Lich yang berpura-pura sehat setelah menyingkirkan debu di sekitarnya.


Rafaela menggelengkan kepala. “Aku masih ingat semua seranganku di hilangkan dengan tangan kirimu, tapi apa kau tidak penasaran kenapa aku salalu bisa menembusnya?”


Benar saja, sebenarnya Rafaela telah meningkat di sepanjang kehidupannya. Pada kehidupan ketiganya, Rafaela punya pemahaman yang jauh melebihi dua kehidupan sebelumnya, jadi ia bisa memanfaatkan kekuatannya dengan baik.


Lich sadar posisinya tidak diuntungkan. Makanya dia membuat serangan licik untuk menjatuhkan musuhnya. Monster tiba-tiba muncul dari belakang dan menusuk Rafaela yang masih fokus menghadapi kakaknya.


Namun sebelum serangan monster mengenainya, Dual Secret Sword membelah monster penyerang menjadi dua. Blue tidak terlihat karena ia sedang mencari kesempatan seperti yang dilakukan Lich.


“Rafaela apa kau sudah lupa bagaimana caraku selalu menang darimu?”


“Aku tidak akan lupa bagaimana kalian mengeroyokku!” jawab Rafaela dengan nada kesal. Ia teringat masa-masa sulit ketika para monster menginjak-injak dirinya dan membunuhnya tanpa martabat sedikitpun.


Lich tersenyum dan menggerakan para monster menyerang Rafaela dengan jumlah. Tujuan para monster berpindah dari kota menjadi Rafaela yang ada di langit, para monster yang menggunakan senjata langsung melempar senjata mereka.


“Lindungi Rafaela!” teriak Adam memberikan perintah pada kelompoknya.


Bodan yang pertama kali bereaksi, ia segera berlari dan melompat. Kedua tangannya berwarna emas langsung dihantamkan ke tanah untuk menghancurkannya.


Pijakan para monster menjadi goyah dan senjata mereka tidak sampai mengenai Rafaela sudah jatuh. Riko memberikan efek pendukung untuk meningkatkan kekuatan rekan-rekannya.


“Guardian Guard!” teriak Salam sambil mengayunkan perisai miliknya. Cahaya berwarna kuning emas muncul, kali ini ia tidak menahan kekuatannya.


Pakaian yang awalnya berwarna putih dengan corak hitam berubah warna menjadi putih emas. Salam melepaskan segel pakaiannya, sehingga pertahanannya meningkat drastis.


Semau senjata yang akan menyerang Rafaela berbalik menyerangnya, Salam berusaha sekuat tenaga mempertahankan perisainya. Randi tidak diam saja, ia menyembuhkan Salam dan efek tambahan untuk meningkatkan pertahanannya.


Guardian Guard punya waktu aktivasi selama 25 detik, jadi Salam dan Randi akan menjadi tembok pertama dalam strategi penyerangan. Koko menjadi eksekutor monster yang mundur untuk menyembuhkan dirinya.


Tidak hanya cerdas, monster-monster yang dikendalikan Lich bisa mundur ketika mereka terluka parah. Kemudian ada tim penyembuh yang memberikan perawatan sesuai prosedur manusia pada umumnya.


Rafaela berdiri di langit tanpa menerima kerusakan sedikitpun, bahkan tidak ada senjata monster yang mencapai dirinya. “Apa kau pikir aku bodoh dan mengulangi kesalahan sebelumnya?” ungkapnya dengan senyum tipis.

__ADS_1


Lich mulai panik, tetapi kepribadiannya tiba-tiba berubah menjadi seorang psikopat. “Haha, akhirnya aku mengambil tubuhmu manusia!” teriak Lich yang tidak diketahui namanya.


“Siapa kau?” tanya Rafaela.


“Bocah, akhirnya setelah sekian lama kita ketemu!”


Rafeala hanya mengerutkan keningnya, ia sama sekali tidak mengingat sosok yang berbicara di dalam tubuh kakaknya.


“Aku Arthas, Lich King yang membunuh orang tua kalian!” lanjutnya.


“Tidak mungkin, kami sudah membunuhmu di Tartarus!” teriak Raja Hollow yang tidak percaya dengan perkataan musuhnya.


“Oh, ternyata Raja Hollow berhasil keluar dari Tartarus. Apa benar bayanganku sudah mati? Sungguh disayangkan. Kalian semua seperti membunuh semut yang bisa kubunuh kapan saja”


Arthas Sang Lich King yang sebenarnya, ternyata ia hidup di dalam jiwa kakak Rafaela selama dua kehidupan dan menuntun kakaknya ke jalan mayat hidup. Rafaela sekarang mengerti mengapa kakaknya tidak seperti sebelumnya yang selalu tersenyum padanya. Wajahnya yang tampan selalu menyihir banyak wanita dan Rafaela harus mengusir mereka satu persatu.


Rafeala menutup kedua matanya. “Aku sudah siap!” gumamnya pelan.


Blue berdiri di depannya. “Jangan lakukan tindakan bodoh, aku akan membereskannya, lihatlah sekitar!” katanya menghentikan Rafaela yang ingin menggunakan teknik terlarang dan mengorbankan dirinya seperti Tobias.


Anggota Fairy Dance sudah datang, Jesicca memimpin pasukan pembantu pertama. Kemudian di susul Leon yang menjadi pemimpin pasukan kedua, Amelia pasukan ketiga, Amir pasukan keempat, Brune dan Burhan menjadi pemimpin dan wakil kelompok ke lima. Saiful memimpin pasukan langit yang menggunakan perahu terbang, anggota yang dia pimpin lebih dari 100 ribu dengan 500 perahu terbang.


Baruna dan Buana menjadi pemimpin pasukan laut yang menggunakan perahu terbang edisi sultan. Batu Mana terletak di mana-mana, hal itu karena divisinya sangat kaya.


“Hei, bukankah musuh kita terlalu sedikit?” tanya Kana yang mengeluh karena semua pasukan utama Fairy Dance dipanggil untuk berperang.


“Menurutku juga begitu, apa yang sedang dipikirkan, Bos!” ucap Horizon yang mengkritik tindakan Blue.


“Bukankah sekarang pemimpin guild di anak kecil itu?” tanya Kana yang tidak tahu guild master yang baru.


“Apa peduli kita, selama bos mengatakan serang tinggal kita serang!” jawab Horizon yang sudah mulai bisa bercanda.


“Oh benar juga,” kata Kana yang membetulkan pernyataan Horizon.


Teh Party siap mengikuti Blue bukan Fairy Dance. Jadi mereka tidak ada hubungannya dengan pergantian guild master meskipun posisi Kana di Fairy Dance cukup tinggi.


Azzam dan Azzura juga muncul dengan pasukan kecil, mereka merupakan pemain baru tapi bisa mengejar ketertinggalan meskipun umurnya tidak muda. Keduanya adalah orang tua dari Mahira yang sedang memimpin pasukan pribadi miliknya.


“Lihatlah, anak kita menjadi begitu mempesona!” ungkap Azura sambil membentuk lengkungan di dadanya.


“Dia anakmu, jadi jangan meremehkan pertumbuhannya!” jawab Azzam yang sedikit khawatir dengan sikap tomboy anaknya.


Mahira memimpin pasukan kecil beranggotakan 25 orang, mereka semua tidak lemah, paling lemah diantaranya punya kekuatan setara Dewa tingkat puncak. Mahira sendiri ada di tingkat Maha Kuasa tingkat pemula. Bima juga tidak kalah mengerikan, ia membawa 15 orang yang kekuatannya setara Dewa Puncak dan dirinya sendiri Maha Kuasa tingkat pemula.


Dua pedang Fairy Dance Mahira dan Bima telah tumbuh dengan baik, Blue hanya bisa tersenyum ketika merasakan kehadiran mereka. “Apa kau lupa, Fairy Dance berdiri karena selalu mengandalkan kualitas dan jumlah?” tanya Blue pada Rafaela.

__ADS_1


“Aku paham, Tuan!”


“Lakukan tugasmu seperti biasa.” Blue memberikan perintah untuk Rafaela.


Blue sendiri langsung menarik Dual Secret Sword dan menerjang musuhnya tanpa peringatan. Arthas terkejut dengan pertumbuhan perang yang semakin tidak terkendali, ia segera memanggil para mayat hidup.


“Apa kau masih berpikir kita semut yang bisa di bunuh kapan saja?” tanya Blue memberikan intimidasi. Dia sudah sampai di depan Arthas dan mengayunkan Dual Secret Sword hingga menghantam tangan kanannya.


Arthas mengira struktur tubuhnya sangat kuat hingga bisa menghentikan semua serangan fisik musuh. Namun nyatanya tidak begitu, Blue punya teknik jiwa yang sangat misterius dan dapat melukai musuhnya apapun tekniknya.


Tangan kanan Arthas terluka, walaupun tidak keluar darah, rasa sakit masih dirasakan. Arthas segera melompat mundur untuk menyelamatkan dirinya, ia menggunakan monster untuk menjadi perisai hidup.


Sayangnya anggota Fairy Dance telah menghabisi semua monster dalam hitungan menit, Blue sendiri bisa fokus bertarung dengan musuhnya. Tiba-tiba tubuhnya memancarkan cahaya kuning keemasan, Rafaela memberikan efek tambahan.


Arthas sudah tidak punya masa depan, dengan kepungan anggota Fairy Dance ia hanya menunggu kematiannya. Namun sosok yang selalu mengganggu perang datang mengacaukan semuanya.


“Aktifkan formasi pengurung!” teriak Blue memberikan perintah pada para penyihir Fairy Dance. Sebuah dinding tak kasat mata mengutung, Arthas dan Agnologia yang baru saja turun dari langit.


“Hei, bukankah kau terlalu berlebihan. Aku hanya ingin menonton!” ungkap Agnologia.


“Jangan bercanda, pasti kau ingin menyelamatkan orang itu untuk kesenanganmu. Lihatlah ekspresimu yang tidak bisa bohong!” jawab Blue sambil melempar Dual Secret Sword ke udara. Kedua tangannya segera mengepal dan bersiap bertarung dengan Raja dari para Raja Naga. Agnologia.


“Apa kau pikir formasi lemah ini bisa menghentikanku?”


“Tentu saja tidak, tapi itu sudah cukup untuk mengulur waktumu.” Blue menunjuk ke arah utara. Naga Angin dengan muka kesal terbang dengan kecepatan penuh.


Tanpa pikir panjang ia menghancurkan formasi yang disusun sekutunya. “Hei naga sialan, sampai kapan kau berlari!” teriaknya.


Anggota Fairy Dance yang menyusun formasi langsung terpental dan memuntahkan seteguk darah. Salah satu penyusun formasi mengumpat, “Naga sialan, lain kali beri aba-aba!.”


Naga Angin tidak mendengar dan langsung menyerang Agnologia. Mulutnya menyemburkan energi angin yang menghancurkan setiap hutan yang dilalui hembusannya.


Agnologia tidak menghindar, ia menghentikan serangan naga angin dengan satu tangan kiri, sedangkan tangan kanan membawa tubuh Arthas untuk dijadikan budak kekacauan yang menyenangkan.


Melihat serangan Naga Angin gagal, Blue berlari ke arah musuh dan menggunakan tinjunya untuk memukul pipi Agnologia. Siapa yang mengira ternyata fisik Raja dari segala Raja Naga tidak bergerak sedikitpun setelah menerima serangan Blue.


Karena pukulannya tidak berefek, Dual Secret Sword langsung memotong tangannya yang membawa tubuh Arthas. Tidak dapat dipungkiri kulit Agnologia lebih keras dari sayatan Dual Secret Sword, hingga tidak meninggalkan bekas sedikitpun.


Blue segera mundur untuk menyusun rencana, tapi Agnologia tidak membiarkan itu terjadi. Dalam sekejap mata Agnologia muncul di depan Blue dan memukul wajah lawannya dengan tangan kanan.


Blue dikirim terbang beberapa ratus meter hingga ia menghantam batu besar dan pecah, seteguk darah segar keluar dari mulutnya.


“Kau masih terlalu lemah, jangan buat masalah dan biarkan aku membawanya dulu. Oh iya sampaikan salamku pada Odin nanti!”


Tepat setelah menyelesaikan kata-katanya, sebuah tombak raksasa muncul dari langit. Jesicca menggunakan keterampilan dewa miliknya dan menyerang Agnologia yang masih terbang di langit.

__ADS_1


__ADS_2