
Tangan Dewa yang digunakan jauh melebihi milik Cyclop, Blue bisa merasakan kepadatan kekuatannya. Ia sekarang mengerti mengapa Aldi selalu memintanya menggunakan teknik jiwa.
Jiwa sendiri lebih misterius daripada Kehampaan dan Kekacauan yang sudah diketahui semua orang.
Kemampuan yang paling misterius tapi sangat kuat. Inilah yang dibutuhkan Blue sekarang.
Berbarengan dengan tekadnya, teknik jiwa miliknya memakan semua kekuatan Kekacauan dan Kehampaan.
Tangan Dewa Blue mencekik Monster Kampe hingga kesakitan. Tidak mau kalah, Blue meremas tangan dewa dan hasilnya begitu mengejutkan.
Kepala Monster Kampe terputus dan ia mati dengan begitu mudah. Blue sendiri bingung mengapa ini bisa terjadi, bahkan Bee yang tercengang melihatnya.
"Haha, mudah!" kata Blue dengan suara lantang. Sebenarnya ia juga baru tahu kekuatan jiwa sebenarnya bisa memakan kekuatan lain dalam tubuhnya.
Artinya sekarang tujuannya sudah jelas, Blue harus fokus dengan satu kekuatan tanpa memperdulikan keuntungan energi lain.
Entah itu energi alam milik Saint Martha atau energi Kekacauan apalagi energi Kehampaan. Bukannya menyesal, Blue merasakan perasaan senang yang selama ini ia cari.
"Jadi ini yang dikatakan Shen San!"
Kekuatan jiwa memang terlihat lemah, tetapi ia bisa memakan apapun yang dilihatnya. Shen San sendiri pernah mengenal sosok pria bernama Shie yang tertawa terbahak-bahak ketika bertarung.
Meskipun darah terus bercucuran di tubuhnya, peredaran tekniknya terus berputar sendiri. Apapun yang dilihatnya akan dirubah menjadi energi. Jadi petarung itu bisa terus mengisi stamina dan energinya.
...[Selamat telah menyelesaikan misi rahasia Monster Kampe.]...
...[Gerbang menuju ke lantai 10 telah terbuka anda juga bisa memilih untuk keluar dari Tartarus.]...
Blue dihadapkan dua pilihan, ia merasa monster di lantai selanjutnya akan lebih mengerikan.
Sebelum memilih, Blue menoleh ke arah Dwi dan Eka. Keduanya telah menemukan orang tua yang selama ini diidam-idamkan.
"Pergilah," kata Cyclop.
"Jika aku bisa membebaskanmu dari segel Saint Martha, apa kamu ingin bergabung dengan kami?"
Blue bertanya dengan suara pelan dan sopan. Meskipun pelan, Cyclop mendengarnya dengan baik.
"Jangan terlalu sombong, meskipun kau jenius. Menghilangkan segel Saint Martha tidak bisa dilakukan."
Blue melirik pemberitahuan sistem, ia sebenarnya bisa menghapus segel Jantung Mana dengan mengorbankan 2 triliun energi kehidupan.
Namun menghapus segel Cyclop penuh dengan resiko, jika monster titan itu bisa mengalahkannya tanpa mana, bagaimana jika dia punya mana.
Cyclop menggelengkan kepala. "Aku akan melayanimu seumur hidup. Hitung-hitung mendampingi keturunanku."
"Itu masih kurang, bagaimana jika sumpah darah?"
Permintaan Blue terdengar sangat menuntut, Cyclop tahu itu hanya untuk menghiburnya. "Baiklah, aku akan melakukannya."
Darah keluar dari ujung jarinya, Cyclop mengucap sumpah darah setia pada Blue. Dia tidak ingin mengucap sumpah darah pada Fairy Dance.
Setelah memastikan sistem merekam semuanya, Blue langsung menekan tombol setuju di pemberitahuan sistemnya.
Cyclop memancarkan cahaya kuning, Segel Jantung Mana perlahan hilang dan kekuatan Cyclop kembali.
...[Selamat pemain Blue berhasil merekrut Titan Kuno.]...
Segudang pemberitahuan muncul, intinya dia mendapatkan banyak reputasi dan penambahan status.
Cyclop yang telah kembali ke masa jayanya tidak percaya dengan kejadian aneh ini. Dia tampak kegirangan dan mencoba mengalirkan mana dalam tubuhnya.
Wujudnya yang tampak seperti manusia suram berubah menjadi raksasa bermata satu.
"Yah, ini dia yang aku tunggu!"
__ADS_1
Blue hanya memandangi raksasa yang kegirangan hingga menghancurkan setiap tanah yang dipijaknya.
Melihatnya terlalu senang, Blue melambaikan tangan. "Hei, kapan kita berangkat!"
Cyclop yang sadar langsung merubah wujudnya menjadi manusia lagi. "Melihat dengan dua mata tidak terlalu buruk."
Padahal tidak ada yang tanya soal matanya, Blue saja tanya tentang keberangkatan mereka ke lantai 10.
"Okelah, berangkat sekarang." Blue memimpin perjalanan, ia lupa bahwa di setiap gerbang akan memisahkan keberadaan mereka.
Raul dan teman-temannya otomatis di tarik ke ruang penyimpanan. Mereka tidak bisa terlalu jauh dari Blue.
Sedangkan Eka, Dwi, dan Cyclop berpisah di tempat yang sangat jauh.
"Sial aku lupa!"
Akhir-akhir ini Blue terlalu santai dan melupakan detail penting, hal itu merupakan efek samping dari kekuatannya yang terlalu mendominasi. Dengan kemampuannya sekarang, semua pemain di seluruh dunia tidak bisa mengalahkannya.
Namun kebiasaan seperti itu akan menjerumuskannya pada masalah yang lebih besar. Bee keluar dari ruang penyimpanan dan langsung memukulnya.
"Apa kau sudah sadar!"
Bee sendiri sebenarnya juga lupa akan kejadian ini.
"Yaya..."
Blue melihat kanan dan kiri. Banyak pohon yang terbakar disekitarnya, batangnya tampak berwarna hitam. Anehnya daun pohon itu terus berkobar.
"Kita ada dimana?"
Untuk memastikan keadaan, Blue mencoba membuka peta sistem. Sayangnya peta sistem tidak dapat dilihat karena belum dijelajahi sama sekali.
Blue mencoba menggeser gelar miliknya, ia menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di Tartarus.
...[Pemain pertama Tartarus....
Kata memungkinkan sangat fleksibel, Blue tidak bisa mempercayai gelarnya. Dilantai sebelumnya juga belum terbuka sebelum Bee mengelilingi seluruh wilayah lantai 11.
"Gelar sampah apa ini!" umpatnya.
Blue sama sekali tidak bisa melihat peta dari sistem, padahal punya gelar yang sangat membantu.
Bee mendekatinya, tangan mungil seekor lebah gendut langsung menghantam kepala Blue. "Bodoh, bukannya sekarang kau sudah membuka petanya!"
Ternyata gelar itu bermaksud membuka peta dengan kata lain sistem bisa merekamnya. Artinya pemain lain tidak bisa membuka peta dan harus menghafal Tartarus secara manual.
Blue segera sadar dan menghela napas, ia memimpin jalan dan segera bergerak.
"Tidak ada untungnya menunda perjalanan, ayo bergerak!"
Bee tersenyum, ia kembali merasakan Blue yang dulu penuh perhitungan dan waspada pada setiap kemungkinan.
Semua familia di dalam ruang penyimpanan juga merasakannya. Tuannya kembali seperti dulu yang sangat hati-hati dalam melangkah.
Setelah beberapa saat berjalan, Blue berhenti. Ia melihat beberapa monster memakan sebuah bangkai seorang manusia.
"Hollow?"
Blue tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, monster golongan Hollow tidak punya pemimpin. Mereka bergerak sesuai nalurinya, jika ada daging maka mereka akan memakannya.
Lebih gilanya lagi, para monster Hollow tidak bisa mati tanpa air cuci yang diberikan Domain Dewa ketika event berlangsung.
Mereka tampak seperti zombie, tidak punya paru-paru ataupun jantung. Mereka hidup hanya untuk makan dan bertarung.
Sekuat apapun serangan yang diterimanya, para Hollow akan mengembalikan 70% serangan, lebih gilanya lagi mereka terus berkembang biak.
__ADS_1
Perkembangannya seperti Amoeba atau sering dikenal sebagai Amoba. Mereka berkembang biak dengan membelah diri.
Jika suatu wilayah sudah terkontaminasi oleh para Hollow, sudah dipastikan mereka harus melepaskan wilayah itu.
Bahkan air suci tidak bisa menghilangkan sel Hollow yang terus berkembang biak. Yang lebih mengejutkan lagi, mereka sangat pintar meniru kekuatan para pemain, itulah yang membuat event itu sangat susah.
Namun Blue teringat sosok pria yang berhasil menyelesaikan para monster Hollow, sosok itu adalah pengguna air yang membakar wilayahnya dengan bantuan naga api.
Artinya mereka lemah terhadap api, tapi Blue teringat sosok pemain bernama Flame yang membakar semua Hollow dengan kekuatannya. Hasilnya nihil, tidak hanya kehilangan wilayah kekuasaan, Flame juga kehilangan banyak level karena terus terbunuh.
Jantung Blue berdebar kencang, ini adalah efek samping dari kegilaannya. Namun teknik jiwa tiba-tiba aktif dan memakan perasaan berlebihan itu.
"Ini..."
Blue tampak tenang karena teknik jiwa terus menyelamatkannya setelah berfokus padanya. "Baiklah, ayo cari kelemahannya."
Jubah Raja Api digunakan, Pedang Besar di tarik dari ruang penyimpanan. Topeng Red Devil digunakan untuk memaksimalkan penampilannya.
"Ayo mulai membakar!"
Blue melompat kemudian terbang menggunakan teknik celah dimensi, tubuhnya diselimuti api dan pedangnya diayunkan.
Arah serangannya tentu saja mengarah pada Hollow. Karena Blue tahu mereka tidak bisa terbang, makanya menyerang dari langit adalah pilihan paling baik.
Api berkobar diujung pedangnya, sebuah sayatan pedang diselimuti api menghantam 3 Hollow yang sedang memakan mangsanya.
"Argh!" teriak Hollow yang terlihat kesakitan.
Mendengar teriaknya musuhnya, Blue bisa menyimpulkan bahwa serangannya efektif.
Tubuh 3 Hollow meleleh, tetapi setelah meleleh mereka bangun lagi dengan 6 tubuh baru. Semakin sering dibunuh, para Hollow akan bertambah banyak.
Setelah diperhatikan lebih detail, Blue melihat sebuah harapan. Ternyata para Hollow punya batas berkembang biak, mereka punya batasan 500 kali.
...[Hollow...
...Berkembang Biak : 340/500.]...
Memastikan teorinya lagi, Blue membakar 6 Golongan yang ada di tanah.
Teriakan kesakitan terdengar sekali lagi, mereka bangkit lagi dengan 12 tubuh. Mungkin para pemain akan segera menyerah setelah melihatnya.
Namun Mata Dewa adalah kunci kemenangan. Setelah ada 340 kali perkembangan, serangan api berhasil mengurangi nyawanya sebanyak 50 poin. Sekarang para Hollow di depannya hanya berkembang biak sebanyak 290.
Blue membunuhnya dengan serangan sihir atau pedang biasa. Ternyata benar, hanya bisa mengurangi 1 poin, sedangkan serangan celah dimensi bisa mengurangi 50 poin.
Keterampilan celah dimensi tidak menggunakan mana sedikitpun, jadi Blue bisa melepaskannya terus menerus. Namun masalah terletak pada stamina dan konsentrasi pemain itu sendiri.
Setelah menggunakannya sebanyak 5 kali, Blue merasa tangannya mati rasa. "Sial, ini lebih sulit dari yang aku kira!"
Meskipun masih di atas udara, Blue mulai tidak stabil. Stamina dan konsentrasinya mencapai titik kritis, untuk mengembalikannya harus menggunakan energi kehidupan atau meditasi.
Melihat energi kehidupan yang diperlukan untuk mengembalikan stamina, ia harus berpikir dua kali.
...[Gunakan 1 triliun energi kehidupan untuk menyembuhkan diri anda.]...
Di neraka Blue menggunakan kemampuan khusus seorang dewa. Jadi ia menyembuhkan stamina dan konsentrasinya terus menerus.
Namun setiap kali digunakan, energi kehidupan yang di konsumsi akan meningkat.
Tanpa peringatan yang jelas, Teknik Jiwa tiba-tiba aktif lagi dan menyembuhkan tubuhnya secara perlahan. Blue bisa merasakan keringat di tubuhnya mengering dan staminanya mulai kembali.
Meskipun belum secepat regenerasi tubuhnya di Domain Dewa, Teknik Jiwa ternyata memang sangat krusial.
Blue menggenggam pedangnya, ia sudah merasakan tangannya. "Baik, ayo mulai babak kedua!" teriaknya.
__ADS_1
Pedang besar yang diselimuti kobaran api terus berayun, Blue tersenyum manis 3 Hollow tersiksa.