
Keempat pangeran itu akan mewarisi tahta raja yang sudah mulai tua. Rumor mengatakan bahwa pangeran pertama adalah kandidat terkuat untuk memenangkan persaingan.
Blue tidak mudah percaya dengan rumor, ia mencoba mencari informasi melalui saluran bawah tanah.
Setiap kerajaan pasti mempunyai kekuatan bawah tanah, jadi Blue mengenakan topeng dan berkeliling kota. Informasi tentang makhluk hidup memang diblokir, tetapi informasi tempat masih terlihat jelas.
Setelah berkeliling seharian, Blue memutuskan untuk menginap. "Ini lebih susah dari yang aku bayangkan. Musuh tak terlihat dan perebutan kekuasaan yang sedang bergejolak."
Liem yang dulunya seorang raja iblis mengatakan pendapatannya. "Kutukan biasanya di sebarkan lewat media perantara, harusnya perantaranya adalah air."
Blue segera tersadar akan sesuatu. "Jadi tidak hanya ada satu Raja Iblis, tetapi dua atau bahkan lebih!"
"Mengapa anda bisa menyimpulkan seperti itu?" tanya Liem.
"Energi kutukan di batu iblis itu sedikit berbeda dengan pakaian tadi. Aku mulai bisa merasakannya setelah memurnikan kutukan." Blue mengeluarkan batu iblis yang sudah dimurnikan.
Liem mencoba menyentuh batu tersebut, matanya langsung di tutup. Tubuhnya terasa nyaman, energi aneh mulai masih masuk ke dalam wadah mana di dalam perutnya.
...[Liem telah berhasil menggabungkan energi iblis dengan energi dewa. Kerusakannya akan semakin ditingkatkan.]...
Blue tersenyum kecut melihat pria tampan di depannya langsung bisa memahami esensi batu iblis murni.
Batu Iblis Murni segera retak dan melebur menjadi debu. Liem segera sadar bahwa batu iblis ini sesuatu yang dibuat.
"Aku yakin batu iblis ini bukan dari alam. Energi yang aku rasakan sedikit berbeda dari biasanya, jika tebakanku benar mereka menggunakan manusia untuk membuatnya."
"Itu maksudku, energi di dalam batu dan toko pakaian tadi sedikit berbeda. Untuk sekarang kalian istirahat dulu, Yami dan Rafaela sudah ada di kamar sebelah. Mintalah bantuan mereka jika hal buruk terjadi."
Blue menggunakan Stealth untuk menyembunyikan wujudnya, ia mengenakan topeng setan untuk menyembunyikan identitasnya. Bajunya juga dirubah menjadi hitam, sehingga wujudnya tersamarkan.
Tujuan adalah kediaman pangeran kedua yang dicurigai sebagai pemuja iblis karena kekuatannya sangat kuat.
Sesampainya di depan kediaman pangeran kedua, Blue melihat seorang pria mengayunkan pedangnya dengan sepenuh hati. Matanya menatap tajam ke ujung pedang, napasnya diatur dan ayunan pedangnya terasa sangat stabil.
Blue tidak ingin mengganggunya, ia mencoba berputar dan menemukan sesuatu yang menarik. "Jadi mereka membuat pangeran kedua sebagai kambing hitam. Trik yang sangat luar biasa," gumam Blue pelan dari balik pohon.
Kelompok assassin segera menarik pedang dan menyerang pangeran kedua bersamaan. Setidaknya ada 7 pembunuh yang menginginkan nyawa pangeran kedua.
Blue mengerutkan kening ketika melihat sekelompok assassin mengurungkan niatnya untuk bertindak. Ia segera menyimpulkan bahwa bukan satu pihak yang menginginkan nyawa pangeran kedua.
Disisi lain, pangeran mengayunkan pedangnya sekuat tenaga. 7 pembunuh yang menyerangnya langsung terlempar.
"Jangan main-main denganku, gunakan pembunuh terkuat kalian jika ingin nyawaku!" seru pangeran kedua dengan suara lantang.
__ADS_1
7 pembunuh saling memandang, mereka menganggukkan kepala dan meledakkan diri bersamaan untuk membunuh pangeran.
Blue tidak membuat pergerakan karena ia masih menunggu kejutan lainnya. Sesuai dugaannya, pangeran kedua tidak mati.
"Sialan, aku akan membunuh kalian!" seru pangeran kedua yang terluka parah. Jika ada penyerang lain, sudah dipastikan ia akan mati.
Kelompok assassin lainnya muncul. Tidak seperti kelompok sebelumnya yang langsung menyerang, kali ini ketua kelompok membuka mulutnya.
"Pangeran kedua, kami mempunyai tugas untuk membunuhmu. Namun organisasi pembunuh kami juga menerima kekuatan seperti anda."
"Jangan mimpi, aku tidak akan bergabung dengan kelompok pengecut seperti kalian!"
"Sangat disayangkan, dengan umur anda yang baru 25 tahun, harusnya bisa menjadi pembunuh kelas atas."
Ketua assassin melangkahkan kakinya, pedangnya langsung berayun menargetkan leher Sang Pangeran. Namun pedangnya dihentikan oleh sebuah pedang dan sosok pria dengan topeng.
"Sepertinya ini sudah keterlaluan, aku tidak bisa membiarkan kalian membunuhnya!" ucap Blue dari balik topengnya.
Ketua assassin mengerutkan kening, ia segera menyuruh anak buahnya untuk menyerang. Sayangnya Blue punya kekuatan yang jauh di atas mereka, jadi 8 orang assassin bisa di lumpuhkan dalam beberapa detik.
"Tidak usah membuang waktu, aku bisa membunuhmu dengan sekali serang. Jadi apa yang akan kau lakukan?" tanya Blue.
Ketua assassin mundur beberapa langkah, ia tidak menjawab dan langsung kabur. Blue hanya tersenyum karena pedangnya sudah menunggunya.
Tepat ketika ketua assassin itu merasa aman dan menurunkan penjagaannya, pedang Blue menusuknya dari belakang.
"Sekarang kau terluka parah, segera minum ini. Orang tadi sudah ada yang mengurusnya." Blue menyodorkan ramuan penambah HP dan MP.
"Ini ramuan legendaris?"
"Hah, legendaris?"
"Iya aku yakin ini ramuan legendaris yang bisa menyembuhkan seluruh luka!" seru Pangeran Kedua dengan penuh semangat.
"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi disini!" kata Blue dengan suara tegas.
Nama pangeran kedua adalah Terry Nelson, penguasa pulau di bawah tanah adalah keluarga Nelson.
Terry memiliki 3 saudara laki-laki dan 1 perempuan. Adik perempuannya mati secara misterius dua tahun yang lalu, ada rumor yang mengatakan bahwa dirinya adalah pembunuhnya.
Namun Terry mengatakan dengan jelas bahwa bukan ia pembunuhnya. Banyak bukti yang mengarah padanya hingga tidak ada satupun 12 keluarga bangsawan yang mendukungnya.
Meskipun begitu, raja tidak menghukum Terry karena alasan kasih sayang. Anehnya ia menghukum adiknya yang keempat.
__ADS_1
Banyaknya musuh dalam selimut membuat raja terlalu banyak berpikir dan akhirnya jatuh sakit. Itulah alasan mengapa 4 pangeran memperebutkan kursi raja.
"Bukannya hanya 3, aku dengar pangeran keempat di penjara?" tanya Blue.
"Itu hanya rumor, aku pernah melihatnya berkeliling pasar dengan santai. Banyak orang tidak mengenali wajahnya, tetapi aku kakak yang mengurusnya sejak kecil pasti tahu."
Blue segera teringat sesuatu, ia langsung menghubungi Jessica.
"Jessica, awasi semua manusia ikan di Desa Koral. Terlebih lagi jika mereka dari pulau bawah tanah dan informasinya disembunyikan dewa keberuntungan."
"Memangnya apa yang terjadi, Bos?" tanya Jessica.
"Aku merasa pulau bawah tanah atau manusia ikan itu sedang mengirim mata-mata ke Desa Koral. Mungkin akan jadi bencana jika mereka membawa informasi penting."
"Apa aku perlu mengurung mereka?"
"Itu lebih baik, tetapi jangan bunuh mereka. Itu akan memancing banyak kecurigaan."
"Baik, Bos."
Blue merasa salah satu raja iblis di pulau ini sudah mengirim mata-matanya ke Desa Koral. Ia segera teringat resepsionis yang mengetahui datanya dari komputer.
Ekspresinya menjadi serius dan menyuruh Yami melindungi Liem melalui pesan sistem. Pasti mereka akan menjadi target utama setelah membawa informasi dari Desa Koral.
Batu Iblis dan Batu Energi di pulau bawah tanah sangat rendah kualitasnya. Bahkan ramuan penambah HP dan MP saja sangat jarang disini.
Bisa dikatakan Raja Iblis sudah memblokir semua informasi diluar kota bawah tanah. "Terry, sekarang fokus sembuhkan dirimu. Rekanku Blue akan datang menemui mu, mereka mempunyai misi untuk menyelamatkan pulau ini."
"Apa maksudmu?" teriak Terry Nelson yang tidak tahu apa yang terjadi dengan pulau ini.
Sebelum menjawabnya, Blue sudah menghilang dan kembali ke penginapan. "Masalah disini lebih rumit dari yang aku kira," kata Blue sambil duduk di kursi.
Liem mengungkapkan pemikirannya. "Mengapa kita tidak menyerangnya langsung dan mengalahkan Raja Iblis?"
Blue mengacungkan jari telunjuknya. "Pertama kita tidak tahu berapa banyak raja iblis yang berkompetisi memperebutkan pulau ini."
Dua jari diacungkan, tatapan Blue menjadi lebih serius. "Kedua, kita tidak punya informasi siapa lawan dan siapa kawan."
Tiga jari diacungkan. "Ketiga, aku merasa ini bukan sesuatu yang sederhana karena Dewa Keberuntungan meminta bantuan kita. Ah, lebih tepatnya melempar kita ke masalah rumit ini!"
Liem termenung dan memikirkan banyak kemungkinan, ternyata masih ada banyak celah dalam rencananya.
"Saya mengerti, Tuan."
__ADS_1
Kitty tidak peduli dengan rencana penyerangan atau apalah itu namanya. Ia hanya tidur dan siap bertarung jika tenaganya dibutuhkan.
Yami duduk bersila bermeditasi untuk memperkuat tenaga dalamnya, Rafaela juga duduk bersila untuk menenangkan pikirannya.