Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Hubungan


__ADS_3

Mendengar pernyataan Blue mata merah titan raksasa melebar. Tanpa peringatan ia langsung mengayunkan kepalan tinjunya ke arah Blue dan kelompoknya.


Eka dan Dwi keluar dari dunia buatan, keduanya punya tubuhnya cukup besar hingga bisa menangkis serangan lawan.


Dwi melompat kebelakang dan merapal sebuah mantra untuk melepaskan ikatan titan raksasa dari induknya. Namun sihirnya berhasil di patahan dengan sangat mudah, Dwi mundur beberapa langkah dan menyentuh dadanya.


Blue tidak tinggal diam, ia terbang dan langsung menebas cincin di tangan kanan monster raksasa. Yami bergerak ke tangan kiri untuk melakukan hal yang sama.


Liem mencoba menghalangi pandangan titan dengan bongkahan es yang diciptakan. Kitty juga menyerang mengunakan meteor es yang muncul dari langit-langit.


Semua kelompok melakukan perannya masing-masing, Raul dan Drakula juga bergerak ke belakang titan dalam wujud manusia.


Raul menggunakan tinju yang dilapisi petir untuk memberikan kerusakan. Sedangkan Drakula menciptakan sebuah gelombang aura berwarna merah darah.


Keduanya tampak serasi dengan kombinasi serangan yang bergantian. Ela dan Elvy memastikan semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada kesalahan. Keduanya lebih berpengalaman dibandingkan dengan Rafaela, tetapi kekuatan mereka sedikit dibawahnya.


Serangan terus menerus Blue dan Yami mengakibatkan dua gelang di tangan monster raksasa hancur. Sang monster tampak sangat marah dan mengayunkan tangannya tanpa tujuan yang jelas.


Blue dan semua rekannya melompat kebelakang. "Jangan panik, Naga Angin lakukan sesuatu jangan diam saja!" teriaknya dengan ekspresi sedikit marah.


Eka tidak bisa menerima serangan terus, pedang energi yang dia ciptakan terus hancur hanya dengan satu tamparan monster raksasa.


Disisi lain Naga Angin hanya menonton dan tidak melakukan apapun, ia masih belum terbiasa dengan serangan mendadak dan kombinasi yang kompleks.


"Mengapa lebah ini juga diam saja?" tanya Naga Angin.


Bee mengangkat tangan kananya, sebuah benang energi terlihat menancap di seluruh punggung rekannya. "Meskipun aku diam, skill pendukung milikku tidak bisa diremehkan.


...[Bee menambahkan semua status +20%.]...


Artinya hanya Naga Angin saja yang bengong tidak melakukan apapun. Blue menatapnya dengan ekspresi serius. "Bantu Eka membelokkan serangannya musuh!"


Naga Angin berubah wujud menjadi naga yang sangat besar. Namun kenyataan tidak seindah bayangan, wujud terbesar Naga Angin hanya setinggi 5 meter. Tinggi itu tidak lebih dari sepersepuluh dari monster raksasa. Bahkan Eka dan Dwi saja lebih besar darinya.


Harga diri Naga Angin mulai menciut, Blue tiba-tiba datang dan menungganginya. "Ayo terbang ke lehernya, aku akan mengincar kalungnya!" seru Blue menunjuk kalung berwarna emas.


Mata Naga Angin menyempit dan terbang dengan sekuat tenaga, ia bertekad akan membawa tuanya sampai tujuan apapun yang terjadi. Sayangnya tangan kanan monster raksasa menargetkan Naga Angin.


Blue sedikit melompat dan berteriak, "Gelombang Kejut!"


Benturan 20 sayatan pedang dan telapak tangan monster raksasa terjadi hingga menyebabkan ledakan besar. Yami yang muncul entah dari mana tiba-tiba mengayunkan pedangnya dan menghempaskan tangan monster.


Keseimbangan monster raksasa terganggu, Eka memanfaatkan situasi dan menggunakan ayunan pedangnya untuk menjatuhkan musuh.


Sayatan pedang super besar menghantam dada monster raksasa. Raul dan Drakula yang menyerang dari belakang langsung menghindar.


Kejutan lainnya datang lagi, Raul menciptakan sebuah dua sayap dari petir. Drakula tidak mau kalah, ia menciptakan sayap berwarna merah darah yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Blue menunjuk kalung monster. "Ayo cepat jangan menunda lagi!"


Monster raksasa terjatuh hingga membentur tanah, gelombang angin tercipta hingga memaksa semua orang harus mundur.


Ela menciptakan pelindung dari energi berwarna hijau transparan. Elvy hanya tak bergeming sedikitpun karena lingkaran berwarna biru transparan menghalau hembusan angin.


Naga Angin mendarat dengan kecepatan tinggi menuju kalung monster raksasa.


Emma yang tak muncul dari tadi ternyata sudah ada di pundak sang monster, pedangnya dengan cepat menebas kalungnya.


"Tunggu, Emma!" teriak Blue menghentikan putri iblis.


Sayangnya peringatan Blue sudah terlambat, sayatan pedang Emma berhasil membelah kalung monster.


"Haha, akhirnya ada wadah yang bisa aku tinggali!" seru suara yang ada di belakang singgasana monster titan.


Gumpalan asap hitam masuk ke dalam tubuh Emma dari kalung yang terbelah. Sosok manusia dengan tubuh kering dan baju lusuh keluar dari balik kursi monster raksasa.


"Kronos, dia tidak ada hubungannya dengan pertarungan kita." Blue mencoba menyelamatkan Emma yang sudah terkena kutukan paling mematikan dari raja kematian, Thanatos.


"Terus mengapa kau mencoba mengambil celana Raja Tanah milikku?"


"Emma adalah sosok yang penting. Lebih baik jangan mengganggunya atau kau akan menyesal!" teriak Blue yang tampak panik.


Manusia atau iblis tidak akan bisa melepaskan duru dari kutukan Thanatos. Blue sudah tahu bahwa Kronos bekerja sama dengan Dewa Kematian untuk mengabadikan jiwanya.


Blue mengangkat kedua tangannya. "Jangan berlebihan, dia hanyalah anak perempuan yang ingin membalaskan dendam keluarganya."


"Sangat bagus, aku akan membalaskan dendamnya dan mencari Athena sampai ke ujung dunia. Kemudian membunuh Satan!"


Kronos tertawa keras membayangkan rencananya akan berjalan mulus dengan tubuh Raja Iblis yang istimewa ini.


"Tidak, kau pasti salah. Emma hanya raja iblis biasa, jangan terlalu berlebihan."


"Memangnya aku bodoh, kau yang manusia biasa saja menginginkan tubuh Raja Iblis yang kau sebut Emma ini, Kan?"


Blue menggelengkan kepala. "Tidak, dia adalah anak asuhku. Jadi menyelamatkan nyawanya adalah tugas seorang guru."


"Bodoh, tidak ada namanya guru abadi di dunia ini!"


Kronos membayangkan ketika ia mengajari Athena gaya bertarung dan teknik pernapasan milik Titan. Bahkan ia juga mengajarkannya cara menciptakan jantung titan buatan supaya bisa sekuat mereka.


Namun Athena yang janji akan melindungi ras Titan malah hilang dan melupakan kesepakatan mereka. Kronos yang sakit hati di temui oleh Thanatos sang Dewa kematian.


Mereka membuat kesepakatan dan Thanatos membuat jiwa Kronos abadi selama tidak ada faktor yang memakannya. Blue adalah musuh alami teknik Dewa Kematian.


"Tidak, aku tahu keberadaan Athena. Dia dalam situasi yang sangat memprihatinkan sekarang. Bahkan Satan tidak akan bisa menemukannya."

__ADS_1


Blue mencoba mengulur waktu dan menyelamatkan Emma tanpa diketahui lawannya. Namun Kronos terus waspada dan tidak memberikan celah sedikitpun.


"Dimana wanita hina itu?"


"Ruang tanpa batas. Dia terkurung di sana karena keputusanmu mengangkatnya sebagai anak menjadi senjata makan tuan!"


Mencoba membelokkan fakta, Blue malah melemparkan semua kesalahan Kronos Sang Raja Titan. Padahal sebenarnya Athena tidak menyesal sama sekali di angkat sebagai anak, tapi penyesalannya adalah tidak bisa menepati janjinya.


Blue tidak mau mengungkapkan ini dulu, ia harus mencari celah.


"Karangan yang sangat bagus. Memangnya kau sidah pernah bertemu dengannya?"


Blue mengulurkan tangannya supaya Kronos menghentikan tindakannya selanjutnya. "Ya aku seorang pemain yang berhasil keluar dari sana. Sayangnya kekuatanku tidak cukup untuk menariknya keluar!"


Sebagai bukti Blue menunjukkan gaya bertarung Athena di akhir hidupnya. Sebuah gaya bertarung tombak dan perisai yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali Kronos dan Zeus.


"Darimana kau mempelajarinya?"


"Sudah aku bilang, Athena mengajariku secara pribadi. Jadi kita sebenarnya adalah murid dan guru secara tidak langsung."


Pernyataan Blue berhasil hingga Kronos melepaskan tangannya dari leher Emma. "Katakan padaku siapa yang bisa membuka gerbang ruang tanpa batas?"


"Mungkin kau tidak percaya, orang yang membuka gerbang ke ruang tanpa batas adalah Thanatos Sang Dewa Kematian."


Kronos tertawa keras. "Cerita karangan yang sangat bagus, terus kau ingin mengatakan bahwa Thanatos memanfaatkan jantung Raja Titan milikku?"


"Benar!"


"Apa kau tidak tahu, jantung Raja Titan tidak mudah di sempurnakan. Thanatos tidak akan bisa menyempurnakan jantung Raja Titan."


Blue menggelengkan kepala. "Pengetahuan mu tentang dunia ini terlalu rendah. Apa kau tahu ada Dewa maha kuasa yang menciptakan sistem dunia."


"Apa para Outer sudah bergerak?"


"Ya, Athena sering menyebutkan bahwa Outer adalah pencipta sistem Domain Dewa. Lihatlah!" kata Blue sambil melambaikan tangannya.


Energi kehidupan menyelimuti Emma, mata Kronos terbuka lebar. "Apa kamu seorang dewa?"


"Tidak, aku Demigod yang setingkat lagi menjadi dewa. Bisa dibilang aku setara dengan Athena."


"Haha, bagus. Aku akan menghajar para outer itu dengan tubuh raja iblis."


Tubuh Kronos membuka matanya dengan lebar hingga hampir keluar. Energi yang mempertahankan jiwanya mulai memudar berubah menjadi asap.


Energi kematian tersebar luas, Yami dan Liem saling memandang dan menyerap semuanya. Blue memanfaatkan situasi dan menancapkan Dual Secret Sword ke tanah.


Ketiganya menyerap energi kematian untuk dirubah menjadi kekuatannya. Sampai akhirnya Kronos membuat pergerakan.

__ADS_1


Sosok kering itu menggigit leher Emma dan memindahkan jiwanya. Bukannya panik, Blue malah tersenyum manis. "Kena kau!"


__ADS_2