
Sesampainya di rumah Sakit
Arunika dan Aksa berjalan menuju poli kandungan, karena sebelumnya Aksa sudah mendaftarkan Arunika untuk kontrol kehamilan ke dokter Ramzie.
" Siang bu Arunika " Perawat menyapa Arunika karena perawat sudah sangat hafal kepada Arunika
" Siang sus "
" Sudah daftar ya, silahkan duduk di periksa tekanan darahnya dulu bu "
" oh yaa.. "
Arunika duduk lalu diperiksa tekanan darahnya, nadi, suhu dan ditanya keluhan.
" Maaf bu, ada keluhan apa ? " tanya perawat
" hmm engga sih kalo sekarang, makan sudah mulai normal, mual muntah sudah tidak terlalu bahkan hampir hilang "
" Alhamdulillah ya bu, nafsu makan sudah kembali "
" Iya sus, Alhamdulillah "
" sudah bu, silahkan tunggu "
" iya sus, mari "
" Mari.. "
Arunika berjalan menyusul Aksa yang sudah duluan duduk di kursi tunggu. Mereka duduk sambil menunggu giliran
Hampir lebih dari 30 menit Aksa dan Arunika menunggu, ia mencoba untuk menanyakan kepada perawat.
" Mah, papa coba tanya perawat ya "
" hmm iya pah "
__ADS_1
Di stasion perawat Aksa berbarengan dengan salah satu suami dari pasien juga untuk menanyakan apakah praktek dokter Ramzie sudah dimulai atau belum.
" sus... "
" sus .. "
Aksa dan pria itu berbarengan, membuat mereka berdua menjadi saling tatap dan sedikit tertawa.
" Silahkan duluan " kata pria itu kepada Aksa
" Silahkan saja ... " Aksa kepada pria itu
Aksa dan pria itu masih sama-sama mengingat- ngingat sepertinya mereka berdua pernah bertemu.
" ada yang bisa saya bantu bapak-bapak ? " tanya perawat membuyarkan lamunan mereka berdua
" oh ya.. ehh itu sus, dokter ramzie sudah mulai belum ? "
" belum pak, sebentar lagi, mohon tunggu karena dokter Ramzie baru selesai menangani operasi Caesar "
" oh begitu, terimakasih " Aksa kepada perawat sambil melihat ke arah langit
" oh iyaa pak, saya pun juga sedang mengingat-ingat, saya Langit.. apa benar bapak, pak Aksa ? "
" tepat sekali.. apa kabar dokter Langit ? "
" Alhamdulillah kabar baik pak "
Pria tadi adalah Langit seorang dokter berprestasi, mereka sempat bertemu saat ada seminar kesehatan yang dilaksanakan di hotel Aksa.
" dokter Langit, saya pikir sedang praktek " Aksa bergurau
" tidak pak, saya sedang mengantarkan istri saya untuk periksa kehamilan "
" oh ya Alhamdulillah "
__ADS_1
" iya pak Alhamdulillah, bapak sendiri disini ? "
" sama saya juga mengantarkan istri saya untuk kontrol kehamilan anak kedua kami "
" Alhamdulillah pak "
" oya, sebetulnya saya ingin sekali banyak ngobrol dengan dokter Langit, saya berencana untuk membuka klinik perusahaan, saya harap dokter Langit bisa bergabung bersama kami "
" wahh.. selamat pak, terimakasih banyak atas tawarannya "
" oya ini kartu nama saya, nanti tolong kirim kan nomor ponsel dokter Langit ke saya ya " Aksa kepada Langit
" Siap pak.. "
" kalau sekarang praktek dimana ? " tanya Aksa
" saya praktek di rumah sakit ini Pak, di poli umum, hanya saja tadi setelah selesai saya pulang dulu untuk menjemput istri saya "
" oh seperti itu... yaa " Aksa manggut-manggut
Tidak lama Arunika menghampiri mereka berdua karena dari kejauhan Aksa dan Langit terlihat begitu Asyik ngobrol membuat Arunika penasaran.
" pah.. udah di panggil " Arunika menepuk pundak Aksa
" oh yaa.. keasyikan ngobrol sampai tidak terdengar, mah kenalkan ini dokter Langit, rekan papa "
" Arunika.. " Arunika mengulurkan tangan sambil tersenyum
" Langit bu "
" saya duluan yaa.. sudah dipanggil, jangan lupa nomor ponsel "
" Siap pak.. saya kirim "
Aksa berlalu meninggalkan Langit, menuju ruang periksa poli, disana sudah disambut oleh dokter Ramzie.
__ADS_1
🍭🍭🍭
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author ya.. 😘🥰