Dosenku Suamiku Season 2

Dosenku Suamiku Season 2
BAB 73


__ADS_3

Setelah 3 hari berada di rumah sakit akhirnya Arunika diperbolehkan untuk pulang ke rumah, berdasarkan hasil pemeriksaan baik Arunika maupun bayinya sehat tidak ada keluhan apapun.


Aksa yang selama 3 hari ini tidak pernah meninggalkan Arunika, ia meminta Gerry untuk menghandle perusahaan karena Aksa ingin menemani istrinya dan tidak ingin jauh dari anak keduanya.


Administrasi rumah sakit telah diselesaikan oleh Aksa, Arunika telah bersiap untuk pulang ke rumah, Sebelumnya ia pamit terlebih dahulu kepada para perawat yang sudah merawatnya selama ia melahirkan kemarin.


" Terimakasih ya sus, saya pamit ya semuanya " Arunika menyalami perawat yang datang ke ruangan Arunika untuk sekalian memberikan surat kontrol dan vitamin yang harus diminum selama di rumah


" Sama-sama Bu Nika, segera pulih ya.. ini surat kontrol nya dan ini vitaminnya " perawat menyodorkan plastik berisi obat dan surat kontrol.


" oh ya.. " Arunika mengambil plastik yang diberikan perawat itu


" Sehat-sehat ya adik bayi .. nanti kita ketemu lagi ya disaat kontrol nanti " perawat tersenyum ke arah bayi Arunika


" Iya suster.. terimakasih banyak "


Setelah pamit, Aksa dan Arunika berjalan keluar ruang perawatan kelas VVIP menuju parkiran mobil.


" Sayang.. kamu sudah kuat berjalan jauh ? padahal tadi minta diantar pakai kursi roda saja " tanya Aksa melirik istrinya.


" Kuat dong.. lagipula kan aku udah pulih, engga perlu pakai kursi roda juga, itu kan untuk orang sakit "


" oke " Aksa hanya tersenyum


Sesampainya di parkiran mobil, Arunika segera berjalan menuju mobil karena ia menggendong bayinya khawatir terkena panas sinar matahari.


Bayi Arunika mengernyitkan dahinya, ia merasakan ada cahaya silau mengenai wajahnya.


" Sayang... panas yaa... sebentar ya kita masuk mobil " Arunika sambil menutup wajah anak nya menggunakan ujung selimut.


" Kenapa ? " tanya Aksa


" Sepertinya silau jadi adik bayi tidak nyaman "


" Oh.. " Aksa segera membukakan pintu mobil, Arunika duduk disamping kursi kemudi, Aksa berpindah masuk duduk di kursi kemudi, melajukan mobilnya menuju rumah.


...****************...


Di rumah kedua orangtua Arunika dan kedua orangtua Aksa sudah menunggu, Aksa meminta kedua orangtuanya untuk menunggu saja di rumah.


Terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah Aksa, sudah dipastikan itu Aksa yang datang, Arsya yang sudah hafal suara mobil papa nya segera berlari menuju teras rumah.


" Arsya.. nak.. jangan lari nanti jatuh " Oma Arsya sedikit berteriak namun tidak Arsya hiraukan.


Arsya sudah menunggu Papa dan Mamanya di teras rumah. Aksa turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Arunika, membantu Arunika untuk berdiri dan berjalan ke dalam rumah.


" Papa.. " Arsya berteriak


" Sayang anak Papa.. sini Nak " Arsya langsung memeluk Papanya.

__ADS_1


" Pah.. yang digendong Mama adik bayi ? " tanya Arsya


" Iya sayang ini adik bayi, adik nya Arsya "


" Sayang.. anak Mama.. Mama kangen sama Arsya " Arunika mengecup pipi anak sulung nya.


" Mama kenapa engga gendong aku ? " Tanya Arsya polos


Semua tertawa mendengar ucapan Arsya.


" Sayang.. Mama kan sedang menggendong adik, nanti ya Mama gendong Arsya, tapi engga sekarang, karena Arsya sudah besar sudah berat juga, jadi Mama sekarang belum bisa gendong Arsya " Arunika dengan lembut


" hemm " Arsya menekukkan wajahnya.


" Kenapa sayang ? " Aksa melihat wajah anak sulungnya.


" Kan Arsya sedang digendong Papa kan, biarkan Mama menggendong adik bayi dulu, papa yang menggendong Arsya " Aksa menjelaskan namun sepertinya Arsya belum terlalu mengerti ia masih tetap ingin digendong oleh Mama nya


" Yasudah adik bayi biar oma saja yang gendong, jadi Kakak Arsya bisa digendong sama Mama, tapi.. sambil duduk ya.. ayo di dalam yu.. "


Wajah Arsya kembali berbinar, Arunika menyerahkan adik bayi ke oma nya, lalu ia duduk sambil menggendong Arsya, Aksa yang sedari tadi memperhatikan anak sulungnya, menjadi tertawa kecil.


" Mungkin Arsya kangen sama kamu " Aksa kepada Arunika


" Hmm.. iya pah "


Arsya memeluk erat Arunika


Arsya hanya mengangguk, ada perasaan getir dalam hati Arunika, Arsya memang terbilang masih kecil untuk memiliki adik, baru ditinggal beberapa hari di rumah sakit saja Arsya sudah seperti ini, tapi ia akan berusaha untuk selalu ada bagi kedua anaknya.


" Nik.. kamu tidak pegal hati-hati perutmu, tertekan oleh Arsya " Ibu mertua Nika mengingatkan


" Engga kok Mah, engga apa-apa lagipula perut Nika kan tidak apa-apa Mah.. hehehe "


" hmm.. iyaa.. ini adik bayi tidur, Mama tidurkan di kamar tadi ada Aksa juga dan ibu kamu yang menunggu di kamar, tadinya Mama mau mengambil Arsya, tapi Mama lihat Arsya tertidur di pangkuan kamu "


" iya mah.. engga apa-apa mungkin Arsya kangen "


" Iya Arsya kangen Mama nya " Ibu mertua Nika tersenyum kecil


Tidak lama Aksa menghampiri Arunika.


" Arsya tidur Mah "


" hmmm iyaa "


" Sini papa gendong, bawa ke kamar " Aksa mengambil alih Arsya lalu ia bawa ke kamar untuk ditidurkan


Arunika bangun dari duduknya, ia merasa sedikit lapar, karena sekarang ia menjadi ibu menyusui yang sedikit-sedikit pasti merasa lapar dan haus. Ia berjalan menuju meja makan, ia melihat makanan sudah tersaji di meja makan.

__ADS_1


" Siapa yang masak semua ini ? pasti ibu kalau engga Mama " Batin Arunika


" Nik... " Ibunya menghampiri Arunika sedikit mengangetkan dirinya.


" Eh.. Ibu "


" Kenapa ? kamu melamun masa ibu panggil langsung kaget " Ibu tertawa kecil


" Bu ini siapa yang masak ? disini kan engga ada bahan makanan bu, karena semenjak Nika di rumah sakit, Nika tidak belanja, Siti juga tidak Nika suruh untuk belanja, karena dia selama Nika dirumah Sakit menginap di rumah Mama sama Arsya "


" Ini tadi besan yang bawa, ibu juga bawa dari rumah "


" Oh.. Mama ? "


" Iya Nik.. ini Mama dan Ibu mu yang bawa dari rumah sebelum kesini Mama masak dulu, karena Mama fikir siapa yang akan masak disini, kamu kan di rumah sakit, Siti juga ikut di Mama menjaga Arsya kan, eh ternyata Ibu mu juga bawa makanan dari rumah, kita sehati ya besan " Ibu mertua Arunika tertawa kecil disusul oleh Ibu Arunika


" Makasih banyak yaa Mama, Ibu.. "


" Iya sama-sama, kamu sepertinya lapar, ayo makan, mana suamimu ? "


" Bareng-bareng dong.. Ayah dan Papa Mana ? makan bareng disini "


" Ayah sama papa mu seperti nya sedang dihalaman belakang biasa mereka sedang ngobrol, sebentar Mama panggil dulu "


Tidak lama Aksa turun menggendong anak kedunya.


" Loh.. bangun ? sini Ibu gendong, Nak Aksa ayo makan dulu "


" Iya bu, tapi sekalian saja bu bareng-bareng "


" Iyaa.. "


Papa dan Ayah Arunika menghampiri mereka yang sudah berkumpul di meja makan. Mereka makan bersama-sama.


" Oh ya.. Papa belum tahu nih nama nya jagoanmu yang kedua Sa "


" Hmm.. Iya Pah Aksa masih harus berdikusi dengan Nika perihal nama adiknya Arsya "


" Hmm .. jangan terlalu lama.. segera tetapkan nama anakmu yang kedua ya "


" Iya siap Pah "


Aksa sambil memikirkan kira-kira siapa ya nama adik dari Arsya ??


Buat pembaca semua.. yang mempunyai rekomendasi nama adik nya Arsya silahkan tulis dikolom komentar yaa.. bagi 1 orang yang beruntung rekomendasi namanya akan digunakan menjadi nama adik nya Arsya dan saya akan memberikan kenang-kenangan untuk pembaca yang beruntung itu..


Daannn... aku mau sekalian promo nih untuk yang menginginkan novel fisik karya aku bisa langsung chat aku atau mampir di sosial media aku ada di bio yaa..


Terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


🍭🍭🍭


Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author.. 😘🥰


__ADS_2