
Selang beberapa jam..
" Ayoo bu... semangat... " Perawat yang mendampingi Arunika terus memberikan semangat kepada Arunika.
30 menit yang lalu Aksa memanggil Dokter Ramzie karena istrinya sudah ingin meneran dan sudah tidak kuat lagi dengan kontraksi yang ada.
" Sayang .. kamu bisa pasti bisa.. ayo sayang .. " Aksa yang terus berbisik menyemangati istrinya sambil tidak lepas menggenggam tangan Arunika.
Ya Allah.. berilah kelancaran proses melahirkan istriku batin Aksa.
Setelah beberapa kali meneran akhirnya, bayi mungil berjenis kelamin laki-laki terlahir dari perjuangan seorang ibu bernama Arunika.
" Alhamdulillah... " Dokter Ramzie yang disusul oleh perawat yang mendampingi Arunika
Aksa yang daritadi tidak berani melihat jalan lahir anaknya, ia berada di depan wajah Arunika langsung membalikkan badannya.
" sudah lahir dok ? " tanya Aksa.
" Alhamdulillah pak Aksa, Ibu Nika, bayinya berjenis kelamin laki-laki ya.. "
" Alhamdulillah.. " Aksa memeluk tubuh istrinya yang terlihat sangat lelah.
" Pak Aksa .. mari ikut untuk mengadzankan bayinya " Perawat dari ruang bayi membawa bayi Aksa dan Arunika untuk diberikan perawatan.
" Sayang.. saya kesana dulu ya.. " Aksa kepada Arunika
__ADS_1
Arunika hanya mengangguk
" Bu Nika.. " Panggil dokter Ramzie
" Ya Dok "
" Oh oke.. jangan tidur yaa bu " Dokter Ramzie sedikit tertawa, karena dokter Ramzie mengingat saat Arunika melahirkan Arsya, setelah bayi lahir, dokter dan semua yang ada diruangan di buat panik karena Arunika tidak sadarkan diri, padahal ternyata ia hanya mengantuk karena kelelahan.
" iya Dok.. " Arunika pun tertawa kecil ia mengingat peristiwa 3 tahun lalu saat melahirkan Arsya.
" Kenapa bu ? " Tanya dokter Ramzie mendengar Arunika tertawa.
" Saya teringat saat melahirkan anak pertama saya dok, saya membuat panik semua orang "
" Saya pun masih ingat kejadian itu " Dokter Ramzie kembali tertawa.
Setelah Aksa mengadzankan anak keduanya, ia langsung meminta ijin untuk keluar ruangan, karena kedua orangtuanya dan kedua mertuanya telah menunggu kabar diluar ruangan.
Aksa keluar ruang perawatan Arunika, terlihat kedua mertua dan kedua orangtuanya sedang duduk di kursi koridor rumah sakit, Aksa menghampiri.
" Mah, Pah, Ayah, Ibu, Alhamdulillah Arunika sudah melahirkan anak kedua Aksa laki-laki "
" Alhamdulillah.. " Semua mengucapkan syukur atas kelahiran adik Arsya
" Bagaimana sekarang keadaan Nika, Sa ? " tanya Mama Aksa
__ADS_1
" Masih dalam perawatan mungkin sebentar lagi sudah bisa ditengok, tadi Aksa lihat perawat masih merapikan peralatan yang digunakan tadi "
" Syukurlah .. Mama sudah tidak sabar untuk melihat cucu kedua Mama "
" Yang sabar Mah.. " Papa Aksa menyahut
" Pasti, orangtua Arunika juga sudah tidak sabar kan ya.. "
Ibu dan Ayah Arunika hanya tersenyum mengiyakan.
Tidak lama perawat datang menghampiri Aksa.
" Pak Aksa Silahkan ruangan sudah dirapikan " Perawat kepada Aksa
" Terimakasih sus.. "
" Baik, Pak Aksa permisi, Pak Bu permisi " perawat meninggalkan Aksa dan kedua orangtua juga mertuanya
Aksa, kedua orangtua dan mertuanya segera berjalan menuju ruang perawatan Arunika, disana Arunika setengah berbaring sambil menikmati buah semangka yang tadi diberikan perawat sebelum keluar ruangan Arunika.
Aksa melihat istrinya begitu santai setelah melahirkan menjadi geli sendiri, ternyata mungkin pengalaman yang mengajarkan, dikehamilan hingga persalinan yang kedua ini Arunika sangat terlihat santai dalam menjalani nya berbeda dengan Aksa yang masih selalu panik.
Aksa, Arunika dan kedua orangtua masing-masing sangat bersuka cita atas kelahiran adiknya Arsya, hanya Arsya yang masih di rumah bersama Siti, karena khawatir jika balita berlama-lama di lingkungan Rumah Sakit.
🍭🍭🍭
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author.. 😘🥰