
Dalam perjalanan Salsa da Arunika kembali ngobrol, Salsa teringat jika obrolan nya tadi tentang pekerjaan di kantor Aksa belum Selesai.
" oya Nik.. jadi gimana di kantor Pak Aksa lagi butuh Lawyer ? " tanya Salsa
" mmh.. iya Sa, aku tadinya rekomendasikan kamu sih, cuma ya kalo emang kamu nya mau istirahat dulu paling nanti Mas Aksa cari yang lain "
" ohh gitu .. " Salsa manggut-manggut
" tapi ya .. kalo emang kamu bersedia sih aku tinggal bilang Mas Aksa, jadi dia ga perlu cari lawyer lain "
" hmm.. aku pikir-pikir dulu yaa.. "
" okey.. santai aja " Arunika tersenyum
Salsa kembali fokus mengemudi, Arunika sedikit menyenderkan tubuhnya karena ia merasa sedikit lelah, duduk lama lelah, berdiri lelah, jalan sedikit lelah begitulah drama nya hamil anak kedua hehe, Arunika menikmati perjalanan dengan Salsa sambil melihat lalu lalang kendaraan di keramaian kota.
Ia sendiri sambil memikirkan bagaimana caranya untuk mengajak Salsa bertemu dengan Kak Ricky, walaupun Kak Ricky sedikit dingin tapi biasanya dia mau aja sih, sekarang tinggal Salsa yang menjadi fikiran Arunika, bagaimana cara yang tepat untuk mengajaknya " Semoga ada jalan.. berilah aku jalan ya Allah... " batin Arunika
Tidak lama Arunika tertidur, benar lelah sepertinya, Salsa kembali mengajak ngobrol Arunika, namun tidak ada jawaban.
" Nik.. Arsya kamu tinggal berdua sama pengasuh engga apa-apa ? " tanya Salsa namun tidak ada jawaban membuat Salsa heran
" Nik... " Salsa kembali memanggil Nika
Salsa langsung menoleh ke arah sahabat yang duduk disampingnya.
" ya ampun tidur ternyata.. " Salsa hanya menggelengkan kepalanya
__ADS_1
Saat Salsa kembali fokus mengemudi terdengar suara ponsel berdering, ia melihat kesekeliling ternyata ponsel Arunika yang berdering di dalam genggaman tangan Arunika
" Nik.. Nika... telepon itu kali aja penting " Salsa memanggil Arunika namun Arunika tetap pada posisinya
" Ya ampun ini tidur udah kaya kebo " batin Salsa
Tidak lama terdengar lagi suara ponsel Arunika berdering, namun Arunika tetap tidak bangun.
Salsa penasaran ia melihat kearah layar ponsel Arunika lalu membaca Id pemanggil di layar ponselnya.
" Papanya Arsya, duhh lakinya nelepon lagi.. Nika bangun kek.. " Batin Salsa
Setelah memencet sedikit hidung Arunika, akhirnya Arunika terbangun.
" emmhhh.. apa sih Sa.. ada apa ? "
" hah.. emang ada telepon ? "
" iya "
Arunika langsung melihat ke arah ponselnya benar saja ada beberapa panggilan tidak terjawab dari suaminya.
" Mas Aksa nelepon Sa "
" iya aku udah bangunin daritadi ga bangun-bangun "
" hehehe cepet ngantuk aku sekarang Sa "
__ADS_1
" yaudah telepon balik dulu, takutnya khawatir, bilang aja aku anterin kamu pulang.. aman sama Salsa mah "
" hemm " Arunika hanya tersenyum
Ia langsung menelepon balik suaminya, tidak lama telepon pun diangkat.
" dimana mah ? " tanya Aksa
" dijalan pulang "
" sama siapa ? "
" aku dianterin Salsa "
" oh oke.. hati-hati sampaikan salam ke Salsa dan terima kasih banyak udah nganterin kamu pulang "
" iya Pah.. "
klik telepon di tutup
" Sa.. dapet salam dari Mas Aksa katanya terimakasih juga udah anterin aku pulang "
" waalaikumusalam.. oke.. sama-sama pak bos " Salsa tersenyum
Arunika melihat senyum Salsa sudah membayangkan jika nanti Salsa menjadi kakak iparnya ada rasa iba di hatinya setelah ia mengetahui keadaan Salsa beberapa tahun terakhir ini, " aku kira kamu bahagia aja Sa, aku terlalu fokus pada Monic yang saat itu ia juga sama sedang terpuruk untuk masalah yang satu ini, aku pastiin Kak Ricky bakal bahagiain kamu Sa.. aku jaminannya " Batin Arunika
🍭🍭🍭
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author ya.. 😘🥰