
Ricky sampai di perusahaan nya ia menjadi senyum sendiri mengingat Salsa.
" sial kenapa gue jadi inget sama sahabat ade gue terus sih.. "Ricky bergumam
Bayangan Salsa terus saja berputar di otak Ricky, ia menyenderkan tubuhnya ke kursi kebesarannya, sekarang ia mengembangkan perusahaan Ayahnya dan beberapa aset Ricky diluar negeri sudah ia pindahkan seluruhnya ke sini.
Ayah memang menginginkan Ricky untuk disini, daripada berjauhan terus, sedangkan Nika anak keduanya sudah menikah dan dibawa oleh suaminya.
Akhirnya Ricky mengalah setelah beberapa polemik yang terjadi, antara perusahaan dirinya dan perusahaan Adik iparnya yaitu Aksa, ia memutuskan untuk menetap kembali di Indonesia, memegang perusahaan Ayah nya.
Sekarang Sandyakala Corp dan Eco Grup bekerja sama dalam bidang properti akan bergerak dipembangunan beberapa perumahan cluster dan pembangunan hotel juga mall.
tok tok tok
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Ricky
" Masuk "
" permisi pak Ricky, hari ini ada jadwal ke perusahaan Sandyakala corp untuk meeting pembangunan perumahan cluster "
" oh ya jam berapa ? "
" setelah makan siang "
" oke "
" permisi pak "
Sekretaris Ricky kembali ke mejanya
" hari ini ada jadwal meeting ? tadi pagi gue ke perusahaan ade ipar gue, tapi kenapa gue ga inget yaa.. balik lagi dong gue ke Sandyakala corp " Gumam Ricky
__ADS_1
Ricky menyeruput teh hangat yang tersedia di mejanya, ia baru ingat.
" di Sandyakala Corp, ada Salsa dong pastinya.. " Ricky menjadi senyam senyum sendiri
Sepertinya Ricky sedang jatuh cinta tapi ia belum menyadari itu.
...****************...
Sandyakala Corp
Setelah tadi keruangan HRD untuk menyerahkan CV nya Salsa diberikan ruangan Khusus oleh Aksa, agar selama ia menangani urusan klinik Salsa bisa dengan nyaman di ruangannya.
Salsa duduk di ruangan barunya, ia melihat sekeliling ruangan masih kosong, hanya ada meja kursi lemari untuk menyimpan map dan sofa tamu.
" hari ini aku ngapain ya, sedangkan untuk pengajuan perijinan itu bisa minggu depan "
Salsa mengeluarkan ponselnya, ia memainkan ponselnya, lalu ia mengeluarkan buku yang selalu ia bawa untuk sekedar mencatat sesuatu yang dianggap perlu dicatat.
Tok..tokk..tokk
Gerry mengetuk pintu kaca ruangan Salsa yang sedikit terbuka
Salsa terperanjat
" kalau di ruangan ini jangan melamun "
" eh.. pak Gerry memangnya kenapa ? " Salsa sedikit parno
" tidak apa-apa, yang terpenting jangan melamun "
" iya pak "
__ADS_1
Gerry berlalu meninggalkan ruangan Salsa, menuju kelantai 12 ia akan memberitahu Aksa jika hari ini meeting bersama Kakak Iparnya.
Ia melihat Aksa sedang di meja Rossa
" permisi pak "
Aksa menoleh
" darimana kamu Ger ? " tanya Aksa
" Dari divisi 1 pak, memberitahu siang ini meeting bersama ECO Grup "
" hmm.. kenapa kamu tidak memberitahu saya terlebih dahulu, jadi saya diberitahu oleh Rossa " Aksa kepada Gerry
" oh.. maaf pak, tadi saya sudah menghubungi Kepala Divisi 1 namun tidak diangkat jadi saya susul saja keruangannya saya khawatir kepala divisi sudah pergi memantau lahan untuk pembangunan perumahan "
" oke "
" kalau begitu saya permisi pak "
" Ya, Ger jangan lupa persiapkan di ruang meeting "
" Siap pak "
" Ros, bantu Gerry "
" iya pak "
Rossa menyusul Gerry ke ruang meeting, seperti biasa Rossa dan Gerry akan berduet untuk mempersiapkan keperluan meeting sedangkan Aksa kembali ke ruangannya.
🍭🍭🍭
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author.. 😘🥰