
" Selamat siang Bu Nika, Pak Aksa.. " Dokter Ramzie menyapa
" siang dok "
" siang dok "
" silahkan duduk " dokter Ramzie mempersilahkan
" Terimakasih dokter " Aksa dan Arunika duduk
" Oya, bagaimana ada keluhan atau ... "
" keluhan sih sudah berkurang dok, nafsu makan sudah kembali hanya sudah mulai sulit untuk tidur saja " Arunika menjelaskan
" hmm.. Alhamdulillah sudah lebih baik ya bu, mari ke ruang usg dulu "
Aksa dan Arunika mengikuti dokter Ramzie menuju ruang usg, seperti biasa Arunika tidur di bed pemeriksaan dibantu oleh perawat, lalu perawat mengoleskan gel di perut Arunika yang sudah terlihat mebesar.
" Oke bu.. bulan kemarin belum terlihat ya jenis kelamin nya, semoga sekarang adik bayi ga ngumpet yaa.. " Dokter Ramzie kepada Arunika
" iyaa dok semoga yaa.. "
" Mau perempuan atau laki-laki bu, pak " tanya dokter ramzie
" kalo saya apa saja dok yang penting sehat " Arunika menjawab
" saya juga sama dok, mau perempuan atau laki-laki sama saja yang penting lahir sehat, lancar " Aksa kepada Dokter Ramzie
" Aamiin... " semua yang berada di ruangan mengaminkan
" Bu... pak... ini jari tangan kanan kiri lengkap yaa, jari kaki juga lengkap Alhamdulillah, hanya... "
" Hanya apa dok ? " tanya Aksa
" Hanya adik bayi masih seneng ngumpet, jadi jenis kelamin nya tetap tidak terjangkau oleh alat usg ini, posisi kaki nya menutupi kelaminnya, jadi tidak terlihat "
" ohh seperti itu.. " Aksa tertawa
" yasudah ga apa-apa dok, mungkin bulan depan baru mau dilihat hehehe " Arunika kepada Aksa
" Malu-malu yaa adik bayinya " Susul dokter Ramzie
" Padahal hampir tiap hari saya tengokin dok " Aksa dengan santai
" Pah... " Arunika mencubit tangan Aksa
__ADS_1
" Aww sakit... "
Dokter Ramzie yang mendengar nya langsung tertawa disusul oleh perawat yang hanya mesem-mesem.
" Silahkan kembali lagi ke ruang konsultasi " Dokter ramzie kepada Aksa dan Arunika
Aksa masih terlihat meringis karena dicubit oleh istrinya.
" Kenapa pak Aksa ? " Dokter ramzie sedikit tertawa
" Engga apa-apa dok "
" hmm.. tidak apa-apa kok pak, kalo sering ditengokin asal posisi yang aman saja ya "
" tuh kan.. ga apa-apa kenapa mama nyubit sih " Aksa dengan gaya santai nya
" ya ga usah diomongin juga, malu.. " Arunika sedikit berbisik
Dokter ramzie yang melihat sepasang suami istri sedang berdebat hanya tertawa geli.
" Bu nika vitamin yang kemarin masih ada ? " tanya Dokter ramzie membuyarkan perdebatan Aksa dan Arunika
" hmm.. sudah hampir habis dok, paling 3-4 butir lagi "
" saya resepkan yang baru ya.. jangan lupa minum susu, makan makanan yang bergizi, jangan terlalu lelah ya bu, kontrol satu bulan lagi "
Dokter ramzie menyerahkan resepnya.
" Oke kalau tidak ada lagi pertanyaan, sehat selalu ya bu, janin juga sehat.. "
" Aamiin dok.. terimakasih banyak "
" Permisi dok "
" permisi "
" Ya mari.. "
Aksa dan Arunika sudah keluar dari ruangan poli kandungan, lalu mereka diarahkan ke depot obat untuk mengambil vitamin yang di resepkan oleh dokter Ramzie.
Arunika masih terdiam sedikit memajukan bibirnya
" Mah, kenapa ? " tanya Aksa
" hemm.. engga " Arunika datar
__ADS_1
" kenapa ? masa gara-gara sering ditengokin ngambek " Aksa menggoda
" hmm..malu tau pah... "
" ya kan dokter Ramzie bilang juga ga apa-apa kan "
" hmmm.. tau ah... "
Tidak lama Nama Arunika di panggil untuk mengambil vitamin, setelah mengambil vitamin, Aksa dan Arunika kembali pulang.
Dalam perjalanan..
" Pah.. pengen buah mangga yang mekar itu " Arunika kepada Aksa
" Yang mana ? " tanya Aksa
" Itu pah yang digerobak "
" Sebentar papa parkir dulu " Aksa menuruti keinginan istrinya
Setelah mobil berhenti Aksa turun dari mobil menuju penjual mangga mekar, tidak lama Aksa kembali dengan 2 kantong mangga yang berisi 5 buah mangga mekar yang besar-besar.
" Nih... " Aksa menyerahkan bungkusan kepada Arunika
" Makasih Pah .. " Arunika langsung berbinar ia membuka satu bungkusan Mangga
" Pah kok banyak banget "
" Ga apa-apa, biar ga harus bolak balik kalo nanti di rumah kamu pengen mangga, soalnya mangga di kebun belakang udah lama ga berbuah "
Arunika hanya tersenyum, ia langsung memakan buah mangga yang sudah dipotong mekar dengan garam yang ditambah cabai rawit, terdengar suara "krauk" saat Arunika menggigitnya, membuat Aksa bergidik merasa asam sendiri mulutnya.
" kenapa pah ? Mau ? " tanya Arunika
" Engga ... ga suka, Mama kenapa sih tiap hamil seneng makan mangga muda "
" Ga tau pah, bawaan orok kali hahahah "
" hmm.. yasudah ga apa-apa, asal jangan kebanyakan nanti sakit perut "
" iya pah "
Arunika kembali memakan mangga nya, sesekali Aksa melihat Arunika memakan mangga muda menjadi bergidik sendiri.
🍭🍭🍭
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author ya.. 😘🥰