
Arunika dan kedua sahabat nya menjadi supporter sekolah mereka dalam pertandingan Final futsal melawan SMA Tunas Muda Berkarya.
" Ayoo... Gi... yahh... Gio ayooo.... " Salsa sangat antusias
" Goll..... " Arunika sontak berteriak disusul riuh suara dari penonton yang hadir.
Di dalam Gor tidak hanya Sekolah Nika saja yang bertanding di beberapa lapang lain ada juga yang bertanding namun bukan dari sekolah.
" Nik.. kamu liat apa sih ? " tanya Salsa
" ya liat yang main futsal lah.. " jawab Nika
" ya tapi tim kita di depan, Lah itu matanya kemana ? " tanya Salsa Lagi
" hehehe aku lagi itu liat aja kesekeliling Gor.. "
" Hayoo nyari gebetan yaa... hahahaha "
" engga lah.. Gila... "
" Eh Nik, itu keren-keren loh.. tapi kayanya udah bukan anak sekolah "
" Mana ? itu.. " Salsa menunjuk ke lapangan yang Aksa dan teman-teman nya sedang bermain
" Apaan sih kalian ? " tanya Monic
" Ini tuh Salsa nunjuk-nunjukin orang " Nika ke Monic
" Liat deh Mon, tuh... " salsa memberikan kode ke Monic
" dih.. udah om om itu mah hahahhaa "
" kalo om -om sih perut nya udah pada maju kedepan hahahaha , kalo ini six pack semua.. " Nika kepada kedua sahabat nya
" cie.. ciee di belain cie... "
" apaan sih salsa.. kenal juga engga " Nika mendengus
" Ya kenalan dong ... "
" udah ahh.. gosipin orang, liat lagi tuh skor nambah belum ? " Nika kepada kedua sahabat nya
Mereka kembali fokus melihat pertandingan Futsal antar sekolah, akhirnya pertandingan di menangkan oleh Sekolah Arunika, setelah mengabadikan foto, Arunika dan kedua sahabat nya berjalan menuju pintu keluar untuk pulang.
Karena banyak juga penonton yang hadir dan ingin segera pulang sehingga pintu keluar sangat penuh sesak.
" eh nanti deh.. liat itu susah keluarnya " Nika menghentikan langkahnya yang diikuti oleh kedua temannya
" iya juga ya.. bener tunggu dulu deh " Monic kepada kedua sahabat nya
" Sebentar aku akan beredar dulu ada pintu keluar lain ga ? " Salsa terus mengarahkan pandangannya ke sekeliling Gor
" Nah itu ada ayo kesana ? " Salsa antusias
Salsa mengajak Arunika dan Monic untuk keluar melalui pintu yang tidak terlalu ramai, saat akan memasuki pintu itu, mereka bertiga di cegah oleh penjaga pintu Gor.
" Mba nya mau kemana ini ? " tanya penjaga
" Mau pulang pak, ini pintu keluar kan ? " Salsa kepada bapak itu
__ADS_1
" Ini bukan pintu keluar tapi pintu tempat ganti baju pemain "
" tapi bisa keluar kan ? " tanya Monic
" Bisa, tapi harus melewati kamar ganti pemain dulu "
" Duhhh... gimana ? " Tanya salsa kepada kedua sahabatnya
" Nanti deh tunggu aja kita lewat pintu biasa " Arunika kepada Salsa dan Monic
" yaudah deh.. makasih ya pak " Salsa mengajak Arunika dan Monic Kembali ke pintu keluar utama
Baru saja mereka membalikkan badannya, terdengar suara dari belakang arah pintu tadi.
" Permisi.. "
" Permisi ya dek.. "
" permisi ya .. "
Arunika dan kedua sahabat nya menoleh lalu meminggirkan tubuhnya memberikan jalan kepada para pemain futsal yang sudah berganti pakaian
" Buseetttt wangi banget.... " Salsa ke Arunika dan Monic
" Iyaa loh... itu bukannya yang main di lapangan sebelah tadi kan ? " tanya Monic
" Iyaa bener " Jawab Salsa
Pada saat itu Arunika tidak terlalu memperhatikan, setelah rombongan Aksa melewatinya, Arunika kembali membalikan badan lalu berjalan mengekori Rombongan Aksa, ia tidak tahu jika salah satu dari pemain futsal itu akan menjadi suaminya.
Arunika terus mengekori rombongan Aksa yang disusul oleh Monic dan Salsa.
" Nika... duh jalan nya jangan cepet-cepet dong " Salsa ke Nika
" Cerdassss... sangat cerdas .. Ayoo pepet aja " Salsa ke monic
" suutt... diem... jangan berisik ikutin aku aja oke "
Salsa dan Monic mengekori jalan Arunika, ternyata benar tidak lama Arunika sudah berada di luar Gor. Rombongan Aksa jalan lurus lalu Arunika jalan berbelok ke kiri jadi mereka tidak sempat bertemu atau beradu pandang.
" Nah kan akhirnya keluar Gor juga " Arunika kepada Salsa dan Monic
" Keren yaa idenya, tapi sayang... "
" sayang gimana ? " tanya Arunika
" Aku bilang kamu coba pepet rombongan itu, biar.... kita bisa kenalan gitu "
" heeuhhhh... Salsaa... mulai deh "
" Udah sore pulang yuu... bentar lagi gelap nih.. " Monic ke Salsa dan Arunika
" Oke... "
Mereka pulang menaiki taksi karena mereka pulang satu jalur, jadi mereka pulang dengan taksi yang sama.
...****************...
Aksa dan beberapa temannya sudah berada di Gor Futsal, sebelumnya sahabat Aksa, Dika sudah membooking satu lapang untuk mereka bermain.
__ADS_1
" wahh rame banget.. ada acara ? " tanya Aksa
" itu ada pertandingan antar sekolah gitu, kalo ga salah " Dika kepada Aksa
" oh.. " Aksa datar
" bukannya seneng sama anak sekolahan .. hahhahaa " Dika menggoda
" Dion tuh.. dia kan seneng sama anak-anak hahahah " Aksa jail
" eh itu sih bukan anak-anak tapi remaja "
Semua yang mendengar ucapan Dion tertawa
" Aksa jangan diganggu nanti terjadi perang bubat antara kita dan Leona hahahah " Dika menggoda Aksa
" Apaan ? Leona ? Gila emang, ga beres lu Dik " Aksa sesikit meninggi
" Emang iya kan, Leona nge fans banget tuh sama Aksa Sandyakala hahahaha "
Aksa masih tetap datar apalagi saat mendengar nama Leona, Leona teman Aksa mereka memang dekat namun tidak ada hubungan apapun, Aksa hanya menganggap teman tidak lebih, namun entah dipikiran Leona, biasanya jika tahu Aksa pulang Leona akan menyusul Aksa kemanapun Aksa berada.
Sepertinya sekarang ini Leona belum tahu jika Aksa sedang berada di Indonesia.
" Gua telepon Leona ahh.. " Dika menggoda Aksa
" Iya bener Dik, itung-itung merayakan kepulangan Aksa hahahha " Dion kepada Dika
" wah kurang ajar ya lu pada.. awas aja kalo sampe telepon Leona " Aksa terlihat sedikit kurang suka lalu mengejar Dion dan Dika yang berlari
" Haahahahhaha santai bro... " Dion tertawa terpingkal-pingkal
Mereka menyusul teman-teman futsalnya yang lain ke ruang ganti, setelah sampai di ruang ganti ternyata pemain kurang satu.
" Gimana nih kita cuma 9 kurang satu orang lagi " salah satu teman Aksa
" Bos gimana ? " Dion ke Aksa
" hmm.. Gerry aja.. sebentar Gua telepon dulu "
" Yakin Gerry bisa ? dia aspri bokap lu, kagak apa-apa emang ? " tanya Dion
" Santai .. sama Aksa semua rebes.. "
" hmm.. bos mah bebas " Dion ke Aksa
" Gua ganti baju duluan ya .. " Dika ke Aksa dan Dion
" Gua ikut.... " Dion menyusul
" ihh... males ah.. ganti sendiri sana, geli gua diikutin gini " Dika ke Dion
" hmmm... mentang-mentang lu "
" mentang-mentang apa ? " tanya Dika
" engga, becanda.. takut kena pasal dah gua kalo ga nurut, pasal melawan petugas hahahaha " Dion berlalu ke kamar ganti sebelah kamar ganti Dika.
Setelah mereka berdua ganti baju dan beberapa pemain futsal yang lain, tinggal Aksa yang belum ganti baju ia menunggu Gerry sampai di GOR Futsal. Sebelumnya Aksa sudah memberitahu Gerry, dimana posisi ia berada.
__ADS_1
🍭🍭🍭
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author ya.. 😘🥰