
Rumah Aksa
" Mah, klinik perusahaan kan sudah mulai beroperasi dalam jangka 1 bulan ini respon warga sangat bagus " Aksa kepada Arunika yang sedang membetulkan dasinya.
" oh gitu Pah, bagus dong "
" hmm " Aksa mengangguk
" Berarti Papa gak salah pilih dokter Langit " Arunika kepada Aksa sambil berjalan mengambil jas Aksa yang tergantung di dekat lemari pakaian
" Iya mah, gimana kalo papah kasih bonus untuk dokter Langit "
" bagus Pah, agar dokter Langit merasa dihargai kerja kerasnya untuk klinik perusahaan "
" betul-betul rate klinik kita kemajuannya sangat pesan sekali "
" Alhamdulillah "
Aksa dan Arunika keluar kamar berjalan menuju ruang makan, disana sudah tertata sarapan di atas meja makan. Arsya yang sedang bersama Siti berlari menuju kedua orangtuanya.
" Sayang jangan lari " Aksa kepada anaknya
" Papa... "
" Sarapan yuu.. " Aksa menggendong Arsya duduk dipangkuan nya.
" Kak Arsya ayo mandi dulu, kan mau sekolah " Siti datang menghampiri Arsya.
Arsya menggeleng
" Kenapa sayang ? ayo mandi dulu yuu.. " Arunika merayu Arsya
Arsya tetap tidak mau lepas dari gendongan Papa nya.
" mau mandi sama siapa ? sama mama ? " tanya Arunika lagi
" Aku mau sama Papa " Arsya sambil melihat ke arah Aksa
" hmm.. mau mandi sama papa ? " tanya Aksa
Arsya mengangguk
" ya sudah ayo.. " Aksa menurunkan Arsya dari gendongan, berdiri dari duduknya membuka jas nya lalu berjalan ke kamar Arsya.
" Horeee... mandi sama Papa " Arsya terlihat sangat girang
Arunika yang memperhatikan Arsya hanya tertawa.
" Mah tolong siapkan apa saja keperluan Arsya " Aksa sambil berjalan menyusul Arsya
" Iya .. " Arunika mengekori Arsa dari belakang.
" Sit, engga apa-apa, Papa nya saja yang mandiin Arsya "
" baik bu " Siti kembali ke belakang
***
Arsya sangat senang dimandikan oleh Papanya, ia tertawa kegirangan.
__ADS_1
" Sayang.. jangan main air baju Papa jadi basah " Arunika kepada anaknya
Aksa hanya tersenyum
" Engga apa-apa Mah, Papa bisa ganti lagi, yang penting Arsya senang, Papa akui memang Papa terlalu sibuk di kantor, sehingga waktu weekend memang sangat kurang untuk Arsya "
Arunika hanya tersenyum
Setelah selesai mandi Arsya di serahkan kepada Arunika untuk dipakaikan pakaian sekolahnya.
" Mah, aku boleh gak sekolahnya diantar Papa "
" hmm... boleh "
" Assiikkkk " Arsya kembali girang ia loncat-loncat dikasur
" Arsya.. tidak seperti itu jika Arsya ingin diantar Papa, ayo segera pakai baju "
Arsya menghampiri Mama nya, lalu dipakaikan baju oleh Arunika.
" Papa ganti kemeja dulu yaa " Aksa berlalu berjalan ke kamarnya melalui pintu yang terhubung antara kamarnya dengan kamar Arsya.
***
" Hati-hati ya Pah "
" iya Mah "
" Oya engga apa-apa Papa antar Arsya dulu "
" engga apa-apa, itu kantor Papa mau datang jam berapa pun tidak masalah "
Arunika tertawa
***
Perusahaan Sandyakala Corp
Aksa ingin mengutarakan maksud nya, ia ingin memberikan bonus kepada Dokter Langit. Sampai di perusahaan Aksa langsung menuju klinik perusahaan, disana sudah ada 2 orang perawat, dokter putra dan dokter Langit sedang memeriksa, kebetulan hari ini ada pasien yang datang ke klinik.
Tingtong..
Suara pintu klinik jika terbuka, 2 orang perawat yang bernama Lengga dan Rizki melihat sekilas Aksa sedang berjalan menuju stasion perawat.
" Pak Aksa Ki " Lengga ke Rizki
" Hah Pak Aksa ? "
" Iya.. "
" Siapa ? " tanya Dokter Langit
" Pak Aksa seperti nya dok "
" oh, yasudah kalian temui dulu saja "
" baik dok "
Rizki dan Lengga menghampiri Aksa ke stasion perawat.
__ADS_1
" Pagi Pak Aksa " Lengga dan Rizki kepada Bos nya
" Pagi.. " Aksa tersenyum ia duduk di kursi yang biasa mereka gunakan untuk menunggu pasien atau membuat status pasien dibukun rekam medik.
Lengga dan Rizki tetap berdiri.
" kenapa berdiri disitu, ayo duduk saja "
" Terima kasih pak kami berdiri saja, khawatir dokter Langit atau dokter putra membutuhkan sesuatu "
" hhmm " Aksa mengangguk
Sekitar 20 menit Aksa menunggu dan masih duduk di kursi sambil melihat-lihat ruangan, Dokter Langit menghampiri.
" Pak Aksa ada yang bisa saya bantu ? " tanya Langit
" oh ya dokter Langit, tidak saya hanya ingin jalan-jalan saja " Aksa kepada Langit.
" hmm ya Pak "
" oh ya setelah ini jika tidak sibuk, dokter saya tunggu di ruangan saya ya "
" baik pak "
" kalau begitu saya kembali lagi ke ruangan saya "
" baik pak Aksa "
" mari semuanya, saya tinggal ya "
" silahkan Pak Aksa "
Aksa berlalu meninggalkan klinik menuju kantornya lagi, ia berjalan lumayan cukup jauh dari ruangan nya menuju Sandyakala corp.
Setiap kali ia berpapasan dengan karyawan nya, para karyawan merasa aneh melihat bosnya berjalan-jalan menyusuri kantor dan klinik, bahkan gudang pun terjamah oleh Aksa pagi ini.
" Pak.. yang jaga berapa orang ? " tanya Aksa ke satpam
" 5 orang pak "
" sarapan atau belum ? " tanya Aksa lagi
" mereka hanya tersenyum malu "
" nih.. untuk sarapan ya " Aksa mengeluarkan 5 lembar uang berwarna merah
" wah terima kasih banyak Pak Aksa "
" Sama-sama " Aksa kembali berjalan menuju ke Sandyakala Corp ia berpapasan dengan Gerry di lobby perusahaan.
" Pak Aksa darimana ? " tanya Gerry
" Jalan-jalan " dengan gaya santainya
" Jalan-jalan ? " Gerry merasa aneh dengan sikap bosnya, Gerry hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali ke ruangannya.
🍭🍭🍭
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author.. 😘🥰
__ADS_1
"*selamat menunaikan ibadah puasa bagi pembaca yang menjalankannya.. 🙏
marhaban ya ramadhan...🥰* "