
Salsa semakin tidak terima dan semakin penasaran.
" oya katanya tadi di telepon kamu mau ngomongin kerjaan, kerjaan gimana maksudnya nya ? " tanya Salsa
" mmhh itu.. iyaa.. Di perusahaan Mas Aksa kan lagi bikin klinik perusahaan gitu nah dia butuh lawyer untuk perijinan dan kelegalitasan Klinik gitu sih "
" hmm... gituu.. kamu pasti mau nawarin aku kan ? " Salsa dengan pede nya
" pede bangett sih hahaha " Nika tertawa Salsa pun ikut tertawa
" yaa.. kali aja " balas Salsa
" iyaa Sa kalau memang kamu sekarang lagi ga kerja dimana-mana, soalnya kemarin aku denger kan kamu pindah haluan kerjanya hehehe "
" iyaa .. tadinya aku nangani kasus biasa lah yang memang butuh pendampingan hukum, cuma kayanya aku lebih memilih jadi lawyer di perusahaan aja deh "
" hmm.. jadi gimana sekarang kerja di perusahaan apa ? " tanya Arunika
" aku baru selesai kontrak minggu lalu, jadi memang aku sekarang lagi free tadinya aku mau istirahat dulu, ingin menikmati hidup dulu sejenak tanpa beban kerjaan hahahha "
" hmm.. menikmati hidup atau sedang menikmati mencari tambatan hati "
" yahh.. itu lagi yang dibahas " Salsa kembali menyuapkan potongan steak ke mulutnya
" ya terus itu juga harus dipikirin kali " Arunika meyakinkan
" iya sih.. tapi mau gimana.. belum ada yang mau "
" bukan belum ada yang mau, kamu nya aja terlalu memikirkan aktor Thailand itu siapa namanya ?? hmmm .. Mario Maurer kan ? "
" hahahaha masih inget aja kamu "
" iya dong hahahha "
" tapi emang iyaa.. ganteng kan dia.. "
" mulai deh .. udah deh Sa, yang pasti-pasti aja, disekitar kamu juga banyak kok " Arunika menghabiskan makan nya
__ADS_1
" hmm.. kamu mau nyariin emangnya " Salsa sekena nya
" ohh ... dengan senang hati "
" seriusss ? ah aku ga yakin ahh.. yang ada nanti sama aja kaya yang udah-udah " Salsa menyeruput lemon squash nya
" dihh.. kapan aku pernah ngenalin cowo ke kamu "
" yaa ga pernah sih.. tapi pasti sama ajalah, aku akuin secara aku sudah menemukan titik yang tinggi di karir aku.. tapi .. untuk hal percintaan.. yaa kamu tau lah aku ga seberuntung kamu Nik, ga seberuntung Monic juga " Salsa menghela nafas panjang
Arunika menyeruput air jeruk hangat nya, ia melihat wajah Salsa sedikit berubah menjadi sendu, Arunika mendekatkan sedikit tubuhnya ke Salsa, ia menggenggam tangan Sahabat nya.
" Sa.. Tuhan tidak pernah memberi tahu kita tentang masa depan, kita ga tahu kan apa yang akan terjadi pada diri kita, satu jam kemudian, besok, lusa, bulan depan, tahun depan, kita ga pernah tahu itu, kamu tahu ga apa sebabnya ? "
" apa ? " Salsa ke Arunika
" sebabnya agar kita sebagai umat nya, selalu berprasangka baik kepadaNya, kamu harus percaya akan ada saat nya semua yang kamu harapkan berpihak ke kamu, jadi kamu harus tetep optimis oke ! "
" hmm... kadang aku berfikir kenapa Tuhan ga adil sama aku, padahal selama ini aku ga pernah nyakitin orang, kamu tahu kan siapapun laki-laki yang deket sama aku, aku selalu berbuat baik, sekalipun aku disakitin aku masih bisa berbuat baik loh untuk mereka, tapi balasan ke aku nya.. ya gini..malahan kamu sendiri kan yang bisa marah-marah sama laki-laki itu disaat aku disakitin sedangkan aku engga.. aku ga bisa.. aku terlalu rapuh untuk urusan seperti ini.. " Salsa langsung memeluk Arunika ia tidak terasa bulir bening membasahi pipi Salsa
" aku ngerti.. aku faham Sa.. " Arunika membalas pelukan Salsa, ia pun tak tahan untuk menahan air matanya, setelah sekian lama mereka jarang curhat apalagi setelah Arunika menikah dengan Aksa, Arunika baru tahu dibalik kecerian dan kesengklekan Salsa ternyata ia rapuh juga.
" hussss kamu ga boleh ngomong gitu.. inget apa yang aku bilang selalu berprasangka baik sama Tuhan yaa.. "
" hmm.. makasih yaa Nik.. kamu bikin aku semangat lagi.. aduh jadi nangis bombay gini.. udah lama ga curhat sekalinya curhat malah gini .. "
" hmm.. engga apa-apa maaf ya, aku tahu semenjak aku nikah kita jadi jarang ngobrol, aku ga tau kalau kamu ... yaaa.. aku kira kamu udah move on udah kembali membuka hati gitu kan "
" Sekarang sih aku udah pasrah aja, hmm kamu bikin aku nangis ah.. "
" engga apa-apa keluarin aja "
" tanggung jawab ya .. "
" siap aku bakal tanggungjawab menghadirkan seseorang untuk menghapus air mata kamu, gimana ? "
" hah... apaan sih maksudnya ? " Salsa kaget dan heran
__ADS_1
" hmm... iyaa seseorang "
" seseorang siapa ? "
" nanti juga kamu tahu sendiri "
" iihh Nika.. jangan rahasia-rahasiaan gitu lah "
" hehehehe.. oya udah jam berapa nih ? "
Salsa melihat jam dipergelangan tangannya " jam 12.30 "
" waduhh udah siang, tapi awannya mendung "
" balik yook.. "
" ayoo.. "
" oya kamu dijemput ? " tanya Salsa
" engga sih kayanya, naik angkutan online aja "
" aduhh masa naik angkutan online, ibu bos loh ini, kamu low profile banget sih Nik, kalo orang mah udah pake supir kali kesana kemari atau ditambah aspri juga mungkin atau pake bodyguard.. "
" hahahha.. itu mah disinetron kali "
" yaudah aku anter, kasian banget nih ibu hamil "
" beneran nih, ga ngerepotin ? "
" basa basi banget sih... biasanya juga main naik aja "
" hahahaha.. kali aja Salsa sekarang beda sama Salsa yang dulu "
Setelah keluar cafe Mereka berjalan menuju parkiran, Salsa membuka kan pintu untuk Arunika, Arunika duduk disusul oleh Salsa yang duduk di kursi kemudi, mobil melaju meninggalkan cafe, Salsa mengantarkan dulu Arunika untuk sampai ke rumahnya setelah itu ia akan kembali pulang ke rumah.
🍭🍭🍭
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author ya.. 😘🥰