Dosenku Suamiku Season 2

Dosenku Suamiku Season 2
BAB 70


__ADS_3

" Saya terima nikahnya Salsa binti Roni Darmawan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai "


" Sah.. "


" Sah .. "


" Sah.. "


" Alhamdulillah .. "


Akhirnya Ricky dan Salsa menjadi sepasang suami istri, Ricky begitu lancar mengucapkan ijab dan qabul dengan satu kali nafas, awalnya sebelum acara dimulai Ricky beberapa kali mendatangi Arunika dan Aksa, ia sesekali menghilangkan kegugupannya.


" Alhamdulillah Pah.. lancar " Arunika kepada suaminya.


" Mantap " Aksa mengacungkan 2 jempol tangannya.


Arunika tersenyum bahagia, terlihat juga raut kebahagiaan dari wajah kedua orangtunya dan kedua orangtua Salsa.


Setelah acara ijab qabul dilaksanakan dilanjutkan dengan acara prosesi pernikahan lalu acara ramah tamah, semua kerabat dan undangan yang hadir memberikan ucapan selamat kepada Salsa dan Ricky atas pernikahan nya, banyak yang mendoakan semoga pernikahan nya langgeng sampai maut memisahkan.


Giliran Arunika, Aksa, Monic dan Gerry yang akan mengucapkan selamat kepada Salsa dan Ricky.


" Nikaaa.. makasih banget yaa.. "


" Selamat yaa Kakak Ipar " Arunika kepada Salsa lalu dilanjutkan ke Ricky


Semua mengucapkan selamat lalu dilanjutkan dengan foto bersama.


" Kita berdua udah pada drumband nih perutnya, kita doakan kamu segera menyusul ya Sa.. " Monic ke Salsa


" Aamiin .. " Salsa, Ricky, Arunika dan Aksa mengamini ucapan Monic


Arunika dan Aksa mempersilahkan Monic dan Gerry untuk menikmati jamuan yang sudah disiapkan, Arunika karena sedang hamil tua dan bulannya untuk melahirkan ia tidak bisa lama-lama untuk berdiri dan menerima tamu yang hadir, Aksa meminta istrinya untuk istrihat terlebih dahulu, Aksa yang akan menerima para tamu undangan yang hadir di acara pernikahan Kakak Iparnya.


" Monic.. makannya disini " Panggil Arunika


Monic dan Gerry menghampiri meja dimana Arunika sedang duduk beristirahat.


" Gerah banget ya Nik " Monic ke Arunika


" Bangett.. " Arunika sambil mengipasi tubuhnya dengan kipas otomatis


" Padahal ruangan ini udah pake ac loh ya "

__ADS_1


" Mungkin karena banyak orang " Arunika tertawa kecil


Monic hanya mengangguk


" Oya, kehamilan kamu berapa bulan ? " tanya Arunika


" 6 bulan sekarang, Nik "


" Alhamdulillah lancar yaa sampai lahiran "


" Makasih Nik, kamu juga lancar yaa .. sedang menunggu gelombang cinta datang " Monic tertawa kecil


" Iya bener nih.. semoga lancar yaa dek.. " Arunika mengelus-elus perut besarnya karena ia merasa perutnya sangat kencang hari ini.


Arunika beristirahat sambil ngobrol bersama Monic dan Gerry, tidak menyangka persahabatan mereka bisa sampai menikah dan memiliki anak dan yang lebih tidak menyangka lagi Salsa yang menjadi kakak iparnya.


Aksa sesekali melihat keadaan Arunika ke meja tempat istrinya duduk. Ia sedikit khawatir Arunika terlalu lelah sehingga berimbas ke kehamilan nya, karena minggu-minggu ini adalah minggu-minggu waspada bagi Aksa dan Arunika, karena sesuai hitungan harusnya minggu-minggu ini Arunika sudah melahirkan.


" sayang.. gimana ? " tanya Aksa


" Aku masih santai aja duduk disini pah, oya tapi perutku sesekali tegang dan kencang "


" betul ? "


" Acara sekitar satu jam lagi, bagaimana kalau kita meminta ijin untuk pulang lebih dulu, kita ke rumah sakit ya " Aksa selalu merasa khawatir jika urusannya dengan kehamilan Arunika karena saat akan melahirkan Arsya, Arunika sudah keluar air-air karena pecah ketuban terlebih dahulu saat Aksa sedang berada dikantor, ia tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi, ia akan waspada lebih awal.


" Nanti saja pah, masih aman kok "


" Yakin ? "


" Iya.. " Arunika mengangguk


Aksa lalu duduk disamping istrinya menemani Arunika khawatir ia merasakan kembali kencang-kencang di perutnya, ternyata obrolan Arunika dan Aksa terdengar oleh Bude Arunika, Budenya lalu menghampiri Aksa dan Arunika.


" Nik .. kamu sudah merasakan kencang-kencang ? " tanya Bude


Arunika hanya tersenyum sambil mengusap-usap perutnya


" Lebih baik kamu ke rumah sakit sekarang, sepertinya tidak lama lagi kamu akan melahirkan "


" Tuh kan Bude mu juga bilang apa ? " Aksa menimpali


" Sebentar lagi deh, lagipula acara sebentar lagi selesai "

__ADS_1


" Hmm.. kamu... yasudah , Aksa tolong selalu dampingi Arunika ya Bude khawatir seperti nya Arunika akan segera melahirkan "


" Siap Bude " Aksa tersenyum


" Bude tinggal dulu "


Aksa dan Arunika duduk di meja pojok dekat pelaminan, Ibu Arunika yang sesekali melihat ke arah Arunika sepertinya tahu apa yang sedang Arunika alami, karena batas waktu resepsi yang sudah akan berakhir sehingga sudah tidak banyak tamu undangan yang hadir, Ibu Arunika pamit dari pelaminan untuk beristirahat dulu sejenak sekalian melihat keadaan Arunika.


" Nika.. "


" Iya bu " Arunika dan Aksa mendongkakan wajahnya ke arah suara


" Kamu sepertinya akan melahirkan nak, ibu melihat kamu sesekali meringis, apa sudah ada mulas ? "


" Belum bu hanya perut Nika sedikit tegang dan kencang "


" Lebih baik kamu segera ke rumah sakit, lagipula acara sebentar lagi akan selesai, Nak Aksa bawa saja Arunika ke rumah sakit "


Aksa melirik ke arah istrinya " Ayo " Aksa memberikan kode


" Ibu.. ga apa-apa Nika duluan acara belum selesai "


" Tidak apa-apa Nak.. lagipula acara sidah akan selesai, nanti ibu sampaikan kepada Ayah dan Kak Ricky "


" Gimana Mas ? " Arunika kepada Aksa


Aksa hanya mengangguk


" Yasudah, oya bu Siti mana ya ? "


" Kamu tenang saja tadi Siti dan Arsya bersama Mama karena Arsya tidak begitu suka keramaian sehingga Mama membawanya keluar tadi " Aksa menimpali


" Oh ya " Arunika mengangguk


Saat Arunika berdiri dari tempat duduknya, Arunika merasakan ada yang mengalir dari jalan lahirnya.


" Pah.. ini apa ? " Arunika mengangkat sedikit kain jarik yang ia pakai.


" Mah... " Aksa mulai Panik


🍭🍭🍭


Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author.. 😘🥰

__ADS_1


__ADS_2