
Aksa kembali ke kantor setelah mengantarkan Arunika kontrol dan Arunika diantar pulang, ia akan ada meeting untuk pembangunan Klinik Perusahaan.
Di dalam perjalanan
Gerry Calling...
" Halo Ger "
" Mohon maaf pak, bapak sedang dimana ? "
" saya dijalan menuju kantor, habis mengantarkan Nika kontrol ke rumah sakit "
" oh ya pak, ini sudah ditunggu meeting "
" Oke Ger sekitar 15 menit lagi saya sampai, tolong handle dulu persiapkan di ruangan meeting saja "
" Siap pak "
" Terimakasih Ger "
" Sama-sama pak "
Klik telepon ditutup
Aksa kembali memacu mobilnya menuju perusahaan, ia paling tidak ingin di tunggu lama oleh rekan bisnis nya apalagi ini untuk pembangunan klinik yang menjadi kepentingan dirinya dan perusahaan.
Dilain tempat Gerry yang dibantu Rossa mempersiapkan segala sesuatu di ruang meeting, beberapa rekan bisnis Aksa sudah dipersilahkan menunggu di ruang meeting, tidak lama terdengar suara pintu terbuka, Aksa sudah tiba.
" Mohon maaf saya telat "
" Tidak pak, kami baru saja duduk kok " ucap salah satu rekan bisnis Aksa
" Apa kabar, bapak-bapak ? " Aksa kepada rekan bisnis nya
__ADS_1
" Kabar baik pak "
" Alhamdulillah kabar baik "
Setelah bercengkrama sedikit Aksa memulai meeting untuk pembangunan Klinik bersama Gerry dan beberapa rekan bisnis nya yang lain.
" Jadi untuk tenaga kesehatannya seperti dokter, perawat dan yang lainnya kita sudah harus membuka lowongan, nanti saya hubungi bagian HRD dan pemasaran untuk mengiklankan lowongan pekerjaan "
" Baik pak ... mungkin jika ada keluarga atau rekan yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan bisa ikut melamar ya pak " Tanya salah satu rekan Aksa
" Tentu bisa, silahkan saja .. karena semua akan diseleksi terlebih dahulu, hanya mungkin jika dokter saya sudah memiliki satu yang akan saya ajak untuk bekerja sama, hanya saya belum sempat berbicara banyak dengannya "
" oh begitu.. apakah cukup hanya dengan satu dokter saja ? " tanya rekan bisnis Aksa
" Sepertinya memang harus dua ya.. iyaa harus 2 dokter "
" Itu lebih baik pak Aksa "
" Oke.. nah sekarang kita kembali membahas mengenai pembangunan, surat ijin dan lain sebaginya "
Setelah shalat rekan kerja Aksa meninggalkan perusahaan sebelumnya mereka meninjau dulu lokasi pembangunan klinik yang sudah dipasang tanda untuk segera dibangun seluruhnya.
Dilain tempat Arunika yang setelah pulang dari kontrol tadi melihat Arsya yang sedang menangis mencari mama nya. Arsya baru sadar jika mama nya pergi karena tadi pada saat Arunika berpamitan pada Arsya ia sedang asyik bermain bola.
" Sayang.. udah ya nangis nya yaa... mama kan tadi udah ajak Arsya, tapi Arsya nya seneng main bola kan ? " Arunika berusaha membuat Arsya berhenti menangis
" cup.. cup.. cup... kita telepon papa yuu.. " Arsya langsung mendongkakan wajahnya, ia selalu senang jika menelepon papanya.
Arunika mengambil ponselnya di dalam tas ia langsung mencari kontak suaminya langsung melakukan panggilan video, tidak lama Aksa menerima panggilan video dari istrinya.
" Haloo... sayang... "
" Papa.. ini ada yang marah-marah nih.. "
__ADS_1
" Siapa yang marah-marah ? " tanya Aksa
" ini nih pah.. karena ga diajak liat adik bayi katanya " Arunika mengarahkan kamera ke arah Arsya.
Arsya terlihat dengan mata sembab nya.
" Sayang... anak papa kenapa menangis, Arsya kan anak papa yang hebat kan "
" Pa..pa.. pu..yang... " Arsya berbicara ke papanya
" iya sayang.. papa pulang sebentar lagi ya.. papa masukin dulu beberapa laporan " Arsya memperlihatkan pekerjaan nya kepada Arsya
" pa..pa.. cape.. "
" engga sayang.. papa engga cape kok.. Arsya tunggu papa di rumah ya.. mau papa beliin apa ? " tanya Aksa
" es.. klim.. "
" oke.. rasa stroberi ya.. "
" obeli pah.. obeli.. "
" iya sayang.. "
" Arsya udah dulu ya telepon papa nya.. " Arunika kepada Arsya
Arsya hanya mengangguk
" Papa ditunggu di rumah ya.. dadah... ayo nak dadah dulu ke papa "
Arsya melambaikan tangannya ke kamera yang disusul oleh Arsya, setelah itu telepon di tutup dan Arsya sudah tidak menangis lagi.
🍭🍭🍭
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author ya.. 😘🥰