
Rumah Sakit
" Sus, tolong istri saya sudah keluar air-air " Aksa kepada perawat jaga setelah sampai di IGD Kebidanan Rumah Sakit.
" Oh ya, baik pak " Perawat langsung membawa blankar untuk membawa Arunika masuk ke ruangan IGD agar segera diberikan perawatan.
Arunika langsung diberikan perawatan semenjak sampai di rumah sakit, dokter jaga membaca surat yang terselip di buku KIA, surat rekomendasi dari dokter Ramzie.
" Ibu maaf, pasien dokter Ramzie ya ? " tanya dokter jaga kepada Arunika
Arunika hanya mengangguk sambil merasakan gelombang cinta yang mulai sedikit datang.
" Baik, saya akan coba menghubungi Dokter Ramzie terlebih dahulu "
Dokter jaga berjalan menuju mejanya lalu mengambil gagang telepon untuk menghubungi dokter Ramzie seniornya.
Setelah menghubungi dokter Ramzie, dokter jaga meminta perawat untuk segera memindahkan Arunika ke ruang perawatan terlebih dahulu, karena seperti biasa, Aksa akan meminta kepada pihak Rumah Sakit agar istrinya bisa melahirkan di ruangan perawatan nya saja agar bisa lebih santai. Karena saat melahirkan Arsya pun, Arunika tidak melahirkan di ruang bersalin melainkan di ruang perawatan nya.
Tidak lama, setelah dokter jaga memberitahukan kepada Aksa dan Arunika, Arunika dipindahkan ke ruangan perawatan, karena Dokter Ramzie sedang menuju rumah sakit untuk memeriksa Arunika.
Arunika masih bisa ngobrol dan bercanda bersama Aksa, ia meminta suaminya untuk menghubungi Arsya, karena tadi Arsya dibawa oleh oma nya, karena tahu Mamanya Akan melahirkan adiknya.
" Pah.. aku pengen ngobrol sama Arsya " Arunika kepada Aksa
" Oke, sebentar "
__ADS_1
Aksa mengeluarkan ponselnya, lalu langsung menghubungi orangtuanya, Arunika melihat Arsya sedang makan bersama Siti.
" Mama .. dimana ? " Tanya Arsya di sela-sela makannya
" Mama di rumah sakit sayang.. sebentar lagi adik Arsya akan lahir "
" Asiikkk.. Arsya akan punya adik.. Asyikk.. "
Arunika yang melihat Arsya berjingkrak-jingkrak mencoba menenangkan karena sepertinya Siti terlihat kewalahan
" Sayang... nak.. jangan seperti itu, makan nya jangan seperti itu sayang... duduk yang rapih ayo.. sudah dulu ya mama tutup telepon nya, nanti kalau sudah makan mama telepon lagi, Sit.. siti.... "
" Iya bu " Siti menyahut
" Baik bu " Siti membawa ponsel lalu diberikan kepada Omanya Arya
" Nika.. sayang . bagaimana keadaanmu Nak "
" Nika sedang merasakan gelombang-gelombang kontraksi Mah.. "
" kuat sayang.. semangat yaa.. Mama sedang bersiap nanti Mama akan menyusul kalian ke rumah sakit "
" Terimakasih mah, tidak apa-apa ada Mas Aksa disini, kalau begitu Nika tutup dulu ya Mah "
Klik telepon ditutup, Arunika menyerahkan kembali ponselnya kepada suaminya.
__ADS_1
" Sayang mau minum ? " tanya Aksa
Arunika menggeleng ia mulai merasakan mulas yang menjalar dari pinggang menuju bawah perutnya, Aksa yang melihat wajah istrinya mulai berubah segera mengambil posisi untuk mengusap-usap pinggang istrinya.
Tidak lama pintu ruangan diketuk, Aksa berjalan membuka pintu ruang rawat Arunika terlihat Dokter Ramzie dan dua orang perawat sudah berdiri dibalik pintu.
" Siang Pak Aksa " Sapa dokter Ramzie
" Siang dok " Aksa mempersilahkan dokter dan kedua perawat untuk masuk
Dokter Ramzie melihat Arunika yang sedang tidur miring kiri, sambil sesekali memegang ke besi stand infus.
" Siang bu Nika, sudah mulai kontraksi ya, saya periksa dulu ya " Dokter Ramzie yang dibantu oleh suster memasangkan Alat medis untuk merekam denyut jantung janin dan kontraksi yang Arunika alami, semua alat-alat observasi dan alat persalinan nanti sudah dipersiapkan di ruang perawatan Arunika.
"Bagaimana dok ? " tanya Aksa yang selalu penasaran dengan hasil pemeriksaan istrinya
" Kontraksinya bagus, denyut jantung janin nya juga normal, semoga lancar ya sampai nanti waktunya dilahirkan, Bu Nika jika sedang tidak berkontraksi ibu bisa makan dan minum, agar nanti saat persalinan ibu ada tenaga untuk mengejan "
Arunika hanya mengangguk ia masih merasakan kontraksi yang masih sesekali datang.
Setelah memeriksa Arunika dokter Ramzie kembali ke ruangannya, ia berpamit terlebih dahulu lalu ia berpesan jika kontraksi nya semakin kuat dan sudah ada dorongan untuk meneran, ia meminta Aksa untuk segera memanggilnya melalu microphone yang ada di ruangan perawatan.
🍭🍭🍭
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author.. 😘🥰
__ADS_1