
Sesampainya di rumah,Gerry sudah disambut oleh istrinya, Monic karena sedang hamil ia diberikan keringanan oleh Aksa bekerja di hotel masuk pagi hari setiap hari dan pulang pukul 2 siang, jadi Monic akan lebih dulu sampai rumah dibandingkan Gerry.
" Mas .. mau makan dulu atau bersih-bersih dulu ? " tanya Monic
" bersih-bersih dulu aja "
" yaudah aku siapin dulu makannya "
Gerry menuju kamar dan Monic menuju ruang makan untuk mempersiapkan makanan.
Selang 30 menit Gerry belum juga keluar kamar untuk makan, Monic berniat untuk melihat suaminya sudah selesai mandi atau belum, ia masuk kedalam kamar terdengar gemericik air di kamar mandi pertanda Gerry masih di dalam kamar mandi.
" oh masih mandi ternyata " gumam Monic lalu ia duduk di pinggiran kasur sambil menunggu Gerry.
Tidak lama terdengar notifikasi pesan dari ponsel Gerry yang disimpan diatas nakas samping kasur, Monic mendekati ponsel itu melihat ada notifikasi apa, di layar ponsel terlihat pesan dari nomor ponsel tanpa nama hanya sedikit pesan yang dapat monic baca.
+62812 xxxx xxxx
Mas, kok pesan aku ga dibalas, sudah pulang kerja ya.. na......
Hanya itu pesan yang tampil pada layar ponsel Gerry membuat Monic kaget dan bertanya-tanya ia langsung berfikiran yang tidak-tidak kepada suaminya, dalam hati Monic tidak tenang, ia ingin menanyakan langsung kepada Gerry tapi ia bingung untuk memulai, jika ia bilang melihat pesan dari ponsel Gerry ia takut tidak sopan, tapi jika tidak dibicarakan ini akan membuat hati Monic semakin tidak karuan.
Monic semakin gelisah menunggu Gerry keluar dari kamar mandi, jika benar apa yang ada di benakknya tentang suaminya, ia sangat tidak menyangka Gerry bisa berbuat curang seperti itu.
" apa ini cobaan ya Allah di saat aku sedang mengandung anaknya " Batin monic terus saja berkecamuk
" Apa karena aku sedang hamil, tubuhku sudah tidak enak dilihat lagi, apa karena aku semenjak hamil males dandan, Mas Gerry jadi berpaling.. " Batin Monic tak terasa sedikit bulir bening membasahi pelupuk mata Monic
Saat Monic sedang gelisah terdengar suara pintu kamar mandi terbuka ia segera menyeka kasar air mata yang jatuh ke pipinya. Ia melihat Gerry keluar dari kamar mandi lalu tersenyum kepadanya.
__ADS_1
" Udah siap makan nya ? sebentar ya aku ganti baju dulu " Gerry melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian, Monic masih terdiam di tempatnya, ia bingung harus memulai dari mana berbicara dengan Gerry
Setelah memakai pakaian rumah Gerry menghampiri Monic, Gerry mulai curiga seperti ada yang aneh pada sikap Monic.
" kenapa ? diem terus disitu, ayo makan " ajak Gerry
Monic tetap diam menatap Gerry, Gerry menghampiri istrinya ia merangkul Monic, namun Monic menolak menjauhkan tubuhnya dari Gerry, Gerry heran.
" kenapa kamu ? ada apa ? kok tiba-tiba aneh ? " Gerry semakin heran
Monic tetap terdiam tanpa sadar bulir bening membasahi pipinya membuat Gerry menjadi kaget, lalu ia menghampiri istrinya.
" hey... kenapa nangis ? ada apa kamu cerita ? aku ada salah sama kamu ? aku minta maaf ya " Gerry menggenggam tangan Monic
" lepasin " Monic sambil terisak
" kamu cerita dong, aku ga tau kamu ini kenapa ? " tanya Gerry
Gerry langsung membuka ponselnya lalu membaca pesan dari Maya " oh ini penyebabnya " batin Gerry ia langsung tersenyum
" kenapa senyum-senyum ? jadi iya, bener gitu " tanya Monic
" oke aku cerita ya.. jadi gini kemarin itu pak Aksa mobilnya di tabrak sama motor, nah dia hubungi aku kan, dia minta tolong untuk mengurus mobilnya ke bengkel dan sekalian sama motor yang nambrak itu, nah ini nomor yang punya motor "
" kok isi pesan nya gitu ? " tanya Monic
" saya juga ga tau, coba kamu baca aja pesannya nih " Gerry menyerahkan ponselnya
Monic membaca pesan itu
__ADS_1
" aku ga bales kan pesan-pesan nya, aku cuma balas seperlunya aja " balas Gerry
" hmm... tapi kok kesini-kesini isi pesannya kaya gini sih ? "
" ya aku juga ga tau, yang penting aku ga bales kan " Gerry ke Monic
" ini pesan terakhirnya, mas kok pesan aku ga dibalas, sudah pulang kerja ya, nanti kalau ada waktu aku mau traktir makan siang, itung-itung ucapan terimakasih aku karena sudah membetulkan motorku, tuh pesannya gitu kan " Monic ke Gerry
" huuhh... yang penting aku ga balas ! " susul Gerry
" dia suka kali sama kamu ! " Monic beranjak dari duduk nya keluar kamar
" suka gimana, ketemu aja belum pernah, tau juga orang nya engga " Gerry menyusul Monic ke meja makan
Monic sudah duduk, di depan Gerry pun sudah disiapkan nasi diatas piring tinggal diisi lauknya, biasanya Monic langsung mengambilkan untuk Gerry.
" udah dong jangan cemberut " Gerry ke Monic
" Engga kok biasa aja "
" kita kan mau makan, kasian anak kita liat mamanya kok cemberut gitu " Gerry menggoda
" aku ga mood makan " Monic melipatkan tangannya diatas meja
" aku suapin ya.. "
" ga usah "
Gerry menghela nafas panjang " pak Aksa nih gara-gara nya.. kenapa ga nomor ponsel Rossa aja sih yang dia kasih, kenapa harus nomor ponsel aku, runyam kan nih.. " batin Gerry
__ADS_1
🍭🍭🍭
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author ya.. 😘🥰