
Di rumah Aksa
Setelah makan malam Aksa dan Arunika biasanya duduk santai terlebih dahulu diruang tengah sambil menonton televisi, Aksa tidak akan pernah ketinggalan menonton berita mancanegara dan perkembangan pasar saham di Indonesia, namun kali ini setelah makan, saat Arunika sedang mencuci piring bekas makan mereka Aksa pergi ke halaman belakang rumah duduk di gazebo sambil memberi makan ikan.
Arunika selesai mencuci piring berjalan ke arah ruang tengah namun tidak ada Aksa disana, Arunika berfikir Aksa sudah masuk ke kamar atau ke ruang kerjanya. Arunika berniat untuk ke kamar Arsya terlebih dahulu untuk melihat Arsya sudah tidur atau masih bermain bersama Siti. Saat Akan menaiki tangga Arunika melihat pintu kaca yang mengarahkan ke halaman belakang rumah terbuka sedikit, Arunika tidak jadi menaiki tangga, ia berjalan menuju pintu kaca dan terlihat Aksa sedang duduk memperhatikan ikan-ikan koi yang sudah besar-besar.
Arunika berjalan menghampiri Aksa.
" Pah.. sedang apa ? tumben.. ngadem ? " tanya Arunika
" hmmm.. heem.. " Aksa tersenyum lalu mengangguk
" biasanya ngadem di balkon kamar "
" hmm.. lagi pengen disini aja, sini " Aksa mengajak Arunika untuk duduk disebelah nya
Arunika duduk disebelah suaminya " Ada yang papa fikirkan ? " tanya Arunika lagi
Aksa menggeleng " engga ada, hanya saja sepertinya papa bersalah sama Gerry "
" hemm.. Gerry.. papa berbuat salah apa ? " tanya Arunika
" Mama ingat kan tempo hari mobil papa ditabrak motor "
" iya .. terus ? "
__ADS_1
" nah waktu itu walaupun dia yang nabrak papa tetep bawa pengendara motor itu ke rumah sakit dibantu juga oleh warga sekitar yang melihat kejadian, ga lama papa nyusul kan ke rumah sakit untuk memastikan, setelah dokter memberikan penjelasan kalo ternyata semua baik-baik aja, papa pulang "
" heem.. terus ? " Arunika masih menyimak cerita Aksa
" Saat papa akan pulang, si pengendara motor itu minta nomor ponsel papa, katanya sih buat nanyain masalah motor nya, Mama kan tahu Papa jarang memberikan nomor ponsel ke sembarang orang apalagi yang tidak kenal "
" iyaa.. aku tahu, setelah itu Papa pasti kasih nomor Gerry kan ? " Arunika menyelidik
" Tepat ! "
" Pengendara motor nya perempuan atau laki-laki ? "
" Perempuan mah "
" Ihh kenapa ngasih nomor ponsel Gerry pah, kenapa engga kasih nomor ponsel Mba Rossa aja gitu "
" Trus sekarang gimana ? "
" Katanya Monic jadi salah faham ke Gerry "
" Tuh kan Papa sih kasian kan mereka, coba kalau apa-apa itu fikirin dulu dampak nya pah, Gerry kan sudah nikah.. tapi emang kalo ga ada pesan atau sesuatu yang mencurigakan mungkin Monic juga ga jadi salah faham "
" Mamah kok jadi nyalahin papa sih "
" Ya abisnya .. aku harus telepon Monic " Arunika berdiri dari duduknya
__ADS_1
" Mah... " Aksa meraih tangan Arunika sehingga ia menghentikan langkahnya
Arunika berdiri dengan terdiam
" Gerry udah jelasin kok, sejelas-jelasnya.. katanya sekarang sudah aman sih "
" beneran kaya gitu "
" Iya.. cuma tadi Papa ya ngerasa agak aneh aja sama Gerry, tapi papa juga udah minta maaf kok ke Gerry "
" Syukurlah kalo gitu, makanya pah apa-apa itu difikir dulu, jangan sampe kaya gini lagi, kesiapapun itu pokonya.. " Arunika terus saja mengomeli Aksa
" Iyaa.. "
" ckck... perempuan semua samaa.. merepet terus .... ! " gumam Aksa
" Apa papa bilang ?! "
" engga.. ga bilang apa-apa "
" masuk yuu.. udah malem.. " Arunika berjalan meninggalkan Aksa
" huh... nasib... untung sayang... " Aksa berjalan masuk kedalam rumah, mengunci pintu, tidak lupa menutup kembali gorden.
__ADS_1
🍭🍭🍭
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author ya.. 😘🥰