Dosenku Suamiku Season 2

Dosenku Suamiku Season 2
BAB 57


__ADS_3

Salsa kembali dengan aktifitas nya, hari ini dijadwalkan ia dengan Gerry akan ke dinas kesehatan untuk mendaftarkan klinik Sandyakala Corp.


Sebelumnya Salsa akan bertemu dahulu dengan Aksa untuk meminta tanda-tangannya sebagai sarat permohonan perizinin beroperasi nya klinik perusahaan.


Salsa berjalan menuju ruang Aksa, ia tidak naik lift namun menaiki tangga, ia merasa semakin hari tubuhnya semakin melebar, ia ingin lebih banyak berolahraga salah satu dengan menaiki tangga, setidaknya beberapa kalori akan terbuang jika dari lantai 4 menuju lantai 12 dengan menaiki tangga.


Dilantai 9 ia merasa betisnya seperti ada yang menarik


" Lumayan juga nih jalan.. " batin Salsa lalu ia membuka heels nya


Entah mengapa akhir-akhir ini ia sangat menjaga sekali penampilannya, terutama permasalahan berat badan nya.


Sesampainya di lantai 12 ia menghampiri meja Rossa sekertaris Aksa. Sebelumnya ia duduk dulu di sofa samping meja Rossa.


Rossa yang melihat Salsa sedikit aneh dengan nafas yang tersengal-sengal.


" Mba Salsa .. kenapa ? " tanya Rossa


" eh.. Bu Rossa.. ini.. saya habis jalan menaiki tangga dari ruangan saya kesini " Salsa dengan nafas yang masih tersengal


" hah.. dari lantai 4 ? "


" iyaa bu.. "


" memangnya lift karyawan nya mati ? saya telepon teknisi dulu untuk mengecek lift nya " Rossa mengangkat gagang telepon


" bu..bukan bu... " Salsa langsung menyanggah


" lalu ? " Rossa kembali menyimpan gagang telepon


" saya hanya ingin berolahraga saja, dengan menaiki tangga " Salsa tersenyum


" oh... "


" Bu Rossa, Pak Aksa ada ? " tanya Salsa


" Ada, sudah ada janji ? "


" mmh.. belum sih, hanya hari ini saya akan ke dinas kesehatan, untuk menyerahkan berkas permohonan perijinan Klinik, dan memerlukan tanda tangan Pak Aksa "


" oh.. sebentar ya saya coba telepon dulu "


Salsa mengangguk " Terima kasih Bu Rossa "


Rossa pun mengangguk lalu tersenyum, ia langsung menghubungi bos nya melalu interkom kantor, setelah berbicara dengan Aksa, Rossa kembali menutup telepon interkomnya.

__ADS_1


" Mba Salsa .. silahkan masuk saja ke ruangan Pak Aksa "


" oh ya.. terima kasih, saya permisi "


" iya "


Salsa berjalan memasuki ruangan Aksa, Rossa kembali fokus pada layar komputernya.


Tok..tok..tok..


Salsa mengetuk pintu ruangan Aksa


" Masuk " terdengar suara dari balik pintu


Salsa membuka handle pintu lalu masuk kedalam ruangan Aksa.


" Permisi Pak " Salsa ragu-ragu karena baru kali ini ia masuk sendiri ke ruangan Aksa, biasanya ia di temani Gerry atau Rossa.


" ya, ada apa Sa "


Salsa menghampiri Aksa


" maaf Pak, saya hari ini ada jadwal untuk ke dinas kesehatan, untuk menyerahkan permohonan perizinian klinik dan ada beberapa berkas yang harus bapak tandatangani "


" oke, mana ? "


Salsa masih berdiri di tempatnya, Aksa sedang membuka lalu membaca berkas permohonan yang sudah Salsa buat, ia menghentikan membaca lalu mengarahkan pandangannya ke Salsa.


" kamu tidak pegal berdiri disitu ? " tanya Aksa


Salsa hanya tersenyum canggung


" silahkan duduk, ini dikantor bukan di kampus Sa, santai saja "


" oh i..iya pak.. terima kasih banyak "


Salsa duduk tepat di hadapan Aksa.


" Nikaaaa.. kok dia bisa tenang ya, punya suami modelan begini, kalo aku sih kayanya bakal ga tenang kalo dia ke kantor, mana ganteng, baik, kalo ada yang godain gimana, sedangkan di perusahaan ini ada beberapa ratus karyawan yang kadang pakaian ny aja setengah jadi " batin Salsa


Lamunan Salsa dibuyarkan oleh suara Aksa


" sudah .. " Aksa menyodorkan Map berkas ke Salsa


" oh ..iya pak, terima kasih banyak, saya permisi, mungkin sekarang saya akan langsung berangkat bersama Pak Rendi "

__ADS_1


" oke.. "


" permisi pak "


Salsa berlalu keluar ruangan Aksa, Aksa kembali fokus pada beberapa laporan perusahaan.


Saat Salsa berjalan melewati meja Rossa.


" Sudah selesai Mba Salsa " tanya Rossa


" Sudah Mba, oya ruangan Pak Gerry sebelah mana ya ? "


" Itu pintu sebelah kanan " Rossa menunjukkan arah ruangan Gerry


" oh ya, ada diruangan nya ga ? "


" ada, coba saja kesana langsung "


" iya terima kasih Bu " Salsa kembali berjalan keruangan Gerry


ia melihat ruangan nya kosong lalu ia kembali ke meja Rossa.


" Bu, ruangan Pak Gerry kosong "


" mungkin sedang ke ruangan divisi, nanti telepon saja " Rossa kepada Salsa


" mmhh.. saya belum punya nomor ponsel nya, boleh tidak minta tolong untuk hubungi Pak Gerry "


" belum punya telepon Gerry ? padahal kalian selalu bersama-sama untuk urusan klinik perusahaan "


Salsa hanya tersenyum canggung


" baiklah nanti saya yang akan menghubungi Gerry "


" terima kasih banyak Bu Rossa saya permisi "


Salsa meninggalkan meja Rossa menuju lift


" Mba Salsa, ga pake tangga lagi ? " tanya Rossa sedikit tertawa


" engga Bu, betis saya cekot-cekot " Salsa ikut tertawa juga


Salsa menaiki lift kembali ke ruangannya, tidak lama Gerry menghampiri Salsa mungkin Gerry sudah dihubungi oleh Rossa. Mereka lalu pergi untuk mengurus perijinan klinik perusahaan Sandyakala Corp.


🍭🍭🍭

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author.. 😘🥰


__ADS_2