
Aksa masih bertanya-tanya dalam benaknya apa yang terjadi pada Gerry ( Aksa ga sadar sebetulnya ini gara-gara dia hehehe )
Sebelum meeting Aksa mencoba untuk menghubungi Gerry terlebih dahulu, Aksa mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Gerry.
" halo Ger.. keruangan saya sekarang "
sambungan telepon langsung Aksa tutup, tidak menunggu lama terdengar suara ketuk pintu dari luar.
" Masuk " Aksa mempersilahkan masuk
Gerry masuk keruangan Aksa masih dengan ekspresi yang sama seperti tadi saat Aksa bertemu di depan meja Rossa.
" ada yang kamu fikirkan ? " tanya Aksa
" oh euhh.. engga kok pak, memangnya kenapa ? " Gerry bertanya balik
" saya sudah berpuluh tahun kenal kamu, saya tahu kamu Ger, kamu terlihat aneh.. bahkan ini yang pertama kali saya lihat kamu seperti ini, sebelumnya saya tidak pernah lihat "
" euhh engga kok Pak, saya ga ada apa-apa " Gerry gugup
" jangan bohong, ceritakan masih ada waktu sebelum kita meeting " Aksa mendesak Gerry
" Emmhhh... " Gerry bingung untuk memulai darimana
" masalah apa ? perusahan ? atauu.... istri kamu ? " Aksa menyelidik, bukan Aksa namanya kalau tidak kepo tingkat dewa
" mmhh.. iya pak, tp.. sudahlah.. sudah saya jelaskan juga ke monic.. saya rasa monic mengerti, hanya mungkin karena sedang hamil jadi mood nya agak sedikit terganggu "
" Monic ? memangnya kenapa ? ada masalah di hotel ? " tanya Aksa penasaran
" bu..bukan itu Pak.. monic salah faham "
" salah faham ? "
" iya .. "
" kamu selama ini dekat dengan wanita mana lagi ?! " Aksa langsung bertanya dengan nada tinggi
" Saya tidak dekat dengan siapa-siapa pak, saya sudah menikah, hanya saja Monic membaca pesan dari pemilik motor yang tempo hari menabrak mobil Pak Aksa "
" pemilik motor ? terus ? bukannya sudah selesai kan ? kamu bilang dia sudah mengambil motornya ke bengkel "
" iya memang sudah "
" terus ? kamu menggoda nya ya.. " tanya Aksa dengan sedikit senyum
" justru dia yang selalu menghubungi saya pak, itu yang membuat monic salah faham, lagian kenapa sih harus nomor saya yang bapak berikan ke wanita itu, kenapa ga nomor ponsel Rossa atau mungkin nomor bapak saja " Gerry sedikit kesal ia tidak sadar sedang berbicara dengan bos nya
" Apa kamu bilang ? "
" ehh ... mmhh... tidak pak maksudnya ... " Gerry baru sadar dengan apa yang ia ucapkan
__ADS_1
" Duhh salah ngomong lagi, matilah aku... " batin Gerry
" hmmm... " Aksa menghela nafas panjang ia melihat Gerry dengan tatapan intimidasi membuat hati Gerry semakin tidak karuan, Aksa berjalan mendekatkan tubuhnya ke Gerry
" Pak Aksa mau ngapain nih.. " Batin Gerry
Aksa langsung menepuk pundak Gerry
" Sorry yaa.. kalau monic masih salah faham, saya yang bicara sama Monic " Aksa tersenyum ke Gerry
" huuft... " Gerry merasa lega
" Ga usah tegang Ger, biasa perempuan seperti itu apalagi sedang hamil, selama kita tidak berbuat salah, jelasakan saja sejelas-jelasnya " Aksa kepada Gerry
" Iya pak.. "
" Sudah ayo ke ruang meeting "
" baik pak " Gerry mengekori Aksa berjalan menuju ruang meeting
Disana sudah ada Rossa dan beberapa kepala divisi sudah menunggu dan juga Dokter Langit karena beberapa hari yang lalu Aksa sudah menghubungi Dokter langit untuk meeting hari ini, perihal pembangunan dan pengoperasian klinik perusahaan.
...****************...
Kampus Nusa Muda
" Oke beberapa pertemuan kemarin mohon maaf saya tidak bisa mengampu di kelas ini, akan tetapi beberapa laporan dan tugas-tugas yang saya berikan sudah saya terima, dari materi beberapa minggu kebelakang ada yang ingin ditanyakan, sebelum kita mulai ke materi selanjutnya "
" Akhirnya ya bu Nika bisa kembali ngajar " salah satu mahasiswa
" iya bener, kita udah bete aja nih dapet dosen pengganti nya kurang asik .. "
" Bu Nika itu emang hampir 2 bulan ini kemana ya.. "
" ga tau juga sih, tapi dengar-dengar katanya lagi hamil jadi ga masuk itu karena ngidam gitu deh, kita juga kelas dipindahin ke lantai bawah kan, soalnya suami bu Nika yang minta "
" oh gituu.. kok seneng ya jadi Bu Nika, udah cantik, pinter, punya suami Dosen juga, udah ganteng perhatian lagi.. "
" suuttt... udah nanti aja ngerumpi nya di kantin hehehhe "
Mereka kembali fokus ke penjelasan Arunika, Arunika pun fokus menjelaskan kepada mahasiswa-mahasiswanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, Arunika sudah selesai mengajar, seperti biasa setelah mengajar ia menyimpan kembali Absensi mahasiswa ke prodi, ia sudah ditunggu oleh supirnya di parkiran, setelah selesai dari prodi Arunika langsung menuju parkiran untuk kembali pulang ke rumah.
Didalam perjalanan Arunika mendengar suara notifikasi pesan di ponselnya, ia langsung membuka ponselnya ternyata pesan dari Aksa.
Sudah pulang ? atau masih di kampus ? jangan lupa makan siang.. see u
Arunika membaca pesan dari suaminya menjadi senyum sendiri, Arunika langsung membalas pesan itu.
Ini dijalan pulang, jangan lupa makan siang juga ya sayang.. see u too
__ADS_1
Pesan terkirim ke Aksa, Arunika kembali memasukkan ponsel ke tasnya, tidak lama terdengar ponsel Arunika berdering, ia beranggapan itu adalah suaminya, karena biasanya Aksa tidak puas hanya dengan mengirim pesan pasti ia langsung menelpon, Arunika kembali mengambil ponsel dari dalam tasnya, terlihat id pemanggil di layar ponselnya.
" Ibu.. " gumam Arunika
Ia langsung menggeser layar ponselnya ke kotak berwarna hijau.
" Halo bu.. Assalamu'alaikum "
" Waalaikumusalam.. nak apa kabar sayang? "
" Alhamdulillah kabar baik, ibu dan ayah bagaimana ? "
" Syukurlah, Alhamdulillah ayah dan ibu sehat, oya bagaimana kehamilan kamu ? "
" Alhamdulillah bu, sudah mendingan sekarang Nika sudah bisa beraktivitas seperti biasa, ini juga Nika dijalan pulang bu selesai mengajar di kampus "
" Alhamdulillah.. oh begitu, kamu jangan terlalu cape ya nak "
" iya bu, ibu sama sih seperti Mas Aksa " Arunika tertawa
" ya tandanya ibu dan suamimu sayang sama kamu "
" iya bu, terimakasih.. oya bu Ka Ricky gimana kabar nya bu ? "
" Alhamdulillah dia baik, sekarang sepertinya Kak Ricky akan fokus bekerja disini, semua aset kakakmu di luar negeri satu persatu sudah ia ambil dan ia pindahkan kesini "
" syukurlah bu lebih baik seperti itu, hmm bu kalau ibu ada waktu, gimana kalau besok lusa ibu makan malam di rumah, bersama ayah dan kak Ricky "
" dengan senang hati, ibu juga sudah kangen sama Arsya "
" oke bu, ada yang mau Nika bicarakan ke ibu "
" tentang apa ? "
" pokonya nanti ya, saat ibu ke rumah "
" hmm bikin penasaran aja, oke deh kalau gitu, sampai ketemu ya sayang Assalamu'alaikum "
" iya ibu sampai ketemu juga.. waalaikumusalam "
klik telepon di tutup
Sekitar 30 menit perjalanan Arunika sampai di rumah, seperti biasa ia langsung disambut oleh Arsya, Arsya pasti tidak mau lepas dari mama.
" sayang.. mama bersih-bersih dulu yaa.. "
Arsya hanya mengangguk, namun saat Arunika akan beranjak Arsya ikut mengekori Arunika. Arunika tersenyum gemas mencubit pipi anaknya.
🍭🍭🍭
Terimakasih yang sudah mampir.. Dukung Selalu karya-karya Author ya.. 😘🥰
__ADS_1