
Disepanjang jalan Gaby terus menangis. Gaby pun akhirnya memutuskan untuk tidak langsung pulang, karena Gaby tidak mau kalau sampai Dira melihat dia menangis.
Gaby pun memutuskan untuk pergi ke sebuah danau di mana dia dulu sering pergi menyendiri.
Gaby kini duduk di pinggiran danau sambil menangis mengingat setiap perkataan Ilona padanya.
Gaby tidak tahu apa yang telah dia lakukan dulu kepada Erina dan Ilona sehingga membuat mereka membencinya. Hingga sampai Erina meninggal pun Ilona tetap membenci dirinya.
Bahkan sekarang Ilona selalu saja menyalahkan Gaby atas kematian Erina. Padahal dia tahu kalau Gaby tidak ada hubungannya dengan itu semua.
Gaby berada di sana sampai dirinya merasa jauh lebih tenang, sampai tak terasa hari pun kini sudah semakin sore.
Gaby kini memutuskan untuk pulang karena tidak ingin membuat Dira khawatir.
Dan sesampainya Gaby di depan rumah, Gaby merapihkan dirinya agar tidak terlalu terlihat kalau dirinya habis menangis.
Setelah itu Gaby langsung masuk ke dalam rumah dan Gaby berlari masuk ke dalam kamarnya.
Setelah itu Gaby langsung membersihkan dirinya. Setelah selesai membersihkan diri Gaby pun menghubungi Raw.
"Halo."Ucap Gaby saat sabungan telponnya sudah terhubung dengan Raw.
"Halo."Jawab Raw dari sebrang telpon. "Apa yang sedang kamu lakukan?."Sambung Raw yang bertanya pada Gaby.
"Tidak ada. Bagaimana
dengan dirimu?."Jawab Gaby.
"Sama, aku hanya sedang merindukan seorang wanita cantik yang saat ini tengah berbicara denganku di telpon."Jawab Raw.
"Kalau begitu kenapa kamu tidak pergi menemuinya?."Tanya Gaby.
"Tentu saja aku akan menemuinya nanti malam."Jawab Raw.
"Baiklah akan aku tunggu."Ucap Gaby. "Raw aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan mu malam ini."Sambung Gaby.
"Ada apa? Apa ada masalah?."Tanya Raw.
"Aku tahu kalau aku tidak akan pernah bisa berbohong pada mu Raw tentang keadaan ku saat ini, karena itu aku ingin menghabiskan malam ini bersama dengan mu, aku ingin membagi perasaan ku saat ini padamu."Ucap Gaby.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan datang menjemput mu malam ini."Ucap Raw.
Setelah itu sambungan telepon Gaby dan Raw pun terputus. Gaby kini hanya membaringkan dirinya di atas tempat tidur, hingga pada saat waktu makan malam Gaby baru keluar dari dalam kamar dengan pakaian yang rapih.
Dira yang melihat Gaby berpenampilan rapih langsung bertanya pada Gaby.
"Gaby kamu mau kemana?."Tanya Dira.
"Aku mau pergi bersama dengan Raw Kak, dan mungkin malam ini aku tidak akan pulang."Jawab Gaby.
"Tidak akan pulang? Lalu kamu akan tinggal di mana malam ini?."Tanya Dira kembali.
"Mungkin di tempat Raw."Jawab Gaby.
"Apa kamu yakin?."Tanya Dira.
"Aku yakin Kak, saat ini aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan Raw. Aku mohon jangan melarang ku, lagi pula aku dan Raw sebentar lagi akan menikah jadi Kakak tidak perlu khawatir padaku."Ucap Gaby.
"Baiklah, lagi pula kamu sudah dewasa kamu tahu mana yang terbaik untuk dirimu. Dan Kakak hanya minta pada mu untuk menjaga dirimu baik baik."Ucap Dira.
"Jadi kapan Raw datang menjemput mu?."Sambung Dira yang bertanya pada Gaby.
"Ya sudah sekarang kita makan malam dulu."Ucap Dira dan Gaby pun mengangguk.
Gaby akhirnya makan malam bersama dengan Dira dan juga Pangeran sedangkan Deon saat ini masih belum pulang karena ada beberapa urusan yang harus dia selesaikan.
Dan setelah selesai makan malam Raw datang menjemput Gaby. Lalu setelah Raw pamit pada Dira Raw dan Gaby pun langsung pergi.
Di dalam mobil Gaby hanya diam sambil menatap jalanan. Raw sesekali melihat ke arah Gaby, dan Raw tahu pasti saat ini Gaby sedang tidak baik baik saja.
"Ada apa?."Tanya Raw.
"Aku sedih Raw."Jawab Gaby yang kini tidak bisa membendung air matanya lagi.
"Kenapa?."Tanya Raw.
"Aku bertemu dengan Kak Ilona tadi siang, dan seperti biasa Kak Ilona menyalahkan dan menuduh ku di depan umum kalau aku yang membunuh Mamah bahkan Kak Ilona menampar ku."Ucap Gaby.
"Kamu tahukan kalau bukan aku yang menyebabkan Mamah meninggal? Kamu juga tahukan semua apa yang telah terjadi pada Mamah dan Kak Ilona itu karena keegoisan mereka sendiri?. Tapi kenapa selalu aku yang di salahkan oleh Kak Ilona."Sambung Gaby.
__ADS_1
"Aku juga sedih saat tahu Mamah meninggal, aku sangat terluka karena aku belum pernah merasakan perhatian Mamah seperti perhatian Mamah ke Kak Ilona."Ucap Gaby.
Raw kini menepikan mobilnya. Lalu setelah itu Raw langsung memeluk Gaby dan membiarkan Gaby menangis di dalam pelukannya.
Kehilangan seseorang yang kita sayang untuk selamanya memang tidak mudah dan sangat menyakitkan. Tapi apa boleh buat bukankan kah kita tidak bisa menolak takdir.
Setelah Gaby merasa tenang, Raw kembali melajukan mobilnya. Raw langsung pergi ke apartemennya karena memang tidak ada tempat yang ingin mereka tuju.
Dan Raw tahu kalau saat ini Gaby butuh ketenangan. Raw pun langsung membawa masuk Gaby ke dalam apartemen dan apa yang akan terjadi selanjutnya tidak akan ada yang tahu.
____
Di tempat lain, lebih tepatnya di kediaman Dira, Ardian tengah duduk di ruang tamu bersama dengan Dira. Awalnya Ardian ingin mengajak Gaby pergi dan pada malam ini juga Ardian ingin mengungkapkan isi hatinya pada Gaby.
Tapi rencana itu semuanya sia sia karena Gaby pergi bersama dengan Raw, bahkan Ardian tidak tahu kapan Gaby kembali.
"Sebaiknya kamu pulang saja."Ucap Dira.
"Tidak Kak aku akan menunggu Gaby pulang."Ucap Ardian.
"Sebaiknya tidak perlu kamu menunggunya pulang. Karena Kakak juga tidak tahu kapan Gaby akan pulang."Ucap Dira. "Yang jelas malam ini Gaby tidak akan pulang."Sambung Dira.
"Kenapa?"Tanya Ardian. "Kalau Gaby tidak pulang lalu dia akan bermalam di mana Kak? Kenapa Kakak memberi izin Gaby untuk tidak pulang?."Sambung Ardian.
"Memangnya kenapa? Gaby sudah dewasa dan Gaby sudah tahu mana yang terbaik untuk dirinya. Dan Kakak harap setelah ini kamu jangan pernah mendekati Gaby kembali."Ucap Dira.
"Kenapa?."Tanya Ardian.
"Karena Gaby sudah menjadi milik Raw."Jawab Dira. "Gaby dan Raw sudah resmi bertunangan."Sambung Dira.
"Kakak jangan berbohong padaku!."Ucap Ardian.
"Kakak tidak berbohong padamu Ardian."Ucap Dira.
"Aku tidak mengerti dengan pemikiran Kakak, bukankah Kakak menginginkan Gaby bersama dengan diriku, tapi kenapa Kakak malah membiarkan Gaby bertunangan dengan Raw?."Ucap Ardian.
"Kakak memang menginginkan Gaby bersama dengan kamu, tapi apa boleh buat kamu menyia-nyiakan Gaby, kamu menolak Gaby mentah mentah Ardian. Sehingga akhirnya Gaby terluka, dan Kakak tidak bisa membiarkan Gaby terluka karena kamu untuk kesekian kalinya. Karena itu Kakak tidak perduli dengan siapa Gaby bersanding selama Gaby bahagia."Ucap Dira.
Setelah itu Dira pun pergi meninggalkan Ardian seorang diri di ruang tamu.
__ADS_1