
Waktu terus berjalan dan Gaby sudah tertidur kembali, sedangkan Raw masih terjaga.
Raw terus merasa tidak tenang.
"Apa yang akan terjadi, kenapa aku merasa begitu tidak tenang.
Akan mimpiku menjadi kenyataan?." Batin Raw.
Raw menatap Gaby dengan sangat lembut, kemudian Raw menyentuh perut Gaby yang masih rata.
"Ayah sayang padamu.
Ayah berjanji akan selalu menjaga kamu dan Mamah mu apa pun yang terjadi.
Ayah tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti kalian.
Tapi jika suatu saat nanti Ayah sudah tidak mampu untuk itu, Ayah mohon padamu untuk menjaga Mamah kamu." Ucap Raw.
Setelah sekian lamanya Raw menangis. Terakhir kali Raw menangis seperti ini saat melihat Kakak terbujur kaku tidak bernyawa lagi.
Saat itu Raw benar benar kehilangan satu satunya orang yang sangat di sayanginya.
______
Waktu terus berjalan dan cahaya matahari hari pun kini mulai menyinari bumi.
Gaby pun terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Selamat pagi sayang.
Loh, kemana Raw?
Kenapa Raw tidak ada?."Ucap Gaby.
Gaby pun mencari Raw. Karena di dalam kamar tidak ada, Gaby pun mencari Raw di luar.
"Pergi kemana sih pagi pagi begini?."Tanya Gaby pada dirinya sendiri.
"Sayang."Panggil Gaby.
"Kamu sudah bangun?."Tanya Raw yang kini sedang menuruni anak tangga.
Gaby melihat kearah Raw. Raw tersenyum melihat Gaby yang cemberut.
Pagi pagi sudah menghilang, kamu ke atas abis bertemu dengan Kak Dira?."Tanya Gaby.
"Iya, ada beberapa hal yang harus di bicara dengan Kak Dira.
Ayo kita bersiap."Ucap Raw.
Mereka pun pergi ke kamar kembali untuk bersikap sebelum sarapan bersama. Kemudian pergi menjalankan aktivitas mereka seperti biasanya.
{Ok kita skip ya}
________________________________________________
__ADS_1
Bulan terus berganti, semua baik baik saja dan tidak ada masalah yang datang pada mereka. Bahkan kebahagiaan terus datang menghampiri mereka.
Dan tidak terasa kandungan Gaby saat ini sudah masuk usia tujuh bulan.
Saat ini Gaby senang memilih dan berbelanja untuk keperluan anaknya, apa lagi setelah Gaby tahu kalau dia akan punya anak kembar.
Namun di balik semua kebahagiaan yang di rasakan Gaby dan Raw, ada seseorang yang terus mengawasi secara diam diam. Bahkan dia tahu semua tentang Raw, karena targetnya memanglah Raw.
Dia sengaja tidak melakukan rencana secara langsung setelah dia tiba di Indonesia. Dia memilih membiarkan Raw merasakan kebahagiaan yang mungkin sebentar lagi tidak akan dirasakannya.
Dan saat itu dia pun belajar tentang apa saja yang di lakukan Raw, dan seperti apa Raw pada orang orang.
"Semuanya sudah siap Tuan, apakah ini sudah saatnya menjalankan rencana Tuan?."Tanya seseorang pada Taun nya.
"Iya, malam ini kita mulai jalankan rencananya."Jawabnya.
"Baik Tuan."Orang itu pun langsung pergi untuk mulai menjalankan rencana yang sudah di susun dengan baik.
Orang itu pun memanggil anak buah, karena mungkin akan sedikit sulit untuk menundukkan pria yang bernama Raw itu.
Raw sendiri kini masih berada di Rumah Sakit, dia sedang melakukan operasi pada pasien nya. Walau begitu Raw merasakan sesuatu yang tidak enak, entah apa itu tapi yang jelas ini bukanlah tentang operasi yang sedang di lakukan nya.
Karena ini sudahlah keahlian Raw.
"Kenapa aku jadi tidak tenang seperti ini?
Apa mungkin telah terjadi sesuatu?."Ucap Raw dalam hati.
__ADS_1
{Baiklah, perjalan akan kembali di mulai.}