
Setelah hari itu, tidak ada yang tahu di mana keberadaan Rendra.
Dan Julio memutuskan untuk kembali ke negaranya setelah keadaannya jauh lebih baik.
Pada saat Julio akan pergi, Julio bertemu dengan Adrian di bandara. Adrian menatap Julio. Julio tahu pasti Adrian bingung saat melihatnya.
"Tidak perlu melihat ku seperti itu, aku bukan Raw, aku Julio"ucap Julio pada Adrian.
"Aku tahu itu.
Apa yang terjadi pada dirimu kenapa kamu sampai kehilangan kedua kaki kamu?"tanya Adrian.
"Jujur saja, aku kehilangan kaki ku karena aku telah berani mengusik kehidupan Raw dan Gaby, jadi aku seperti ini sekarang"jelas Julio.
"Raw yang melakukan nya?"
"Ya.
Aku tahu kamu mencintai Gaby, dan aku peringatkan kamu untuk tidak mengusik hubungannya dengan Raw, atau kamu akan menyesali nantinya.
Pesawat ku akan segera berangkat, aku pergi dulu"ucap Julio.
Julio pun langsung pergi bersama dengan anak buahnya yang masih tersisa. Julio bersumpah kalau dia tidak akan pernah datang ke sini lagi. Dan dia berharap kalau dia tidak akan bertemu dengan Gaby dan orang orang terdekatnya.
Setelah Julio pergi, Adrian pun pergi untuk segera pulang. Di dalam perjalanan dia selalu memikirkan apa yang di katakan oleh Julio padanya tentang Raw.
__ADS_1
Raw memang tergabung dalam anggota mafia keluarganya, tapi setahu Adrian Raw adalah seorang Dokter. Raw memang terlihat dingin tapi Adrian tidak menyangka kalau Raw bisa sekeji itu.
"Pak kita tidak langsung pulang, kita ke rumah Kak Dira dulu"ucap Adrian pada supirnya.
"Baik Tuan muda"saut supir.
Setelah menempuh perjalanan tiga puluh lima menit, Adrian pun sampai di rumah Dira. Saat akan masuk ke dalam rumah, Adrian melihat Gaby yang sedang berada di taman bersama dengan bayinya.
Adrian pun memutuskan untuk menghampiri Gaby, karena tujuan utamanya datang kesini adalah untuk menemui Gaby.
"Hai Gab"sapa Adrian.
Gaby menengok kearah sumber suara, Gaby pun tersenyum saat melihat Adrian.
"Hai, kamu di sini?"ucap Gaby.
Bagaimana kabar kamu dan anak kamu?"tanya Adrian.
"Ya seperti yang kamu lihat, kami baik baik saja"jawab Gaby.
"Lalu bagaimana dengan Raw?"tanya Adrian kembali, tapi kali ini Adrian tidak menatap wajah Gaby, Adrian memilih melihat pada bayi yang ada di dalam stroller.
Namun karena Gaby hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya, Adrian pun melirik Gaby untuk melihat wajah Gaby.
"Ada apa? Semuanya baik baik saja bukan? Raw sudah kembali berkumpul bersama dengan kamu dan anak kalian bukan?"
__ADS_1
Gaby menggelengkan kepalanya.
"Sudah sangat lama aku tidak melihatnya dan mendengar kabarnya lagi. Bahkan aku tidak tahu di mana keberadaannya saat ini"
"Hmmm.
Oh iya, tadi saat di bandara aku bertemu dengan Julio. Kamu tahu, sekarang dia sudah tidak berjalan lagi"ucap Adrian.
"Tidak bisa berjalan?"tanya Gaby.
"Iya, dia sudah tidak punya kaki lagi.
Iya itu adalah hukuman yang di berikan Raw padanya, karena sudah berani mengusik kehidupan dia.
Jujur aku juga tidak tahu kenapa Raw bisa melakukan hal seperti itu. Menurutku itu sangat keji, bahkan Raw sudah menghabisi tangan kanan Julio dengan sangat tidak manusiawi"ucap Adrian.
"Apa yang kamu katakan Adrian?.
Aku tahu Raw salah satu anggota mafia di keluarga kamu, tapi aku sangat yakin kalau Raw tidak mungkin sekeji itu"bantah Gaby yang tidak terima dengan apa yang di katakan Adrian tentang Raw.
Gaby pun akhirnya memilih pergi meninggalkan Adrian. Gaby tidak mau mendengar sesuatu yang membuat hatinya semakin sakit apa lagi tentang Raw.
"Tapi itu faktanya Gaby"ucap Adrian.
Adrian pun memberikan rekaman suara saat dia bertemu dengan Julio di bandara tadi.
__ADS_1
Gaby tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang, karena sampai saat ini dia tidak pernah bertemu dengan Raw, jadi bagaimana Gaby meminta penjelasan pada Raw tentang ini semua.