Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB 48.


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang di minta oleh Rendra, Q pun langsung mengirim kepala Jeriko pada Julio. Q memastikan bahwa Julio menerima nya dengan sangat baik.


Saat Julio menerima kiriman itu, Julio langsung melempar nya dan pada saat itu kepala Jeriko jatuh menggelinding seperti bola.


"Kenapa kalian diam saja? Cepat ambil dan buang itu jauh jauh dari sini!"teriak Julio.


Setelah itu Julio pun langsung pergi ke kamarnya. Rasanya jantung Julio akan lepas dari tempatnya saat melihat itu.


Karena seumur hidup Julio tidak pernah berurusan dengan hal hal seperti itu, dan pasa saat ini pun semuanya karena rencana yang di susun oleh Jeriko. Karena cintanya yang begitu besar pada Gaby membuat Julio rela melakukan hal seperti ini.


"Bagaimana, apa kamu menyukai hadiah yang aku berikan padamu?"


Julio terkejut saat mendengar suar orang di dalam kamar nya. Julio pun menengok ke arah sumber suara.


Alangkah terkejutnya Julio saat melihat Rendra tengah duduk di sofa.


"Tidak perlu terkejut seperti itu, biasa saja"ucap Rendra.


"Kenapa kamu bisa ada di dalam kamar ku?"tanya Julio.


"Itu bukanlah hal yang sulit untukku.


Oh iya sebaiknya kita bicarakan apa hukum yang pantas untuk mu Julio"


"Hukuman, aku tidak punya masalah dengan mu, hanya ada sebuah ke salah paham sedikit di antara kita, dan aku rasa itu tidak perlu di permasalahkan lagi"jelas Julio.

__ADS_1


"Kamu yakin hanya itu?"tanya Rendra.


"Iya, lagi pula kita tidak pernah bertemu sebelumnya bukan."


"Lalu apakah itu wajah asli mu?Atau kamu mencuri nya dari seseorang?"tanya Rendra dengan tatapan yang tajam.


Julio tidak tahu kenapa Rendra menanyakan tentang hal itu, Julio pun melihat kearah cermin. Memang wajahnya kini bukanlah wajahnya yang sesungguhnya, tapi bagaimana bisa Rendra tahu akan hal itu.


"Aku tidak mengerti dengan apa yang ka.u kamu katakan"ucap Julio.


"Baiklah aku tahu kamu memang bodoh, jadi akan aku katakan dengan sangat jelas.


Aku tahu itu bukan wajah mu yang sesungguhnya, karena dari awal wajah itu adalah milik ku.


Mengerti?."


"Ya, aku adalah Raw.


Jadi sekarang kamu sudah tahu bukan apa saja yang telah kamu lakukan padaku beberapa waktu lalu?Dan karena kamu, aku hampir saja kehilangan anakku.


Jika saja anakku tidak selamat maka kamu harus ikut bersamanya"ucap Rendra.


"Tidak, aku mohon padamu tolong lepaskan aku, aku akan lakukan apa saja jika kamu melepaskan ku"ucap Julio sambil memohon pada Rendra.


"Baiklah, kali aku akan melepas kamu. Pergilah dari sini dan jangan datang kehadapan aku ataupun keluarga ku lagi."

__ADS_1


"Ya aku akan pergi dari sini sekarang juga."


Julio langsung berbalik dan akan berlalu pergi. Namun tiba tiba saja Julio jatuh dan tidak sadarkan diri.


Julio sama sekali tidak sadar jika dirinya terkena jarum yang sudah di beri obat oleh Rendra.


Tak lama Q datang lalu mengangkat tubuh Julio di bantu dengan yang lainnya, kemudian ada juga yang masuk dengan membawa peralatan yang akan di gunakan oleh Rendra.


"Keluarlah!"ucap Rendra.


"Baik Tuan."


Setelah semuanya keluar dari dalam kamar, Rendra pun langsung melakukan sesuatu pada Julio, setelah selesai mereka pun langsung pergi dari sana.


Keesokan harinya, Julio terbangun, Julio melihat ke sekeliling, dia tahu kalau saat ini dia ada di dalam kamarnya.


Kemudian Julio teringat kejadian semalam.


"Aku harus segera pergi dari sini, aku tidak ingin mati sia sia."


Namun tiba tiba saja Julio merasakan ada sesuatu yang aneh dengan dirinya. Julio membuka selimut yang menutupi kakinya.


Alangkah terkejutnya Julio saat dia tidak melihat kakinya.


"Kaki ku, di mana kaki ku, kenapa bisa seperti ini. Tidak aku tidak mau jadi orang cacat seperti ini"ucap Julio.

__ADS_1


Tapi tak lama Julio pun melihat kaki yang di carinya berada di depannya dengan keadaan tergantung.


Julio berteriak dengan sangat keras, Julio menyesali apa yang telah dia lakukan. Mungkin jika tahu akan seperti ini, Julio tidak akan pernah mau mengikuti saran dari Jeriko dan berurusan dengan orang seperti Raw.


__ADS_2