Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB 38.


__ADS_3

Saat sedang berbicara dengan Lusi dan Rendra. Ziko memberitahu kalau dia ada urusan dan tidak bisa mengantar Gaby pulang.


Gaby sempat merasa bingung dengan siapa dia akan pulang nanti.


Akhirnya Gaby pun memutuskan untuk menghubungi Rangga, namun sebelum Gaby benar benar menghubungi Rangga, Rendra langsung berinisiatif untuk mengantar Gaby pulang.


Awalnya Gaby menolak karena merasa tidak enak apa lagi mereka baru kenal, tapi Lusi meyakinkan Gaby untuk pulang bersama dengan Rendra.


"Sudahlah Gaby, pulang saja bersama Rendra. Lagi pula kalian satu arah kok.


Bahkan satu kompleks."Ucap Lusi.


"Benarkah kah?."Tanya Dira.


"Iya, jadi kalau ada apa apa kamu bisa langsung menghubungi Rendra dan minta bantuan padanya."Jawab Lusi.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Gaby.


Gaby pun akhirnya pulang bersama dengan Rendra. Di dalam perjalanan Gaby terus mencuri pandang pada Rendra.


"Ada apa?


Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan padaku?."Tanya Rendra.


"Terlihat ya.

__ADS_1


Sebenarnya aku penasaran kamu itu Rendra Kakak dari suami Raw atau bukan?" Tanya Gaby.


"Menurut mu?."Ucap Rendra yang balik tanya pada Gaby.


"Menyebalkan sekali, kenapa kamu seperti Raw yang selalu saja balik bartanya bukannya langsung menjawab."Ucap Gaby yang merasa kesel pada Rendra.


Rendra tersenyum melihat wajah Gaby yang kesal.


"Baiklah aku minta maaf."Ucap Rendra.


Rendra tiba tiba saja menghentikan laju mobilnya saat ada sebuah mobil yang menghalangi jalannya.


Gaby terkejut saat melihat mobil Raw yang menyalip dan menghadang mobil Rendra.


Saat Raw turun dari mobil, Gaby pun berencana untuk turun dari mobil Rendra, tapi Rendra mencegahnya.


"Tapi----"


Sebelum Gaby menyelesaikan ucapannya Rendra sudah keluar dari dalam mobil.


Jujur saja Gaby ingin tahu seperti apa reaksi Raw saat melihat Rendra, karena bagaimana pun Raw sangat menyayangi dan mengagumi Rendra.


Namun ternyata semuanya di luar dugaan. Bukannya melihat pemandangan yang mengharukan, Gaby justru melihat pertengkaran antara dua pria.


Dan yang membuat Gaby tidak percaya Raw seperti orang yang tak kenal pada Rendra.

__ADS_1


Gaby pun akhirnya keluar dari dalam mobil.


"Hentikan!


Cukup Raw, kenapa kamu melakukan itu pada Rendra?."Ucap Gaby.


"Kenapa memangnya, dia pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Berani beraninya mendekati wanita yang sudah menikah bahkan dalam keadaan hamil. Dasar tidak tahu malu."ucap Raw.


Rendra berjalan mendekat pada Raw lalu berbisik.


"Yang tidak tahu malu itu kamu, kamu bisa berbicara seperti itu tapi tapi kenyataannya kamu sendiri melakukan berbagai cara untuk merebut istri orang, RAW PALSU."bisik Rendra.


Raw terkejut saat mendengarkan ucapan pria yang ada di hadapannya saat ini.


Raw tidak menyangka kalau akan ada yang tahu bahwa dirinya bukanlah Raw yang asli.


"Raw kamu bukan seperti Raw yang dulu, bahkan kamu tidak mengenali wajah kakak kamu sendiri.


Sekarang aku tambah yakin kalau kamu bukan Raw suami aku, kamu palsu."ucap Gaby yang langsung masuk kedalam mobil kembali.


Raw mengejar Gaby dan meminta Gaby untuk keluar dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Gaby buka pintunya Gaby, aku bisa jelasin semuanya."Ucap Raw.


Sedangkan Rendra kini tersenyum puas karena kebodohan yang di buat Raw. Rendra tahu apa yang akan di lakukan Raw saat melihatnya, bagaimana pun juga hanya beberapa orang yang tahu kalau Raw punya kakak yang sudah meninggal. Karena itu Raw memutuskan untuk menjadi Rendra agar bisa membongkar Raw palsu di depan Gaby dengan sendirinya.

__ADS_1


Setelah itu Rendra pun masuk ke dalam mobil dan langsung pergi. Di dalam perjalanan Gaby terus menangis, Rendra membiarkan Gaby menangis agar perasaan kesalnya meluap melalui air mata.


Rendra pun memutuskan untuk membawa Gaby ke kediaman Deon dan Dira. Karena untuk sementara Gaby akan tinggal di sana.


__ADS_2