
Raw sangat sibuk setelah libur satu Minggu. Banyak pasien yang harus Raw tangani hari ini. Tapi untung saja Raw di bantu oleh Lusi, sehingga Raw bisa menyelesaikan semua tugasnya.
"Lusi terimakasih atas bantuannya."Ucap Raw.
"Sama sama, lagi pula itu memang tugas saya."Jawab Lusi tanpa menengok ke arah Raw.
"Sepertinya kamu sedikit berbeda. Apa ada masalah?."Tanya Raw.
"Tidak ada."Jawab Lusi.
"Baiklah kalau begitu."Ucap Raw. "Saya pergi dulu."Sambung Raw yang kemudian pergi meninggalkan Lusi.
Lusi terus melihat Raw yang berlalu meninggalkan dia pergi. Lusi menyentuh bagaian dadanya yang terasa begitu sesak.
"Dari awal seharusnya aku memang tidak memiliki perasaan ini." Batin Lusi.
Lusi pun pergi. Karena sekarang adalah jam makan siang Lusi berniat pergi ke kantin. Karena kurang fokus saat berjalan akhirnya Lusi pun menabrak seseorang.
"Ah maaf maaf."Ucap Lusi. "Maafkan saya, saya benar benar tidak sengaja."Sambung Lusi sambil melihat ke arah orang yang ditabraknya.
Saat itu Lusi melihat sebuah senyuman yang begitu manis.
"Nona Gaby."Ucap Lusi.
"Kamu tidak papa kan Lusi?."Tanya Gaby.
"Saya tidak papa."Jawab Lusi. "Sekali lagi saya minta maaf."Sambung Lusi.
"Tidak papa."Saut Gaby. "Oh iya apa kamu lihat di mana Raw?."Sambung Gaby yang bertanya pada Lusi.
"Sepertinya saat ini Raw sudah berada di ruangannya, lagi pula ini sudah jam istirahat."Jawab Lusi.
"Baiklah kalau begitu aku langsung pergi menemui Raw."Ucap Gaby. "Oh iya aku bawa makanan apa kamu mau?"Sambung Gaby.
"Tidak terimakasih."Jawab Lusi sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu. Aku pergi dulu."Ucap Gaby.
__ADS_1
Setelah itu Gaby pun pergi meninggalkan Lusi. Lusi melihat dengan jelas rona kebahagiaan di wajah Gaby. Lusi pun hanya bisa tersenyum pahit.
_
Gaby terus berjalan menyusuri setiap lorong rumah sakit sampai akhirnya Gaby kini sudah sampai di depan ruangan Raw.
Gaby pun langsung mengetuk pintu ruangan Raw. Namun Gaby tidak kunjung mendapat jawaban dari dalam.
Karena tak kunjung mendapat jawaban dari dalam, Gaby pun mencoba untuk langsung membuka pintu ruangan Raw. Dan ternyata tidak di kunci. Gaby akhirnya memutuskan untuk langsung masuk ke dalam untuk memastikan apakah Raw ada di dalam.
Dan saat Gaby masuk, Gaby tidak melihat keberadaan Raw.
"Sayang...."
"Sepertinya Raw tidak ada di sini?."
"Mungkin dia sedang keluar sebentar. Aku tunggu saja."
Gaby pun menaruh makanan yang dia bawa di atas meja. Dan saat itu seseorang memeluk Gaby dari belakang. Saat Gaby merasakan pelukan itu, Gaby langsung tersenyum dan menyentuh tangan yang melingkar di perutnya.
"Aku dari kamar mandi. Apa yang sedang kamu lakukan di sini?."Jawab Raw yang tengah memeluk Gaby dari belakang.
"Memangnya kenapa kalau aku ada di sini? Apa kamu tidak suka?."Ucap Gaby.
"Mana mungkin, justru aku sangat senang kamu ada di sini."Ucap Raw. "Apa yang kamu bawa?."Sambung Raw yang bertanya pada Gaby saat melihat Gaby menaruh sesuatu di atas meja.
"Aku bawa makanan untuk makan siang kita."Jawab Gaby.
"Kamu masak sendiri?."
"Tidak, tadi aku pergi berbelanja untuk keperluan rumah kita. Dan kebetulan sudah waktunya makan siang, makanya aku sekalian beli makan untuk kamu."Jelas Gaby.
"Ya sudah kalau begitu kita makan bersama. Kamu juga pasti belum makan."Ucap Raw.
Gaby pun mengangguk karena memang dia belum makan dan dia pun sengaja membeli makan untuk Raw dan juga dirinya.
Setelah selesai makan Raw bertanya apa saja yang Gaby beli. Dan saat itu Gaby pun bercerita pada Raw kalau dia bertemu dengan Ilona.
__ADS_1
Lalu Raw ingin Gaby menceritakan apa saja yang di katakan oleh Ilona padanya. Gaby pun langsung menceritakan semuanya pada Raw, tantang keinginan Ilona.
"Lalu apa jawaban kamu?."Tanya Raw.
"Aku menolaknya."Jawab Gaby.
"Bagus."Ucap Raw. "Aku tahu Ilona adalah Kakak kamu, tapi aku harap kamu jangan terlalu dekat atau pun menjalin sesuatu dengan dia. Kamu tahu sendiri kenapa aku berbicara seperti ini dan aku harap kamu mengerti itu."Sambung Raw.
"Iya aku tahu. Aku juga berpikir sama seperti kamu."Ucap Gaby.
Raw tersenyum lalu Raw pun mengusap rambut Gaby.
Saat itu telpon Gaby berdering. Gaby pun langsung mengambil dan mengangkatnya.
"Halo Kak."Ucap Gaby saat sambungan teleponnya sudah terhubung.
"Halo Gaby. Apa yang sedang kamu lakukan?."Tanya orang yang ada di sebrang telpon yang tak lain adalah Rangga.
"Tidak ada. Aku hanya sedang duduk bersama Raw "Jawab Gaby.
"Ada apa Kak?"Sambung Gaby.
"Tidak ada papa."Jawab Rangga. "Oh iya, nanti malam apa kamu ada acara?."To Anya Rangga.
"Tidak ada."Jawab Gaby.
"Kalau begitu kamu dan Raw datang ke rumah Kakak ya, untuk makan malam bersama."Ucap Rangga.
"Baiklah, nanti malam aku dan Raw akan datang ke rumah Kakak."Jawab Gaby.
"Ok, Kakak tunggu."Ucap Rangga.
Setelah itu sambungan telepon mereka pun terputus. Kemudian Gaby pun memberitahu Raw kalau Rangga mengundang untuk makan malam bersama di rumahnya.
Dan tentu saja Raw menyetujuinya.
Saat jam istirahat Raw telah habis, Gaby pun pamit untuk pulang. Karena masih banyak yang harus Gaby kerjakan.
__ADS_1