Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB 20


__ADS_3

Karena malam semakin larut akhirnya Gaby pamit untuk pulang. Sedangkan Deon dan Dira masih berada di rumah Rangga.


Mereka berbicara tentang bagaimana mengatasi Ilona yang semakin lama semakin menjadi. Mereka takut kalau suatu saat nanti Ilona akan melakukan sesuatu yang tidak baik.


"Aku merasa semakin lama Ilona semakin berani saja."Ucap Rangga. "Aku takut kalau sewaktu waktu dia akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan."Sambung Rangga.


"Yang kamu katakan memang benar. Dan aku yakin apa yang kita pikirkan tentang dia pasti akan terjadi. Apalagi dia sangat membenci kita semua terutama Gaby."Saut Dira.


"Kenapa kalian tidak mengirim dia ke tempat yang jauh."Ucap Karisma. "Maaf sebelumnya bukannya aku ingin ikut campur, aku hanya ingin memberi saran."Sambung Karisma.


"Tidak masalah."Ucap Dira.


"Tapi mengirim Ilona ke tempat yang memang bukanlah hal yang sulit. Tapi bukan berati juga mudah."Sambung Dira.


"Kenapa bisa begitu?."Tanya Karisma.


"Ilona sampai saat ini masih sah menjadi istri Felix. Meskipun Felix tidak memperdulikan Ilona tapi Felix masih memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Selama Ilona meminta sesuatu yang masuk akal Felix akan memberikannya. Hanya satu permintaan Ilona yang tidak akan pernah Felix kabulkan, yaitu sesuatu yang berkaitan tentang Felix."Jelas Dira.


"Maksudnya hubungan suami istri di atas tempat tidur?."Tanya Karisma. Dan Dira pun mengangguk.


"Kenapa begitu?."Tanya Karisma kembali.


"Karena Felix masih sangat mencintai Dira. Tapi cinta itu kini sudah sedikit bercampur dengan dendam."Saut Rangga.


Karisma yang mendengar ucapan Rangga tentu saja terkejut.


Karisma tahu pasti di balik semua ini ada awal yang begitu rumit untuk di ceritakan. Dan Karisma juga tidak begitu yakin kalau d ini a mendengar ceritanya dari awal dia akan mengerti. Yang jelas Karisma harus berhati hati dengan wanita yang bernama Ilona.

__ADS_1


__


Karena malam yang kini sudah sangat larut, akhirnya Deon dan Dira pamit untuk pulang. Di dalam perjalanan Deon dan Dira berdiskusi tentang Ilona. Sampai akhirnya Deon memutuskan untuk membiarkan Ilona terlebih dahulu karena selama ini Ilona tidak pernah melakukan sesuatu yang berlebihan. Dan yang di lakukan oleh Ilona hanya sekedar mengancam.


Dira pun menyetujui keputusan Deon. Dan Dira juga tidak ingin ambil pusing. Kalau pun suatu saat nanti Ilona sampai melakukan sesuatu, makan Dira akan melakukan sesuatu yang akan membuat Ilona jera.


Setelah empat puluh menit akhirnya Deon dan Dira sampai di kediaman mereka.


Mereka pun langsung masuk. Namun sebelum mereka pergi ke kamar mereka, mereka menyempatkan untuk pergi ke kamar Pangeran. Deon dan Dira memang sengaja tidak pernah membawa Pangeran kemana pun mereka pergi, apa lagi jika mereka tahu kalau mereka akan kembali larut malam.


Mereka tidak mau kalau sampai Pangeran kelelahan.


Setelah memastikan kalau Pangeran baik baik saja, mereka pun langsung pergi ke kamar mereka untuk beristirahat.


_______


Sedangkan kini, tepatnya di rumah Ilona.


"Halo sayang, sudah lama kita tidak bertemu. Apakah kamu merindukan aku?."Tanya Ilona.


"Tidak perlu basa basi. Apa yang kamu inginkan?."Ucap Felix dari sebrang telpon.


"Aku senang ternyata kamu tahu maksud aku menghubungi kamu. Tapi aku akan jauh lebih senang kalau kamu bisa menemani aku malam ini."Ucap Ilona. "Memangnya kamu tidak merindukan setiap permainan atau pun sentuhan ku?."Sambung Ilona.


"Cukup Ilona cepat katakan keinginan kamu, atau aku akan menutup telponnya sekarang juga."Ucap Felix.


"Baiklah. Aku mau kamu berikan aku uang kembali."Ucap Ilona.

__ADS_1


"Berapa?."Tanya Felix.


"Tidak banyak, aku hanya butuh dua ratus juta."Ucap Ilona.


"Baiklah. Tapi ingat Ilona ini yang terakhir kalinya untuk dua bulan ke depan."Ucap Felix.


"Ok, tapi kalau sewaktu waktu uangnya habis dan aku butuh kesenangan, aku harap kamu bisa datang dan menemaniku."Ucap Ilona sambil tersenyum. Namun sambungan telepon Ilona dan Felix sudah terputus.


Ilona hanya tersenyum kecut saat mengetahui kalau sambungan teleponnya sudah terputus. Ilona kemudian duduk sambil menghisap sebatang rokok. Tak lama dari itu Ilona langsung tersenyum saat mengetahui kalau Felix sudah mengirimkan uang yang di mintanya.


Tapa berpikir panjang Ilona langsung mengambil tasnya lalu pergi dari rumah menuju sebuah bar yang biasa dia datangi bersama dengan teman temannya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit Ilona pun kini sudah sampai di bar.Ilna langsung masuk dan menghampiri teman temannya yang sudah datang lebih awal dari dia. Malam itu Ilona habiskan dengan bersenang senang di sana.


Semua itu bukanlah hal baru lagi untuk Ilona. Karena semenjak meninggalnya Renata dan pernikahannya dengan Felix tidak jelas. Meskipun Felix memenuhi semua kebutuhan Ilona, tapi Felix tidak pernah menjalankan tugasnya sebagai suami. Sebagai seorang wanita dewasa yang normal tentu saja Ilona memiliki hasrat untuk berhubungan dengan seorang pria. Karena Felix tidak pernah mau berhubungan dengan Ilona, terpaksa Ilona pun mencari pria dia luaran sana untuk memenuhi hasratnya itu.


Karena itu pulalah Ilona sangat membenci Dira dan juga Gaby. Tapi apa boleh buat jika berurusan dengan Dira, Ilona masih tidak mampu. Tapi Gaby, Ilona sangat yakin kalau suatu saat nanti dia bisa menghancurkan hidup Gaby dan membuat Gaby merasakan apa yang dia rasakan.


Saat Ilona sedang menikmati minumannya, Ilona melihat seseorang yang tidak asing. Ilona pun berinisiatif untuk menghampirinya. Dan saat Ilona berdiri tepat di belakang orang itu, Ilona mendengar ucapan orang itu. Yang mencurahkan isi hatinya tentang perasannya pada Raw.


"Bukankah kita bertemu dan bersama lebih lama di bandingkan Gaby. Tapi kenapa kamu lebih memilih mencintai Gaby di bandingkan aku? Apakah karena Gaby adik Nona Dira?. Tapi Raw cintaku tidak sebanding dengan cinta yang di miliki Gaby untuk mu."Ucap orang itu yang tak lain adalah Lusi.


Ilona yang mendengar semua itu langsung tersenyum penuh arti. Akhirnya Ilona pun duduk di samping Lusi. Ilona pun menemani Lusi minum sampai akhirnya Lusi tidak sadarkan diri.


Setelah itu Ilona membawa Lusi pulang ke rumahnya.


Di dalam perjalanan Ilona sudah memikirkan rencana rencananya yang akan di jalankan dengan bantuan Lusi. Dan Ilona yakin rencananya pasti berhasil.

__ADS_1


"Tunggu saja permainan ku Gaby. Aku akan membuat kamu menderita perlahan lahan."Ucap Ilona.


"Aku tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan Gaby kalau sampai pria yang di cintainya bersama dengan wanita lain. Atau jangan-jangan Gaby akan langsung bunuh diri, Hahaha bagus bagus itu yang aku harapkan."Ucap Ilona.


__ADS_2