Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB 50.


__ADS_3

Gaby terus saja memikirkan apa yang di katakan oleh Adrian padanya.


"Tidak, dia sudah berjanji kalau dia tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. Sekarang dia hanya seorang Dokter.


Aku harus percaya padanya."


Saat sedang memikirkan semua itu, tiba tiba saja handphone Gaby berdering. Gaby tidak tahu siapa yang menelponnya malam malam begini.


"Nomer tidak di kenal, siapa?"


Awalnya Gaby memutuskan untuk tidak mengangkat telepon itu. Tapi karena terus menelpon, akhirnya Gaby pun mengangkat telpon itu.


"Halo"


"Halo, bagaimana kabarmu?"ucap orang di sebrang telpon.


Gaby tahu dan sangat hapal dengan suara itu. Tanpa sadar Gaby meneteskan air matanya.


"Sudah begitu lama, kita tidak pernah bertemu bahkan untuk saling memberi kabar pun tidak. Dan sekarang kamu bertanya bagaimana kabarku.


Selama ini aku selalu berusaha untuk baik baik saja demi anak kita. Tapi kenyataannya aku tidak baik baik saja, hati sakit apa lagi jika aku mendengar sesuatu tentang kamu yang tidak tidak"ucap Gaby.

__ADS_1


"Sesuatu tentang aku? Apa?"Tanya Rendra.


"Jujur saja Adrian memberitahu ku kalau kamu sudah membuat Julio cacat seumur hidupnya, dan kamu pun susah menghabisi tangan kanannya dengan sangat tidak manusiawi.


Tapi aku yakin kalau kamu tidak akan melakukan hal itu kan, karena kamu pernah berjanji padaku kalau kamu tidak akan pernah melakukan sesuatu seperti itu lagi"


"Tapi kenyataannya memang seperti itu Gaby, aku melakukan nya"


"Tapi kenapa?"


"Kamu tidak akan mengerti kalau pun aku menjelaskannya"ucap Rendra, kemudian sambungan telepon pun terputus.


Gaby tidak percaya Raw bisa mengatakan hal seperti itu padanya. Gaby merasa kalau Rendra sangat berubah dan lebih tertutup. Bahkan rasanya Raw lebih dingin dari yang pernah dia kenal dulu.


Kenapa harus seperti itu? Apa mungkin yang sekarang adalah sikap aslinya?.


Gaby tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Apakah Gaby bisa dengan Raw yang kini menjadi Rendra. Apakah perasaannya akan sama atau justru tidak sama sekali.


Karena tidak bisa tenang akhirnya Gaby memutuskan untuk menghubungi Dira yang saat ini sedang pergi entah kemana.


"Halo Kak, aku ingin menanyakan sesuatu pada Kakak. Tapi aku rasa aku tidak bisa bicara melalui telpon"ucap Gaby saat sambungan teleponnya sudah terhubung dengan Dira.

__ADS_1


"....."


"Baiklah"


Gaby pun akhirnya berbaring sambil menunggu kedatangan Dira.


_______


Sedangkan kini Rendra sedang sibuk menangani anaknya yang tiba tiba saja kritis kembali.


"Tuan, Jantung Tuan muda sangat lemas bahkan saya rasa Tuan muda tidak akan bisa bertahan lama jika hanya mengandalkan jantungnya ini"


"Iya aku tahu itu, tapi aku tidak akan pernah menyerah untuk menyelamatkan hidupnya. Aku yakin pasti akan ada jantung yang cocok untuknya"saut Rendra.


Rendra menatap wajah anaknya yang tidak berdaya. Selama ini Rendra sudah berusaha untuk mempertahankan kehidupan pada anaknya itu.


Hanya saja saat ini Rendra belum bisa menemukan jantung yang cocok untuk anaknya. Tapi itu bukan suatu hal yang akan membuat Rendra menyerah begitu saja.


Handphone Rendra berdering, saat Rendra melihat nomor rumah sakit yang menelponnya, Rendra pun langsung mengangkat telpon itu.


Mata Rendra terbelalak saat mendengar apa yang dikatakan oleh pihak rumah sakit. Kemudian dengan sangat cepat Rendra pun pergi ke rumah sakit. Tidak lupa sebelum pergi Rendra memastikan keadaan anaknya terlebih dahulu, setelah itu baru dia pergi.

__ADS_1


Saat dalam perjalanan Rendra benar benar penuh harap kalau yang kali ini akan cocok.


__ADS_2