
Pada siang harinya saat Lusi sudah mulai bertugas di rumah sakit, dia merasa sedikit mengantuk dan kelelahan.
Saat itu Lusi memutuskan untuk istirahat sebentar di sofa ruangannya.
Lusi pun langsung terlelap, karena terlalu nyenyak Lusi pun tidak sadar kalau ada orang yang masuk ke dalam ruangannya.
Orang itu pun menaruh makanan yang di bawanya di atas meja, karena tidak ingin mengganggu istirahat Lusi, dia pun menulis pesan di kertas agar bisa di baca Lusi, setelah itu dia pun pergi.
______
Di tempat lain Gaby sedang bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Gaby melihat ke arah Raw yang masih tertidur pulas.
"Sayang kamu kok belum bangun sih?."Tanya Gaby sambil mengguncang tubuh Raw.
"Lima menit lagi sayang, aku masih mengantuk.
Kamu tahukan aku baru pulang jam tiga pagi."Jawab Raw.
"Tapi aku mau ke rumah sakit, periksa kandungan.
Kamu lupa ya?."Ucap Gaby.
"Iya aku tahu."Ucap Raw yang langsung bangun dari tempat tidur lalu pergi ke kamar mandi.
Gaby pun tersenyum. Setelah selesai bersiap Gaby keluar dari kamar dan menunggu Raw di meja makan.
Gaby pun mengambilkan makan untuk Raw di piring. Tak lama Raw pun menghampiri Gaby, kemudian duduk di samping Gaby.
"Sayang mana sarapan aku?."Tanya Raw.
"Sarapan?
Itu di depan kamu apaan coba, masih nanya sarapan di mana."Ucap Gaby.
"Sayang mana mungkin aku sarapan seperti ini, aku mana bisa. Kalau sarapan itu cukup roti sayang."Ucap Raw.
Raw pun mengambil Roti lalu dia oleskan selai kacang dan coklat, kemudian langsung dia makan. Gaby terdiam sesaat memerhatikan Raw.
"Sayang kamu kenapa?."Tanya Raw.
"Ah, aku nggak papa kok.
Oh iya aku mau liat Kak Rangga udah bangun belum."Ucap Gaby yang kemudian langsung pergi ke kamar yang di tempati Rangga.
Tok tok tok.
"Kak....Kakak."Panggil Gaby dari luar.
__ADS_1
CEKLEK.
Pintu pun di buka. Kemudian Gaby pun langsung masuk ke dalam kamar lalu mengunci kamar itu. Rangga bingung kenapa Gaby masuk lalu mengunci pintu bahkan Gaby terlihat gelisah.
"Gaby kamu kenapa?."Tanya Rangga.
"Kak aku udah nggak tahan lagi, ini sudah benar benar aneh dan aku merasa Raw sekarang bukan lah Raw yang dulu, bukan Raw suami aku."Ucap Gaby.
"Maksud kamu apa sih Gaby, bukan suami kamu gimana?."Tanya Rangga, Rangga tahu kalau Raw sekarang bukanlah Raw suami Gaby tapi apa boleh buat Rangga tidak mau kalau sampe Gaby banyak pikiran yang akan berdampak pada kandungannya.
"Ah....Aduh."Rintih Gaby saat merasakan sakit di bagian perut nya.
"Kamu kenapa Gaby?."Tanya Rangga.
"Perut aku sakit Kak."Jawab Gaby.
Rangga pun memapah Gaby untuk duduk di atas tempat tidur.
"Sudahlah Gaby kamu jangan terlalu banyak pikiran, kamu tahu kan kalau kamu banyak pikiran itu bisa mempengaruhi kandungan kamu."Ucap Rangga.
"Tapi Kak...."
"Gaby please, demi anak kamu."Ucap Rangga, Gaby pun diam dan menundukkan kepalanya.
Rangga pun langsung memeluk Gaby hingga membuat Gaby menangis.
Hingga kemarin Julio datang, dan kenapa rasa rindu itu seakan terobati.
Tapi Kak.
Aku baru sadar, kenapa suara Julio mirip dengan suara Raw ya Kak. Dan pada saat Julio menyentuh perut ku, tiba tiba saja janin aku bergerak. Padahal sudah beberapa hari aku tidak merasakan pergerakan janin aku."Ucap Gaby.
"Oh iya, kamu sudah cerita pada siapa saja tentang ini?."Tanya Rangga. Dan Gaby pun menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak memberitahu pada siapa pun tentang ini, aku takut kalau kalau sampai Raw tahu karena pasti dia akan marah padaku karena menemui Julio."Ucap Gaby.
"Ya sudah kalau begitu kamu jangan katakan pada siapa pun tentang hal ini ok."Ucap Rangga.
"Iya." Saut Gaby.
Karena terlalu lama di dalam kamar Rangga, Raw pun mengetuk pintu kamar Rangga.
Rangga keluar dari dalam kamar.
Kemudian Rangga pun meminta Raw untuk pergi dan membiarkan Gaby istirahat di kamar terlebih dahulu. Rangga pun memberitahu Raw tentang kondisi Gaby padanya dan akhirnya Raw pergi untuk membiarkan Gaby istirahat.
_____
__ADS_1
Gaby pun akhirnya pergi ke rumah sakit bersama dengan Raw. Awalnya Gaby menolak, tapi Rangga meyakinkan Gaby dan akhirnya Gaby pun mau pergi bersama dengan Raw.
Sebenarnya Gaby ingin melupakan semuanya, tapi tidak bisa. Semuanya terasa mengganjal dalam hati pikirannya.
Gaby pun masuk ke dalam ruangan Lusi. Saat itu Lusi sedang membaca surat yang di tinggalkan Ziko untuk nya.
"Gaby."Ucap Lusi.
"Hai Lusi, aku mau periksa kandungan."Ucap Gaby.
"Baiklah kalau begitu ikut aku."Ucap Lusi.
Saat mereka sampai di tempat untuk memeriksa kandungan Gaby, Gaby masuk dan Raw pun mengikuti dari belakang. Tapi tiba tiba saja Lusi menghadang Raw dan memintanya untuk tidak ikut masuk.
"Kenapa kamu melarang ku untuk ikut melihat perkembangan bayiku."Ucap Raw.
"Karena aku suka ketenangan saat memeriksa pasien ku, kamu tidak lupa kan Dokter Raw."Ucap Lusi.
"Tapi----"
Lusi langsung menutup pintu tanpa mendengarkan perkataan Raw lebih dulu. Raw sangat kesal saat itu, dia tidak terima dengan apa yang di lakukan Lusi padanya.
"Sialan, lihat saja nanti aku akan buat perhitungan dengan kamu, Dokter sialan."Ucap Raw.
Sedangkan kini di dalam ruangan Lusi tengah fokus memeriksa Gaby. Namun pada saat Gaby melihat bayinya di layar monitor, air mata menetes.
"Bayinya sehat.
Kamu sampai menangis seperti itu pasti karena terlalu bahagia ya, melihat anak kamu tubuh dengan baik dalam kandungan kamu dan tidak akan lama lagi dia lahir ke dunia."Ucap Lusi sambil tersenyum.
"Ya aku memeng senang, sekaligus sedih."Saut Gaby.
"Sedih kenapa?."Tanya Lusi.
"Aku merindukan suamiku Lusi.
Aku tahu kamu pasti merasa heran kan dengan apa yang aku katakan, Raw ada bersama dengan ku tapi aku selalu merasa rindu padanya seakan akan dia berada di tempat yang jauh.
Tapi hati dan pikiran aku nggak bisa bohong Lusi, aku merasa kalau Raw yang ada bersama dengan ku bukanlah suami aku."Ucap Gaby sambil menangis.
"Cukup Gaby, sebaiknya kamu jangan terlalu banyak memikirkan apa pun. Di saat ini kamu tidak boleh banyak pikiran apa lagi kelelahan.
Kamu tidak mau bukan kalau terjadi sesuatu pada anak kamu nantinya?
Jadi untuk saat ini aku mohon banget sama kamu untuk tidak memikirkan apa pun, kamu hanya perlu menjalani hidup kamu seperti biasanya mengerti."Ucap Lusi.
Gaby pun langsung memeluk Lusi sambil menangis tersedu sedu. Lusi tidak tega melihat keadaan Gaby saat ini, dan hari ini Lusi sadar bahwa Raw dan Gaby tidak bisa di pisahkan karena mereka dapat merasakannya.
__ADS_1