Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB 46.


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu dengan begitu cepat, dan semuanya berjalan seperti tidak terjadi apa pun. Kini Gaby tinggal bersama dengan Deon dan Dira. Gaby bahagia bersama dengan anaknya, meskipun Gaby tidak tahu kalau kedua anaknya masih hidup.


Dan selama satu bulan ini Julio terus berusaha untuk menemui Gaby, Julio tetap mengaku kalau dirinya adalah Raw suami dari Gaby, meskipun semuanya sudah tahu kalau dia adalah Julio.


Tin tin tin.


"Hei bukakan gerbangnya!."ucap Julio.


"Maaf, anda tidak di perbolehkan masuk ke dalam oleh Tuan."ucap satpam rumah Deon.


"Kenapa?


Istri dan anak ku ada di dalam, lalu kenapa aku tidak boleh masuk untuk menemui mereka?."


"Maaf Taun, anda tidak bisa menipu saya.


Saya sudah tahu kalau anda bukan Tuan Raw, karena Tuan Raw yang asli sudah tiada."


Karena tidak bisa masuk akhirnya Julio pun pergi dari sana. Tapi Julio tidak benar benar pergi dari sana, Julio terus mengawasi kediaman Deon.


Sampai akhirnya ada sebuah mobil datang, dan Julio pun melihat wajah pria yang ada di dalam mobil itu. Julio ingat kalau itu adalah pria yang pernah bersama Gaby, dia yang bernama Rendra.

__ADS_1


Julio pun memotretnya, lalu mengirimkan foto itu pada Jeriko.


Pada saat Jeriko melihat foto yang di kirimkan Julio, Jeriko menatap foto itu dengan rasa tak percaya.


Jeriko mengepalkan tangannya, kemudian Jeriko pun melempar handphonenya.


"Bagaimana mungkin bisa dia masih hidup setelah mendapatkan luka yang begitu parah, meskipun dia punya julukan Dokter Dewa tapi tidak mungkin dia akan selamat.


Bahkan aku pun melihat dengan mata kepala ku sendiri saat dia di kuburkan.


Apa mungkin yang ada di dalam peti itu bukan dia tapi orang lain?


Tidak, aku harus memastikan sendiri siapa dia sebenarnya."ucap Jeriko yang kemudian pergi dari markasnya.


"Tuan Rendra, Nyonya Dira dan Tuan Deon menunggu anda di atas."ucap seorang pelayan.


"Ya, aku akan kesana.


Jika Gaby bangun dan mencari bayinya katakan kalau bayinya bersama dengan ku."


"Baik Tuan."

__ADS_1


Rendra pun pergi ke atas untuk menemui Dira dan Deon. Sesampainya di sana Deon mempersilahkan Rendra untuk duduk, tapi Rendra memilih untuk tetap berdiri karena takut bayinya akan menangis.


"Langsung saja pada intinya, Rendra kamu tahu kamu adalah Ayah dari bayi bayi itu, tapi kamu jangan lupa Gaby pun punya hak atas bayi bayi nya,---"


"Aku tahu itu, dan jika apa yang ingin Tuan Deon katakan adalah tentang bayi yang berada di tangan ku, Tuan Deon sudah tahu jawabannya.


Dia aman dan keadaannya pun semakin membaik, kalian tidak perlu khawatir."ucap Rendra memotong ucapan Deon.


"Tapi sampai kapan kamu akan menyembunyikan nya dari Gaby, Gaby berhak tahu kalau anaknya masih hidup Rendra."saut Dira.


"Suatu saat, jika semuanya telah usai aku akan kembali bersama dengan bayiku pada Gaby."jawab Rendra.


"Usai?


Apanya yang usai?."tanya Deon.


Bukannya menjawab pertanyaan Deon Rendra justru menyerahkan bayinya pada Dira kemudian berlalu pergi begitu saja tanpa menjawab atau menjelaskan apa pun pada Deon dan Dira.


Deon dan Dira tidak dapat mengerti apa maksud dari semua yang di lakukan Rendra. Rasanya ada sesuatu yang begitu besar yang saat ini tengah di sembunyikan oleh Rendra dari semua orang.


Perhatian!

__ADS_1


(slow up)


__ADS_2