Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB. 40


__ADS_3

Julio pulang ke rumah yang sudah di belinya untuk menjadi markasnya. Julio masuk membawa semua amarahnya.


Apa lagi saat Julio melihat ke arah kaca.


"Aarrggghh."


Pranggggg.


Kaca itu langsung hancur berkeping keping saat di lempar vas bunga oleh Julio.


Jo yang melihat itu, langsung memanggil Jeriko.


Tak berselang lama akhirnya Jeriko datang menghampiri Julio.


"Ada apa ini Tuan?."


"Semua yang sudah kita rencanakan dan lakukan dari awal semuanya sia sia. Sekalipun aku sudah merubah wajah ku dengan wajah sialan ini.


Kamu tahu kenapa?


Gaby sudah tahu semuanya tentang aku, Gaby sudah tahu kalau aku bukalah Raw, hanya karena seorang pria yang ternyata dia adalah Kakak dari Raw."


"Kakak?


tapi Tuan, saya sudah mencari tahu semua tentang Raw.


Dan dia sudah tidak punya keluarga lagi,


lalu Kakak yang mana yang di maksud?."ucap Jeriko yang merasa heran dengan apa yang di katakan oleh Julio.


"Di mana Raw sekarang?."tanya Julio.

__ADS_1


Jeriko menatap Jo yang hanya diam dan menunduk saat Julio bertanya tentang Raw.


"Apa yang sebenarnya terjadi Jo?."tanya Jeriko.


"Tuan Jeriko, sebenarnya Raw sudah melarikan diri sejak lama.


Saya dan juga yang lainnya sudah berusaha mencarinya, tapi sampai saat ini Raw tidak bisa di temukan, Raw seperti menghilang dari muka bumi ini."bisik Jo, yang menjelaskan semuanya pada Jeriko.


Jeriko menatap tajam Jo, lalu menampar Jo dengan sangat kencang.


Julio menatap kearah Jeriko dan Jo. Julio tidak tahu kenapa Jeriko menampar Jo, padahal Jo bekum mengatakan apa pun.


"Bodoh bagaimana bisa kamu kehilangan Raw?."teriak Jeriko.


Julio yang mendengar kalau Raw menghilang langsung menghampiri Jo.


"Apa maksud perkataan Jeriko tadi Jo?


"Maaf Tuan, saya dan yang lainnya kehilangan Raw. Kami sudah berusaha mencari keberadaan Raw, tapi kami tidak dapat menemukan dia.


Raw seperti menghilang dari muka bumi ini Tuan."jelas Jo.


Dengan sangat marah Julio pun menendang Jo, lalu menginjak injaknya hingga membuat Jo kesakitan.


"Dasar bodoh, satu orang saja kamu tidak bisa tangani.


Dengar Jo, aku tidak mau dengar alasan apa pun, secepatnya kamu harus cari dia sampai ketemu."


"Tapi menurut saya, sampai kapan pun Jo dan anak buahnya tidak akan bisa menemukan Raw."saut Jeriko.


"Kenapa?."

__ADS_1


"Saya yakin Raw pasti sudah melakukan operasi pada diri lagi, untuk mengubahnya. Yang harus kita cari tahu sekarang adalah seperti apa wajah yang di miliki Raw."jawab Jeriko.


Setelah memikirkan apa yang di katakan oleh Jeriko, Julio pun langsung memerintahkan Jo untuk mencari info tentang Raw.


____


Rendra yang mendengar pembicaraan Julio dan anak buahnya melalui alat penyadap yang di masukkan ke dalam jas Julio, terus saja tersenyum.


"Julio, sebelumnya aku berpikir kamu adalah orang yang patut aku waspadai. Tapi setelah mendengar pembicaraan kamu dan anak buah kamu, yang harus aku waspadai ada orang yang bernama Jeriko.


kamu memang Tuannya dan kamu memiliki segalanya, tapi tanpa ada orang yang bernama Jeriko kamu bukan apa apa."batin Raw.


"Kamu sedang apa?."tanya Gaby yang menghampiri Rendra.


"Tidak sedang apa apa, ayo sini duduk."


"Raw, sam----"


"Tidak Gaby, jangan panggil aku dengan nama itu lagi. Mulai hari ini dan seterusnya, namaku adalah Rendra, kita memang sudah menikah, tapi nanti setelah anak kita lahir kita akan melakukan pernikahan lagi.


Ini mungkin akan cukup sulit untuk kita, tapi ini yang terbaik untuk kita.


Biarkan saja, anggap Raw sudah tiada."


Mendengar ucapan Raw, air mata Gaby tidak bisa di bendung lagi, kenapa semua ini bisa terjadi pada dirinya dan juga Raw.


"Baiklah jika ini memang yang terbaik untuk kita."


"Kamu tetap istriku, hanya saja untuk menghapus jejak ku, hanya ini satu satunya jalan yang bisa kita lakukan."jelas Rendra.


"Baiklah Rendra."ucap Gaby, Rendra pun memeluk dan mencium kening Gaby.

__ADS_1


__ADS_2