Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB 42.


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu dengan sangat cepat, dan selama itu juga Gaby tidak pernah melihat Rendra.


Entah apa yang sedang di lakukan ya di luar sana, namun Gaby selalu berdoa untuk kebaikannya.


Siang ini Gaby berencana untuk pergi ke cafe, sebenarnya tadi pagi Deon sudah melarang Gaby untuk pergi, tapi Gaby memaksa karena Gaby merasa bosan terus berada di rumah.


Deon pun akhirnya mengizinkan Gaby untuk pergi dengan syarat harus ada pengawal yang menjaganya. Gaby pun menyetujuinya.


Setelah selesai bersiap Gaby langsung pergi bersama dengan seorang pengawal yang di percaya oleh Deon.


Saat di dalam perjalanan, Gaby merasakan perutnya mules tapi beberapa saat kemudian rasa mules itu hilang begitu saja.


"Kenapa ya?."ucap Gaby sambil mengelus perutnya.


"Ada apa Nona Gaby?"tanya pengawal yang melihat Gaby dari kaca spion mobil.


"Tidak papa."jawab Gaby.


setelah lima belas menit Gaby pun sampai di cafenya. Gaby melihat perkembangan cafenya yang cukup berkembang pesat saat ini.


Pemasukkan pun sangat bagus.


Gaby pun duduk di salah satu kursi di dekat jendela. Hingga seseorang datang menghampiri Gaby. Saat Gaby melihat wajah orang itu, Gaby langsung menajamkan matanya.


"Mau apa kamu di sini?."tanya Gaby.


"Mau apa?


Tidak perlu di tanya lagi, tentu saja aku ingin menemui istriku."jawab orang itu.


"Sudahlah, jangan pura pura lagi, aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya.

__ADS_1


kamu itu Julio, bukan suami ku Raw."


"Siapa yang bilang seperti itu, siapa yang mengatakan semua itu Gaby?."


"Siapa itu tidak penting untuk kamu, lebih baik kamu pergi dari sekarang juga Julio."


"Baiklah jika memang kamu sudah mengetahui semuanya, aku tidak akan berpura pura lagi."ucap Julio yang langsung menggenggam tangan Gaby.


"Ikut dengan ku sekarang!."


Pengawal yang baru saja dari kamar mandi, langsung menghajar Julio saat dia melihat Gaby di paksa untuk ikut dengannya.


"Nona tidak papa?."


"Iya saya tidak papa."


"Berani sekali kamu ikut campur urusan ku."ucap Julio.


"Kamu tahu tidak siapa aku?."


"Siapa kamu itu tidak penting bagiku."


"Ah."


"Ada apa Nona?."


"Perut ku sakit sekali."jawab Gaby sambil memegang perutnya.


Tanpa pikir panjang pengawal itu pun langsung menuntun Gaby keluar untuk segera pergi ke rumah sakit.


"Apa yang terjadi pada Gaby, apa mungkin dia akan segera melahirkan?."ucap Julio, yang akhirnya langsung mengikuti Gaby menggunakan mobilnya.

__ADS_1


Di dalam perjalanan, pengawal menghubungi Deon dan memberitahu kalau Gaby akan melahirkan.


Dengan sangat cepat mereka pun sampai di rumah sakit. Gaby langsung di bawa keruang persalinan.


Setelah Gaby berjuang untuk melahirkan anaknya. Tak lama Deon datang bersama dengan Dira.


Dira pun masuk kedalam ruangan untuk menemani Gaby.


Sedangkan Deon di luar menunggu dengan cemas, Deon sudah beberapa kali menghubungi Rendra tapi tidak bisa.


Setelah cukup lama akhirnya suara tangis bayi terdengar dari dalam ruangan bersalin. Deon sangat bahagia saat mendengar suara itu.


Tapi tiba tiba saja seorang suster keluar dari dalam ruangan bersalah dengan membawa bayi.


Deon bertanya kemana bayi itu akan di bawa pergi.


"Tunggu, mau di bawa kemana bayi itu?."


"Maaf Tuan saya akan bawa bayi ini untuk segera mendapatkan penanganan yang lebih lanjut, karena terjadi kelainan pada bayi ini."jawab suster itu.


Tak lama terdengar suara tangisan bayi kembali dari ruangan itu yang membuat Deon terkejut.


Suster itu pun langsung membawa bayi itu dengan sangat cepat.


Tapi tiba tiba saja, Dira keluar dari dalam ruangan bersalin.


"Deon, apa ada orang yang membawa bayi keluar dari dalam ruangan ini?."


Setelah mendengar pertanyaan Dira, Deon langsung berlari untuk mengejar suster itu.


"Sialan."

__ADS_1


__ADS_2