Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB 47.


__ADS_3

Saat Rendra pergi dari kediaman Deon dan Dira, Rendra tidak tahu kalau dirinya tengah di ikuti oleh Jeriko.


Julio yang melihat Jeriko mengikuti Rendra, Julio pun langsung mengikuti mereka, Julio penasaran apa yang akan di lakukan oleh Jeriko pada orang yang bernama Rendra itu.


Sudah cukup jauh Rendra mengendarai mobilnya, bahkan jalanan yang di laluinya pun semakin sepi.


"Mau kemana dia sebenarnya?


Atau sebenarnya dia sudah sadar kalau aku mengikutinya?"ucap Jeriko.


Dan tak lama di jalan tepi hutan, Rendra menghentikan mobilnya. Lalau Rendra pun turun dari dalam mobil dan berjalan mendekat pada mobil Jeriko.


Jeriko pun ikut keluar dari dalam mobilnya.


"Sesuai dugaan ku, kamu sudah sadar kalau aku mengikuti mu"ucap Jeriko.


"Lama tidak bertemu"ucap Rendra dengan senyum sinisnya itu.


"Jadi ternyata ini benar benar dirimu Dokter Dewa?


Dan selama ini kamu memalsukan kematian mu, luar biasa, sangat sangat luar biasa.


Aku tidak menyangka kalau kamu bisa selamat dengan luka yang begitu parah. Tapi tidak masalah, kali aku akan benar benar membunuhmu"ucap Jeriko.


"Hahahaha, kamu pikir kamu bisa melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya?


Tidak, tidak akan pernah bisa, kamu harus ingat dulu kamu bisa menang dariku itu karena kecurangan mu, dan kamu sudah merencanakan semuanya dari jauh jauh hari, lalu kali ini, kamu tidak punya rencana apa pun Jeriko.


Jadi menurut mu siapa yang akan mati di sini kali ini?."Tanya Rendra sambil terus tersenyum dan menatap Jeriko dengan sangat sinis.


Jeriko kini tersadar kalau semuanya sudah di rencanakan oleh Rendra, dan kini dia sudah masuk kedalam perangkap nya.


"Sialan, aku harus bisa pergi dari sini, sebelum terlambat"ucap Jeriko.

__ADS_1


"Kamu takut Jeriko?"tanya Rendra.


"Takut?


Sama sekali tidak. Memang dulu aku melakukan kecurangan padamu, tapi apa pun itu sama saja hasilnya aku akan tetap menang dan menghabisi mu"


"Buktikan padaku sekarang juga!."


Dan duel antara Rendra dan Jeriko tak terelakkan lagi. Jeriko membiarkan Rendra terus menyerangnya dan dia selalu berusaha untuk menghindari serangan Rendra, Jeriko berharap dengan begitu saat Rendra mulai kelelahan dia akan balik menyerang Rendra.


Tapi semuanya tidak sesuai dengan apa yang di pikirkan nya. Karena setiap semakin lama Jeriko selalu terkena serangan dari Rendra. Bahkan Jeriko sudah mulai kelelahan tapi, Jeriko sedikit pun tidak melihat rasa lelah di wajah Rendra.


"Kenapa semakin lama dia semakin kuat, bahkan cara bertarungnya tidak seperti dulu, sepertinya selama ini dia terus berkembang jauh dari ku.


Aku harus segera pergi dari sini, aku sudah terluka cukup parah"ucap Jeriko dengan nafas yang sudah terengah engah.


Julio yang sedari tadi menyaksikan pertarungan antara Jeriko dan Rendra, benar benar di buat merinding.


"Mereka benar benar gila dan tak sayang pada nyawa mereka, sebaiknya aku segera pergi dari sini sebelum aku kena sasaran."


Pada saat Julio melarikan diri, Rendra melihatnya.


"Orang sepertimu ingin berurusan dengan ku, kalau bukan karena Jeriko kamu tidak akan bisa apa pun Julio.


Tunggu aku, aku akan memberikan hadiah untuk mu"batin Rendra.


Jeriko merasa kalau saat ini adalah saat yang tepat untuk melarikan diri, karena Rendra sedang tidak fokus. Jeriko pun berlari masuk ke dalam hutan.


"Aku harus segera bersembunyi agar Rendra tidak bisa menemukan aku, aku tidak ingin mati di tangan nya"ucap Jeriko.


Namun secara mengejutkan ada sebuah anak panah yang mengenai kakinya. Jeriko tidak tahu siapa yang melakukannya, karena Jeriko tidak melihat siapa pun di sana.


Meskipun sakit, Jeriko terus berusaha untuk berjalan. Dan tak lama sebuah anak panah kembali mengenainya.

__ADS_1


Kali ini bukan hanya satu tapi ada beberapa anak panah. Jeriko pun terjatuh karena tidak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya, tenaganya sudah terkuras habis.


Tak lama setelah Jeriko jatuh tak berdaya, beberapa orang keluar dari persembunyian mereka. Mereka sangat bahagia melihat keadaan Jeriko seperti saat ini.


"Setelah sekian lama, akhirnya hari ini tiba, hari di mana kau akan tiada Jeriko"ucap salah satu orang yang kini berdiri di samping Jeriko.


Jeriko pun melihat ke arah orang itu.


"Q"


"Ya ini aku Q"


"Apa kamu ingin membalas dendam atas apa yang telah aku lakukan dulu pada Rendra.


Tapi bukankah Rendra baik baik saja sekarang, jadi untuk apa kamu melakukan ini semua?"ucap Jeriko.


"Kakak ku Rendra sudah tidak dan kamu tahu itu, kamu bahkan ikut dalam pemakamannya bukan?."ucap Rendra yang berjalan mendekat pada Jeriko.


"Apa yang kamu katakan Rendra, aku tidak mengerti."


"Baik, biar ku perjelas.


Aku bukanlah Rendra, aku adalah Rawindra adik dari orang yang telah kamu habisi dulu dengan begitu keji. Aku yang dulu kamu jadikan tahanan bersama Nona Dira agar bisa mengalah Kakakku, karena kamu tahu hanya aku dan Nona Dira saja yang menjadi kelemahan nya.


Aku masih mengingat dengan sangat jelas bagaimana, kamu menghabisinya. Dan sekarang aku akan melakukan hal sama padamu sekarang juga"ucap Raw dengan tatapan yang sangat tajam.


Tanpa basa basi lagi, Raw menembak Jeriko dengan semua peluru yang ada di dalam pistolnya.


Pada saat itu, Raw mengingat kembali bagaimana Jeriko menghabisi Rendra tanpa rasa kasihan, Raw meluapkan semua rasa dendam nya pada Jeriko saat ini juga.


Hingga akhirnya Jeriko pun tidak bernyawa lagi.


"Urus semuanya Q, jangan sampai ada jejak. Satu lagi, aku ingin kamu mengirimkan kepalanya pada Julio"ucap Rendra.

__ADS_1


"Baik."


__ADS_2