
Sesampainya di kediaman Deon dan Dira, Gaby langsung masuk kedalam kamarnya. Sedangkan kini Dira tengah berjalan menghampiri Rendra.
Dira kini berdiri tepat di hadapan Rendra.
Mata Dira sedikit pun tidak berkedip saat melihat wajah yang sudah sangat lama tak di lihatnya itu.
Dira pun langsung memeluk Rendra.
Tapi setelah itu Dira langsung melepaskan pelukannya.
"Maaf aku terbawa suasana.
Kamu tahu sendiri kalau aku sangat dekat dengannya, jadi setelah sekian lama tidak melihat dia dan sekarang kamu berdiri di hadapan aku dengan wajahnya membuat aku sedikit lupa kalau kamu bukan dia."ucap Dira.
"Maaf jika penampilanku sekarang mungkin mengusik Nona."
"Tidak masalah.
Oh iya ada apa, kenapa Gaby menangis?."tanya Dira.
Raw pun menceritakan semuanya pada Dira saat dalam perjalanan tadi. Dira senang karena dengan sendirinya Raw palsu itu telah mengungkapkan jati dirinya dan Gaby sudah menyadari itu.
Keputusan Raw untuk mengganti wajahnya seperti wajah Rendra adalah keputusan yang sangat benar, karena dengan begitu bisa mengoceh lawannya.
__ADS_1
"Untuk sementara waktu biarkan Gaby tinggal di sini lagi. Setelah kejadian ini aku jadi tidak tenang karena Gaby sudah tahu yang sebenarnya."ucap Raw.
"Iya, kamu tidak perlu khawatir aku dan Deon akan menjaganya dengan sangat baik. Sama seperti dia menjagaku dulu."saut Dira sambil tersenyum.
"Nona sebaiknya jangan membahas tentang Kakak ku lagi. Nanti kalau sampai Tuan Deon mendengarnya akan salah paham."ucap Rendra dan Dira pun mengangguk sambil tersenyum.
"Benar juga, semuanya sudah berlalu sangat lama. Semua yang telah terjadi tidak akan bisa kembali, kini *aku pun sudah punya kehidupan yang baru, keluarga batu dan cinta yang baru.
Biarlah yang lalu aku simpan di dalam sanubari ku*." Batin Dira.
Pranggg.
Suara barang pecah begitu nyaring yang tentunya membuat Dira dan Rendra terkejut, apa lagi suara itu berasal dari dalam kamar Gaby.
Dira dan Rendra pun bergegas ke kamar Gaby untuk melihat apa yang telah terjadi. Namun ternyata pintu kamar Gaby di kunci hingga membuat Rendra mendobrak pintu kamar Gaby.
"Gaby, Gaby kamu kenapa?."tanya Dira yang langsung memeluk Gaby.
Gaby tidak menjawab pertanyaan Dira, Gaby hanya menangis dan terus menangis.
Rendra pun berjalan mendekat pada Gaby lalu duduk di samping Gaby.
Rendra pun meraih Gaby dari pelukan Dira lalu menyandarkan Gaby pada pundaknya.
__ADS_1
"Menangis lah sesuka hati mu Gaby, jika itu membuatmu merasa jauh lebih baik. Aku akan selalu di sini untuk menjadi sandaran mu."ucap Rendra.
Deg.
Jantung Gaby berdetak dengan kencang, karena sebelumnya Gaby pernah mendengar perkataan ini. Ini adalah perkataan yang pernah di ucapkan oleh Raw dulu.
Seketika Gaby langsung memeluk dan menangis di pelukan Rendra. Rendra pun memeluk Gaby dengan sangat erat.
"Maafkan aku Gaby."
"Jadi ternyata selama ini perasaan aku benar, Raw yang sekarang bukanlah Raw suami aku?
Kenapa bisa seperti ini?"ucap Gaby sambil membelai wajah Rendra.
"Semuanya berawal dari malam itu, di mana tiba tiba aku di serang, lalu aku di bius. Aku tidak sadarkan diri selama beberapa hari, dan saat aku sadar aku melihat wajahku di perban. Saat itu aku tahu kalau ada orang yang mengubah wajah ku, kamu tahu siapa?."
Gaby menggelengkan kepalanya.
"Julio."
Mendengar nama Julio, Gaby benar benar terkejut dan tidak percaya kalau temannya yang begitu baik, bisa melakukan hal seperti ini.
"Kemudian setelah aku berhasil melarikan diri, aku mengubah wajah ku kembali, dan aku memilih untuk menjadi Kakakku, Rendra."
__ADS_1
Gaby memeluk Rendra kembali sambil menangis. Betapa teganya Julio melakukan hal seperti itu pada dirinya dan juga Raw.
Gaby benar benar kecewa padany.