
Dugaan Gaby benar, selama Lusi keluar dari rumah sakit Lusi selalu saja menempel pada Raw, bahkan Lusi pun selalu saja mengganggu waktu berdua Gaby dan Raw.
Entah mengapa ada saja hal hal yang membuat Lusi bisa terus bersama dengan Raw.
Dan hal itu membuat Gaby mencurigai Lusi lagi, kalau sebenarnya Lusi tidak kehilangan ingatannya.
Gaby sangat yakin kalau selama ini Lusi pasti hanya berpura pura saja. Dia hanya ingin bisa terus bersama dengan Raw, sehingga perlahan Lusi bisa mengambil hati Raw.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi. Secepatnya aku harus membongkarnya.
Mulai saat ini aku harus bisa melindungi diriku sendiri dan menjaga apa yang menjadi milikku, dan aku harus bisa menyingkirkan semua orang yang ingin menghancurkan dan merebut milikku."Ucap Gaby.
_____
Seperti biasa Gaby akan pergi ke rumah sakit mengantar makanan untuk Raw.
Setelah tiga puluh menit Gaby pun sampai di rumah sakit.
Gaby langsung berjalan menuju ruangan Raw. Tapi tidak sengaja Gaby berpapasan dengan para perawat yang sedang membicarakan Raw dan Lusi.
"Kalian tahu tidak, setelah mengalami kecelakaan Dokter Lusi sangat dekat dengan Dokter Raw."Ucap perawat A.
"Iya bener, bahkan hampir tiap hari aku melihat mereka selalu berdua."Saut perawat B.
__ADS_1
"Tapi aku merasa ada yang aneh dengan Dokter Lusi."Ucap perawat A.
"Aneh bagaimana?"Tanya perawat B.
"Kamu tahukan kalau Dokter Lusi dinyatakan mengalami hilang ingatan beberapa tahun belakangan ini.
Tapi selama saat bekerja dia tidak terlihat seperti orang yang mengalami hilang ingatan. Dia ingat di mana dia menaruh barang barangnya, dia juga ingat dia menaruh berkas berkas penting tentang pasyen."Jelas perawat A.
"Oh....Mungkin saja dia hanya berpura pura untuk bisa dekat dengan Dokter Raw dan merebutnya dari Nona Gaby."Ucap perawat B.
Setelah mendengar pembicaraan para perawat, Gaby semakin yakin kalau apa yang selama ini kecurigaannya itu benar.
"Berani sekali kamu berbuat seperti itu Lusi. Lihat saja apa yang akan aku lakukan jika kamu terus berusaha untuk merebut Raw dari ku."Ucap Gaby.
Akhirnya Gaby memutuskan untuk menunggu Raw di sana.
Setelah lima menit Gaby menunggu, pintu ruangan terbuka dan masuklah Lusi sambil membawa tempat makanan.
Gaby langsung menatap Lusi dengan tatapan tidak suka saat melihat Lusi masuk lalu duduk di hadapannya.
"Selamat siang Nona Gaby, sedang apa anda di sini?."Sapa Lusi sambil bertanya pada Gaby.
"Kamu sendiri mau apa masuk ke ruangan Raw?."Tanya Gaby.
__ADS_1
"Tentu saja untuk makan siang bersama, tadi pagi aku sudah masuk untuk makan siang bersama dengan Raw."Jawab Lusi.
"Oh, aku beritahu kamu sebaiknya kamu tidak perlu melakukan itu, karena Raw hanya akan makan siang buatan aku."Ucap Gaby sinis.
"Apa maksud anda?."Tanya Lusi.
"Kamu tidak perlu berpura pura tidak tahu Lusi."Ucap Gaby.
Tak lama Raw pun masuk ke dalam ruangannya. Gaby dan Lusi tersenyum saat melihat Raw datang. Begitu juga dengan Raw, Raw langsung tersenyum lebar.
Raw pun berjalan mendekat, tepatnya pada Gaby. Kemudian Raw mencium kening Gaby.
"Syukurlah kamu datang, di mana makan siang untuk ku?."Tanya Raw.
"Ada di sini."Ucap Gaby sambil mengambil makan siang yang tadi di siapkannya
Kemudian dengan telaten Gaby menyuapi Raw. Mereka sibuk makan bersama tanpa menghiraukan keberadaan Lusi.
Lusi menatap Gaby dengan tajam. Lusi tidak terima dengan apa yang terjadi saat ini. Bagaimana bisa Raw mengabaikannya hanya karena Gaby.
Bahkan Raw bisa makan dengan begitu lahapnya, tidak seperti saat Raw makan masakannya.
Karena kesal Lusi menaruh bekal makanannya di atas meja dengan kencang, setelah itu Lusi langsung keluar dari ruangan Raw.
__ADS_1
Saat itu barulah Raw sadar kalau ada Lusi di dalam ruangannya.