Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB 30.


__ADS_3

Hari ini Raw pulang sangat larut. Dan sialnya malam ini pun hujan turun dengan sangat deras.


Sebelumnya Gaby sudah menelpon Raw, dan bertanya kapan dia akan pulang?. Gaby pun memberitahu perasaannya pada Raw kalau saat ini dia merasa cemas dan gelisah, pikiran selalu tertuju pada Raw.


Raw pun berusaha untuk menenangkan Gaby, walau pun sebenarnya Raw pun merasakan hal yang sama.


Saat di dalam perjalanan pulang, tidak terlalu banyak kendaraan yang berlalu-lalang karena memang orang akan malas untuk pergi saat cuaca sedang seperti ini, apa lagi ini sudah tengah malam.


Saat di jalan yang begitu sepi, tiba tiba saja mobil Raw bermasalah, hingga akhirnya berhenti di situ juga.


"Sepertinya firasat aku benar, kalau malam ini akan terjadi sesuatu."Ucap Raw.


Raw tidak langsung keluar dari dalam mobilnya, dia tetap berada di dalam mobil sambil terus mengawasi sekitar.


Sudah hamil sepuluh menit tapi tidak ada apa pun di sana. Akhirnya Raw keluar dari dalam mobilnya untuk mengecek apa yang terjadi pada mesinnya.


Pada saat Raw akan membuka bagian mesin mobil, Raw mendengar suara langkah kaki di belakangnya. Pada Saat dia berbalik ada seseorang yang sedang menghuyungkan senjata tajam padanya.


Dengan cepat Raw langsung menghindar. Tapi ternyata bukan hanya satu orang ada begitu banyak orang di sana, dan semuanya berniat untuk melenyapkan Raw.


Meski begitu Raw bukanlah lawan yang seimbang. Dengan gerakan yang cepat sudah ada tiga orang yang tewas.


Tapi sayang Raw tidak sadar orang yang bersembunyi di balik pepohonan yang sedang mengarahkan Busur padanya. Dan......Jreesss.


Busur itu tepat mengenai punggung Raw.


Raw pun terjatuh dan tak sadarkan diri karena di anak panah itu ada obat bius.


Setelah Raw tak sadarkan diri mereka pun langsung membawa Raw, dan juga membawa teman mereka yang sudah tewas oleh Raw.


Sedangkan kini Gaby tengah menunggu Raw dengan sangat cemas.


Apalagi sekarang sudah pukul satu malam, Gaby tahu berapa lama perjalanan dari rumah sakit ke rumahnya.


"Kenapa Raw belum juga sampai ya? Apa mungkin macet di jalan?


Tapi lebih tidak mungkin ini sudah tengah malam, hujan pula jadi nggak mungkin kalau macet."Ucap Gaby pada dirinya sendiri.


Gaby pun kembali menghubungi Raw, namun sudah berkali kali tapi Gaby tidak mendapatkan jawaban.


Gaby pun melihat posisi Raw saat ini berada melalui handphone nya.

__ADS_1


"loh kenapa Raw ada di sana? Apa yang sedang dia lakukan?


Dia sana juga tidak ada tempat apa pun.


Apa jangan jangan terjadi sesuatu pada Raw?."Ucap Gaby.


Gaby pun mencoba untuk menghubungi Raw kembali namun tetap tidak di angkat. Karena khawatir Gaby pun menghubungi Deon.


"Halo Kak."Ucap Gaby saat sambungan teleponnya telah terhubung dengan Deon.


"Ada apa Gaby? Kenapa kamu menghubungi Kakak malam malam begini?."Tanya Deon.


"Kak aku boleh minta tolong nggak?."Tanya Gaby.


"Minta tolong?


Minta tolong apa Gaby?."Tanya Deon.


"Kak sampai sekarang Raw belum sampai di rumah, padahal harusnya Raw sampai di rumah tepat pukul dua belas.


Aku sudah mencoba untuk menghubunginya lagi tapi tidak di angkat kak, dan setelah aku lacak dia berada di jalan X , tapi untuk apa dia di sana sedangkan di sana tidak ada apa apa.


Jujur saja sejak awal aku sangat khawatir dan gelisah Kak, aku takut terjadi sesuatu."Jelas Gaby.


Tapi ingat kamu tidak boleh pergi kemana pun."Ucap Deon.


"Iya Kak, terimakasih."


Setelah itu sambung telpon Gaby dan Deon pun terputus. Dira yang sedari mendengar pembicaraan Gaby dan Deon langsung menghubungi Ziko dan memintanya untuk mengecek.


Setelah tiga puluh lima menit, Ziko kembali menghubungi Dira dan memberitahu kalau di sana tidak ada Raw, yang ada hanya mobilnya saja dan handphonenya.


Sudah di pastikan itu artinya Raw sedang tidak baik baik saja.


"Aku akan pergi ke rumah Gaby, kasihan Gaby sendiri di rumah."Ucap Dira.


"Baiklah.


Kamu tolong jaga Gaby baik baik, aku akan menyusul Ziko."Saut Deon dan Dira pun mengangguk.


Mereka pun langsung pergi, Dira pergi ke rumah Gaby sedang Deon pergi menyusul Ziko.

__ADS_1


___________


Sedangkan kini Raw sedang berada di sebuah tempat operasi. Dan Raw masih terbaring tidak sadarkan diri.


"Lakukan sekarang juga!."


"Baik Tuan."Saut para Dokter dan perawat.


Mereka pun langsung melakukan tugas mereka dengan baik.


Sedang orang yang memerintah mereka langsung pergi dari tempat itu sambil tersenyum.


________


Kini Deon sudah sampai di tempat mobil Raw berada. Deon menghampiri Ziko dan menanyakan apa ada yang mencurigakan di sekitaran sini.


"Bagaimana Ziko?."Tanya Deon.


"Saya sudah memeriksa di sekitaran sini, tapi karena hujan sangat deras dan gelap membuat semua tidak jelas dan mungkin bisa saja menghilangkan jejak."Jelas Ziko.


"Bos Ziko, lihat! sepertinya mobil Bos Raw di sabotase oleh orang."Ucap bawahan Ziko.


"Itu artinya ada orang yang sudah merencanakan untuk menyerang Raw."Ucap Ziko.


"Apakah Raw punya musuh?."Tanya Deon pada Ziko.


"Musuh?


Setahu saya tidak ada, bahkan musuh Nona Dira pun tidak mungkin tahu tentang Raw.


Karena Raw sangat jarang mendapat misi lapangan.


Meskipun Raw mendapatkan misi itu, tidak akan ada yang bisa mengenalinya, kecuali timnya sendiri."Jawab Ziko.


"Sepertinya ada sesuatu yang besar di balik ini semua.


Kamu tahu dengan betul Raw seperti apa bukan? Meskipun dia seorang Dokter kemampuan bertarung dan bertahannya pun patut di waspadai.


Tapi sekarang ada orang yang berhasil menangkap dia, itu artinya Raw sudah di incar sejak lama. Ini sudah di rencanakan dengan sangat matang."Terka Deon.


"Tapi siapa?."Tanya Ziko.

__ADS_1


"Itu yang perlu kita cari tahu."Saut Deon.


Deon pun memutuskan untuk pergi ke rumah Gaby menyusul Dira. Sebelum Deon pergi, Deon memerintahkan Ziko untuk mencaritahu semua ini.


__ADS_2