
Hari ini adalah hari pertama Gaby dan Raw tinggal di rumah baru mereka. Gaby sangat menyukai rumah yang di beli oleh Raw.
Dan hari ini juga Raw sudah mulai bekerja kembali. Sebelum Raw berangkat bekerja, Raw kembali berpesan pada Gaby kembali untuk tidak menjalin komunikasi dengan Julio.
"Jangan lupa pesan ku untuk tidak berkomunikasi dengan Julio lagi."Ucap Raw.
"Iya, kamu jangan khawatir aku ingat kok."Saut Gaby sambil tersenyum.
"Ya sudah aku berangkat sekarang."
"Iya, hati hati di jalan."Ucap Gaby.
Raw mencium kening Gaby setelah itu barulah Raw berangkat kerja. Setelah Raw pergi Gaby membereskan rumah barunya di bantu oleh asisten rumah tangga yang baru saja di pekerjakan oleh nya.
Setelah semuanya selesai, Gaby berencana untuk pergi berbelanja untuk persediaan makan dan yang lainnya. Namun sebelum itu Gaby membersihkan diri terlebih dahulu sebelum pergi.
Selesai membersihkan diri, Gaby langsung pergi. Di dalam perjalanan Gaby mendapat sebuah panggilan dari nomor yang tidak di kenal.
Gaby pun mengabaikan panggilan itu dan tetap fokus mengemudi. Tapi ternya nomor itu terus menghubungi Gaby tanpa henti. Hingga akhirnya Gaby tidak mempunyai pilihan lain selain menepikan mobilnya untuk mengangkat telpon itu.
"Halo, maaf ini siapa?."Tanya Gaby pada orang yang menelponnya.
"Halo Gaby, aku harap kamu masih mengenali suara ku."Ucap orang di sebrang telpon.
Saat mendengar suara orang itu, Gaby langsung memegang setir mobil dengan sangat kencang.
"Ada apa?."Tanya Gaby.
"Bukankah sudah lama kita tidak bertemu dan mengobrol berdua?."Ucap orang itu. "Jadi bagaimana kalau kita bertemu sekarang di tempat biasa. Kamu masih ingat bukan di mana?."Sambung orang itu.
"Aku sibuk."Ucap Gaby.
__ADS_1
"Ayolah Gaby, sebentar saja."Saut orang itu. "Apa perlu aku datang ke rumah kamu yang baru."Sambung orang itu.
"Tidak perlu. Kita bertemu di tempat biasa saja."Ucap Gaby.
Setelah itu sambungan telepon itu pun terputus. Gaby menarik nafas dalam dalam, kemudian Gaby pun melanjutkan perjalanannya.
Gaby mengemudikan mobilnya menuju sebuah restoran sebelum pergi berbelanja. Karena hari ini jalanan sedikit macet membuat Gaby sedikit terlambat.
Saat Gaby sudah sampai di depan restoran, Gaby langsung masuk ke dalam. Lalu Gaby pun melihat ke sekeliling restoran. Hingga akhirnya dia melihat orang yang dia cari.
Gaby pun menghampiri orang itu yang saat ini tengah tersenyum padanya.
Gaby berdiri tepat di depan orang itu.
"Kenapa hanya berdiri? Duduklah."Ucap orang itu yang masih tersenyum pada Gaby.
Gaby pun akhirnya duduk tepat di depan orang itu.
"Kenapa buru buru sekali? Santai sajalah, kita juga tidak pernah berbicara berdua seperti ini setelah sekian lama. Tepatnya setelah Mamah meninggal."Jawab orang itu yang tak lain adalah Ilona.
"Tidak perlu berbelit belit, katakan saja apa yang ingin kamu bicarakan. kalau kamu ingin membicarakan tentang kematian Mamah dan terus menyalahkan aku, sebaiknya kita tidak perlu berbicara apa pun lagi."Ucap Gaby.
"Hmm, ternyata kamu memang sudah berubah."Ucap Ilona. "Baiklah, aku akan langsung berbicara intinya saja."Sambung Ilona.
"Gaby, aku mau kamu katakan pada Kak Deon untuk tetap memberikan hak aku dan Mamah padaku. Dan aku harap kamu membujuk Kak Rangga untuk memberikan uang padaku setiap bulannya, sama seperti dia memberikannya pada mu."Ucap Ilona.
"Kenapa kamu berbicara itu padaku. Kalau kamu mau semua itu, kamu katakan saja pada Kak Deon dan Kak Rangga sendiri."Saut Gaby.
"Gaby, kamu jangan pura pura tidak tahu. Dan tanpa kamu katakan aku juga sudah berbicara pada mereka, tapi mereka tidak mau mendengarkan aku. Tapi aku rasa kalau kamu yang berbicara, mereka pasti akan mendengarkannya."Ucap Ilona.
"Aku heran, kenapa kamu begitu ingin memiliki harta dari Kak Deon dan juga jaminan uang dari Kak Rangga?. Bukankah suami kamu Felix juga adalah seorang pengusaha kaya raya. Jadi untuk apa kamu mengemis kepada Kak Deon, dan Kak Rangga bahkan pada ku."Ucap Gaby.
__ADS_1
"Aku juga tahu, bayaran seorang model seperti kamu itu tidak kecil. Jadi aku rasa kamu tidak akan kekurangan apa pun meski kamu sudah bercerai dengan Felix."Ucapan Gaby kembali.
Ilona mulai kesal setengah mendengar ucapan Gaby padanya. Ilona benar benar tidak menyangka kalau Gaby bisa berbicara seperti itu padanya.
"Tidak perlu banyak bertanya, kamu hanya perlu menuruti ucapan ku saja. Mengerti....!."Ucap Ilona dengan nada dengan sedikit kencang dan penuh penekanan.
"Maaf aku tidak bisa."Ucap Gaby yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Ilona seorang diri.
Gaby benar benar tidak habis pikir pada Ilona bagaimana bisa di terus memikirkan tentang harta yang sudah jelas bukan miliknya.
Tidak di sangka sangka Ilona ternyata mengejar Gaby. Ilona menarik tangan Gaby.
"Lepaskan tanganku!."Ucap Gaby.
"Aku tidak akan melepaskan tangan kamu sebelum kamu menyetujui keinginan ku."Ucap Ilona.
"Sampai kapanpun aku tidak akan mau menuruti keinginan kamu."Ucap Gaby sambil menghempaskan tangan Ilona.
Ilona berusaha untuk menahan Gaby kembali. Tapi Gaby memberontak dan mendorong Ilona sampai terjatuh.
"Berani sekali kali kamu mendorong ku Gaby."Ucap Ilona.
"Maaf, tapi mulai saat ini aku tidak akan hanya diam saja kalau kamu melakukan sesuatu padaku."Ucap Gaby kemudian Gaby berlalu dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Rupanya kamu menantang Ku Gaby. Baik kita lihat saja aku akan membuat kamu menderita."Ucap Ilona.
Gaby melihat wajah Ilona dari kaca spion mobil nya. Dan Gaby pun tahu kalau Ilona sangat marah padanya. Tapi Gaby tidak perduli lagi karena apa pun yang Gaby lakukan Ilona tetap saja tidak akan menyukainya.
Dan kini Gaby sudah tidak perduli lagi mau Ilona membencinya atau tidak. Dan Gaby pun tidak perduli walaupun Ilona terus saja menuduhnya sebagai pembunuh.
Karena dengan ada atau tidak adanya Ilona, tidak akan mengubah apa pun terhadapnya. Dan Gaby yakin Gaby bisa menghadapi apa pun yang akan di lakukan oleh Ilona padanya.
__ADS_1