Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
Bab 26


__ADS_3

"Baiklah kalau kalian tidak mau mengikuti ucapan ku dan tetap memilih untuk menghabisi ku, maka jangan salahkan aku kalau ternyata kalianlah yang akan habis di tanganku."Ucap Gaby sambil tersenyum dengan tatapan mata yang tajam.


Mereka tertawa mendengar ucapan Gaby, namun tanpa banyak bicara lagi Gaby langsung menyerang mereka.


Gaby memukul salah satu dari mereka hingga jatuh tersungkur.


"Aku tidak tahu kalau ternyata pukulan ku lumayan juga."Ucap Gaby sambil tersenyum.


Karena sedikit lengah hampir saja Gaby terkena pukul, namun untung saja Gaby berhasil menghindar.


Saat ini Gaby memperagakan semua yang di ajarkan Dira dan juga Raw. Dan sejauh ini Gaby lebih unggul dari mereka.


Orang orang itu pun kini sudah tidak berdaya di buat Gaby.


"Katakan siapa yang meminta kalian untuk menghabisi diriku?."Tanya Gaby.


"Kami tidak akan memberitahu mu, meskipun kamu menghabisi kami."Jawab Salah satu orang itu.


"Baiklah jika itu pilihan kalian."Ucap Gaby.


Gaby mengeluarkan pistol yang dia simpan di belakang pinggangnya. Gaby pun mengarahkan pistol itu dan menembakkannya pada orang yang menjawabnya tadi.


Sedangkan rekannya, diam tak dapat berkata apa pun melihat apa yang terjadi.


"Sekarang giliran dirimu, kamu ingin memberitahu ku atau tidak. Jika kamu ingin memberitahu ku makan akan aku ampuni kamu, tapi jika tidak maka kamu akan segera menyusul temanmu itu."Ucap Gaby sambil menodongkan pistolnya.


"Baik baik baik, akan aku beritahu siapa yang meminta kami untuk menghabisi kamu, tapi kamu janji akan melepaskan ku."Ucapnya.


"Aku janji."Saut Gaby.


"Wanita yang bernama Ilona dan Lusi."Ucapnya.


Setelah mendapat jawaban, Gaby pun menepati janjinya dengan langsung pergi meninggalkan orang itu.


Gaby pergi dari sana sebelum ada yang melihatnya. Di dalam perjalanan Gaby sedikit merasa tidak nyaman.


"Apa yang sudah aku lakukan? Bagaimana kalau ada yang melihatku? Bagaimana kalau orang tadi melaporkan aku?."Tanya Gaby pada dirinya sendiri.


Karena Gaby terus gelisah, Gaby pun menghentikan mobilnya lalu menghubungi Dira.


"Halo Kak Dira."Ucap Gaby saat sambungan teleponnya sudah terhubung dengan Dira.


"Halo Gaby ada apa, malam malam kamu telpon?."Tanya Dira.

__ADS_1


"Kak aku membunuh seseorang."Ucap Gaby.


"Membunuh?."Tanya Dira memastikan kalau apa yang di dengarnya tidak salah.


"Iya Kak, bagaimana ini aku takut." Ucap Gaby.


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu sampai bisa membunuh orang?."Tanya Dira.


Gaby pun akhirnya menceritakan semuanya dari awal pada Dira. Setelah Gaby selesai menceritakan semuanya, Dira tertawa lantang.


"Bagus Gaby, bagus."Ucap Dira.


"Maksud Kak Dira?."Tanya Gaby yang tidak mengerti dengan apa yang di maksud Dira.


"Gaby kamu membunuh orang yang berusaha membunuh kamu jadi kamu tidak masalah. Dan kamu tenang saja Kakak akan membereskan semuanya tanpa jejak apa pun."Jawab Gaby.


"Benarkah? Bagus kalau begitu.


Oh iya Kak, untuk masalah Lusi biar aku yang urus dia."Ucap Gaby.


"Iya, lalu bagaimana dengan Ilona?."Tanya Dira.


"Itu urusan nanti saja Kak."Jawab Gaby.


"Baiklah kalau begitu."Ucap Gaby.


Mungkin selama ini Dira mau pun Deon selalu bermain rapih. Lagi pula mereka bukan orang sembarangan.


Lalu Gaby pun memutuskan untuk pergi ke suatu tempat. Dan untuk sampai di sana Gaby memerlukan waktu sekitar tiga puluh menit.


Dan setelah tiga puluh menit Gaby pun sudah sampai di depan sebuah rumah. Rumah itu masih terlihat begitu seperti, Bahkan terlihat dengan sangat jelas kalau di dalam rumah lampu masih mati.


Gaby pun diam menunggu seseorang datang di dalam rumah.


Dan setelah menunggu cukup lama, orang yang di tunggu Gaby pun datang.


Gaby mengetuk pintu rumah itu, dan pintu pun langsung terbuka.


Orang yang membuka pintu itu terkejut saat melihat Gaby berada di hadapannya.


"Gaby."Ucap orang itu yang tak lain adalah Lusi.


"Kenapa kamu terlihat begitu terkejut saat melihat ku Lusi?."Tanya Gaby sambil tersenyum.

__ADS_1


Gaby pun langsung masuk ke dalam rumah Lusi tanpa minta izin terlebih dahulu. Gaby pun duduk dengan begitu angkuhnya.


"Rumah kamu lumayan nyaman juga."Ucap Gaby.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini? Dan kenapa kamu langsung masuk ke dalam rumahku tanpa izin dariku."Ucap Lusi.


"Kenapa memangnya? Lagi pula rumah ini masih atas nama Kakakku."Saut Gaby.


"Meskipun rumah ini masih atas nama Nona Dira tapi aku yang menempati, jadi siapa pun yang ingin masuk kedalam rumah ini harus dengan izin dariku terlebih dahulu."Ucap Gaby.


"Wah Lusi apakah ingatan kamu sudah pulih?."Tanya Gaby sambil tersenyum.


"Ap-- apa maksud kamu aku tidak mengerti?."Tanya Lusi dengan gugup.


Gaby berjalan ke arah pintu Lalu menutup dan mengunci pintu rumah Lusi. Gaby berbalik dan berjalan mendekat pada Lusi.


"Cukup Lusi, jangan berpura pura lagi di hadapan ku.


Aku sudah tahu semuanya. Semuanya tentang kebohongan kamu."Ucap Gaby.


"Oh jadi kamu sudah tahu, bagus kalau begitu. Jadi aku bisa katakan padamu kalau aku tidak suka padamu.


Karena kamu Raw tidak pernah melihat dan sadar kalau aku menyukainya.


Bertahun tahun aku yang selalu ada di sisinya, aku yang selalu bersama dengannya. Tapi kenapa hanya dalam waktu yang singkat kamu mencuri perhatian Raw dari, kamu mencari cinta Raw yang harusnya untuk diriku."Ucap Lusi yang kemudian langsung mendapat tamparan dari Gaby.


"Apa yang kamu lakukan beraninya menampar ku."Ucap Lusi yang lagi lagi mendapat tamparan dari Gaby.


Karena marah Lusi menyerang Gaby, namun dengan sangat cepat Gaby menghindar dan berbalik menyerang Lusi hingga Lusi lumpuh dan tidak dapat berkutik lagi.


"Dengarkan aku baik baik Lusi!


Kamu pikir kamu pantas bersaing dengan ku?


Tidak.


Kamu sama sekali tidak pantas untuk itu. Tahu kenapa? Karena kamu bodoh, bisa bisanya kamu mau di manfaatkan oleh orang seperti Ilona.


Aku peringatkan kamu Lusi jangan coba coba mengganggu hidupku dan hubunganku dengan Raw. Karena aku tidak akan pernah diam saja.


Jadi sebelum kamu melihat diriku yang sebenarnya sebaiknya kamu berhenti dan pergi jauh jauh dari hidupku dan Raw."Ucap Gaby.


Setelah itu Gaby pun pergi dari rumah Lusi. Lusi benar benar tidak menyangka dengan apa yang terjadi saat ini. Bagaimana bisa dia bisa kalah dengan Gaby.

__ADS_1


_____


Di lain tempat Lexsi membawa mayat orang yang di bunuh oleh Gaby ke rumah Ilona. Saat Ilona melihat itu, Ilona merasa tidak senang karena itu artinya orang bayarannya gagal menghabisi Gaby.


__ADS_2