
Waktu berjalan begitu cepat, usia kandungan Gaby sekarang sudah sembilan bulan. Kini Gaby hanya tinggal menunggu kelahiran anaknya. Tapi Raw semakin sibuk dengan pekerjaannya yang sekarang.
Raw kini sudah menjadi pengusaha yang sukses.
Walau begitu Gaby tidak pernah merasa kesepian apa lagi sedih. Karena ada atau tiadanya Raw sama saja.
Namun akhir akhir ini Gaby sering mendapatkan surat dari seseorang dengan kata kata yang begitu manis, dan hal itu tentu saja membuat Gaby menjadi senang. Gaby pun penasaran siapa yang menulis surat untuknya karena di dalam surat itu hanya tertulis dari CINTAMU.
"Nona Gaby, surat untuk anda."Ucap satpam.
"Terimakasih Pak."
________________________________________________
......"Semakin hari perut bidadari ku semakin besar, tapi yang aku heran kenapa bidadari ku semakin terlihat cantik dan begitu mempesona.......
......Apalagi kalau tersenyum, sangat sangat cantik.......
...Kamu tahu di dunia ini tidak ada wanita yang lebih cantik dari kamu....
...Jadi terus lah tersenyum....
...Dan semoga saat melahirkan anak kembar kamu nanti semuanya lancar....
^^^CINTAMU."^^^
________________________________________________
"Dia tahu kalau aku hamil anak kembar?
Aku jadi semakin penasaran, siapa dia sebenarnya."Ucap Gaby.
Tak lama Pak satpam datang kembali dengan mambawa bunga yang begitu cantik dan indah.
Pak satpam itu pun memberikan bunga itu pada Gaby.
"Dari siapa Pak?."Tanya Gaby.
"Tidak tahu, di situ hanya tertulis CINTAMU."Jawab Pak satpam.
"Oh ok, makasih ya Pak."Ucap Gaby.
Setelah itu Pak satpam pun kembali ke tempatnya. Gaby menghirup wangi bunga kesukaannya itu, bunga mawar merah yang di rangkai dengan begitu cantik.
Pada siang harinya, Gaby pergi ke rumah sakit bersama Ziko untuk memeriksa kandungannya, karena tadi malam Gaby merasakan nyeri.
Sesampainya di rumah sakit, Gaby berpapasan dengan seorang Dokter yang begitu tampan. Dokter itu tersenyum pada Gaby dan entah mengapa Gaby langsung berdebar.
Tapi wajahnya seperti pernah melihat tapi di Gaby lupa di mana.
__ADS_1
Gaby terus memikirkan Dokter itu, dan pada saat Gaby membuka ruang Lusi Gaby teringat sesuatu.
__
"Cintaku foto siapa ini?."Tanya Gaby.
"Oh, itu foto Kakak ku, namanya Rendra.
Itu satu satu foto Kakak ku yang aku punya."Jawab Raw.
"Dia tampan ya."Ucap Gaby, yang bermaksud untuk membuat Raw cemburu.
"Iya, dia sangat tampan.
Dulu banyak sekali wanita yang jatuh cinta padanya, tapi sayang tidak ada satu orang pun yang dapat mengambil hati Kakak ku itu."Jelas Raw.
"Benarkah?."Tanya Gaby yang tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Raw.
"Iya.
Kamu tahu kenapa?."Tanya Raw dan Gaby pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Semua itu karena dia sudah menaruh hati pada Nona Dira."Sambung Raw.
"Benarkah?."Tanya Gaby.
"Tentu saja.
Dia sudah menyerahkan hidupnya untuk Nona Dira, dan semuanya benar benar dia lakukan. Demi melindungi Nona Dira dia rela mengorbankan nyawanya sendiri.
Seumur hidupnya hanya Nona Dira lah yang di cintai."Cerita Raw.
"Apakah Kak Dira juga mencintai Kakakmu?."Tanya Gaby.
"Tidak. Nona Dira hanya menganggapnya sebagai seorang Kakak saja."Jawab Raw.
Gaby pun menyimpan foto Rendra kembali ketempat nya.
______
Gaby menghentikan langkahnya saat teringat sebuah foto yang di lihatnya dulu.
"Rendra.
Iya wajah itu sangat mirip dengan wajah Kakak Raw, Rendra.
Apa mungkin dia masih hidup?."Ucap Gaby.
"Gaby kenapa berhenti di sana, ayo masuk."Ucap Lusi.
__ADS_1
Gaby pun tersadar dari lamunannya, kemudian masuk kedalam ruangan Lusi.
Gaby pun langsung memberitahu Lusi apa yang dirasakannya.
Setelah itu Lusi pun memeriksa Gaby.
"Sepertinya tidak akan lama lagi anak kamu akan lahir."Ucap Lusi.
"Benarkah?."Tanya Gaby dan Lusi pun mengangguk.
Gaby sangat senang mendengar kabar itu. Rasanya Gaby sudah tidak sabar untuk melihat anak anaknya.
Tiba tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Lusi.
Dan pada saat pintu ruangan Lusi terbuka, masuklah seorang Dokter tampan yang tadi berpapasan dengan Gaby.
"Selamat siang."Sapa Dokter tampan itu sambil berjalan mendekat Lusi dan Gaby.
"Selamat siang."Saut Lusi dan Gaby.
"Oh iya Gaby, perkenalkan ini Dokter baru di rumah sakit ini. Nama dia Rendra."Ucap Lusi memperkenalkan Dokter tampan itu yang bernama Rendra.
Gaby terdiam, Gaby tengah berpikir apakah orang di hadapannya ini adalah Kakak dari Raw. Kakak yang sudah meninggal beberapa tahu yang lalu.
Rendra mengulurkan tangannya pada Gaby.
"Perkenalkan nama sana Rendra."Ucap Rendra.
Gaby pun membalas uluran tangan Renda.
"Gaby."Ucap Gaby.
Gaby diam sambil memegang tangan Rendra, Gaby merasakan kalau sentuhan tangan Rendra begitu familiar untuknya.
Selain itu saat Gaby menatap mata Rendra, Gaby seakan sangat mengenali sorot mata itu.
" Kenapa semuanya terasa sama seperti Raw.
Apa mungkin dia Kakaknya Raw?." Batin Gaby.
"Ada apa Gaby, kenapa kamu diam saja?."Tanya Rendra.
Gaby langsung melepaskan pegangan tangannya dan meminta maaf pada Rendra atas kelancangannya.
Kemudian Lusi pun memberitahu Gaby kalau nanti Dokter Rendra akan membantunya melahirkan kalau nantinya Lusi tidak ada.
Lusi pun meyakinkan Gaby kalau Dokter Rendra adalah orang yang bisa dia percaya seratus persen.
"Kamu tenang saja Gaby, karena apa pun yang terjadi dia akan melakukan yang terbaik untuk kamu Gaby, bahkan nyawa nya pun akan dia pertaruhkan."Ucap Lusi sambil tersenyum.
__ADS_1
Dokter Rendra hanya tersenyum sambil menatap Gaby. Gaby menjadi salah tingkah saat di tatap Dokter Rendra, sungguh ini adalah perasaan yang sudah lama tidak di rasakan ya.