
Raw dan Gaby hanya diam melihat Lusi pergi dengan sangat kesal.
Kemudian Gaby menatap Raw.
"Kamu sengaja tidak melihatnya atau benar benar tidak melihatnya?."Tanya Gaby.
"Aku benar benar tidak melihatnya, saat aku masuk dan melihat mu di sini aku hanya fokus padamu."Jawab Raw.
Gaby langsung tersenyum setelah mendengar jawaban Raw. Itu artinya sampai saat ini perasaan Raw sedikit pun tidak berubah meskipun selama beberapa hari ini Lusi selalu berusaha untuk mengambil hati Raw.
"Kenapa kamu diam saja? Ada apa?."Tanya Raw.
"Tidak papa."Jawab Gaby.
Kemudian Raw langsung makanan yang di bawa oleh Gaya dengan sangat lahap.
"Oh iya, bagaimana keadaan Lusi sekarang, apa sudah ada perkembangan?."Tanya Gaby.
"Sama sekali tidak ada perkembangan, ingatan Lusi masih terhenti di tahun itu.
Padahal sudah berbagai macam cara aku lakukan agar bisa membantu mengembalikan ingatannya.
Jujur saja aku sedikit risih saat Lusi menggandeng atau bahkan memelukku."Jawab Raw.
"Apa, apa dulu dia sering bertingkah seperti itu padamu. Terlebih setelah kejadian itu?."Tanya Gaby.
"Tidak, sama sekali tidak pernah seperti sekarang. Saat ini Lusi seperti bukan Lusi tapi orang lain."Jelas Raw.
Gaby terdiam sesaat dan memikirkan ucapan Raw tadi.
"Apa mungkin seseorang akan berubah begitu saja? Atau mungkin saja ada seseorang yang mengarah Lusi untuk melakukan itu.
Aku harus mencari tahu semuanya terlebih dahulu." Batin Gaby.
"Kamu kenapa melamun lagi?."Tanya Raw.
Gaby hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian Gaby pun mengobrol dengan Raw setelah Raw selesai makan.
Gaby mau pun Raw sangat senang bisa mengobrol berdua, setelah beberapa hari ini mereka selalu saja tidak punya waktu berdua karena Lusi.
Setelah jam makan siang Raw telah selesai, Gaby pamit untuk pulang.
Saat akan pulang Gaby berjalan melewati ruangan Lusi, pada saat itu Gaby mendengar kalau Lusi akan bertemu dengan seseorang sepulang dari rumah sakit.
____
__ADS_1
Hari kini sudah malam, dan sudah waktunya Lusi pulang. Lusi berdiri di depan rumah sakit untuk menunggu taxsi yang sudah di pesannya.
Tak butuh waktu lama taxsi itu pun datang, Lusi langsung naik dan pergi.
Gaby yang sudah sedari tadi menunggu pun langsung mengikuti dari belakang.
Gaby pergi mengikuti Lusi menggunakan mobil hadiah yang di berikan Rangga yang belum sempat dia pakai agar Lusi tidak tahu kalau saat ini sedang di ikuti.
Setelah tiga puluh lima menit Lusi pun sampai di sebuah restoran. Restoran itu sangat tidak asing bagi Gaby, karena dulu Gaby sering pergi ke restoran itu bersama dengan Mamah dan juga Ilona.
"Ini adalah restoran kesukaan Mamah dan Ilona. Mau bertemu dengan siapa dia di sini?."Ucap Gaby.
Gaby pun akhirnya masuk dan memilih tempat duduk yang tidak jauh dari meja Lusi. Gaby melihat sekitar dan tidak ada sesuatu yang aneh ataupun patut di curigai.
Dan tak lama dari itu datanglah seorang wanita cantik menghampiri Lusi sambil tersenyum. Gaby yang melihat siapa yang datang sangat terkejut.
"Ilona? Bagaimana bisa Lusi mengenal Ilona?." Batin Gaby.
Gaby akhirnya tahu siapa orang di balik perubahan Lusi. Gaby tetap diam dan mendengarkan pembicaraan antara Lusi dan Ilona.
"Bagaimana apakah semuanya berjalan dengan lancar?."Tanya Ilona.
"Rencananya memang lancar, tapi sampai detik ini pun Raw sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun terhadap ku. Bahkan cintanya pada Gaby tidak berkurang."Jawab Lusi.
Dengar Lusi, Raw adalah laki laki normal dan dia pasti tidak akan tahan jika melihat berdua di sebuah ruangan dalam keadaan bergairah.
Kamu mengerti maksudku Lusi?."Ucap Ilona sambil tersenyum licik.
"Kamu menyuruhku memakai cara kotor itu? Tidak Ilona, aku tidak mau."Saut Lusi.
"Kamu pikir apa yang saat ini kamu lakukan tidak kotor?
Lusi kalau kamu ingin berhasil jangan setengah-setengah saat melangkah."Ucap Ilona.
Gaby yang mendengar percakapan mereka benar benar marah dan jijik. Gaby pun bertekad untuk menggagalkan rencana mereka.
"*Aku tidak akan tinggal diam Lusi.
Kamu adalah orang yang aku percaya, tapi bisa bisanya kamu bekerja sama dengan Ilona.
Aku tahu kamu memang tidak mengenal Ilona, tapi harusnya kamu tahu maksud Ilona hanya ingin menghancurkan aku dengan cara memanfaatkan kamu.
Dan sebagai bawahan Kak Dira kamu sangat mengecewakan Lusi*." Batin Gaby.
Gaby pun langsung pergi dari sana setelah mengetahui rencana Lusi dan Ilona.
__ADS_1
Di dalam perjalanan Gaby langsung menghubungi Raw, Gaby pun langsung saja menceritakan apa yang dia tahu dan dengar pembicaraan antara Lusi dan Ilona.
Sebenarnya bisa saja Gaby memberitahu semua itu saat sudah sampai di rumah, namun entah mengapa Gaby ingin segera memberitahukan semuanya pada Raw
Setelah selesai Gaby langsung memutuskan sambungan teleponnya dengan Raw, dan fokus untuk mengemudi.
Bbrruuggg
Gaby sangat terkejut saat mobilnya di tabrak oleh pengendara lain dari arah belakang.
Gaby pun langsung menemukan mobilnya agar yang pengendara yang di belakang bisa mendahuluinya.
Namun bukannya mendahului Gaby, pengendara itu malah menabrakt Gaby kembali.
Gaby tidak habis pikir dengan yang di lakukan pengendara itu.
Gaby mulai curiga saat mobilnya terus menerus di tabrak dari belakang.
Gaby pun akhirnya langsung menancap gas dan mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi.
___
Gaby terus saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan mobil yang menabraknya tadi terus mengikutinya dari belakang.
Gaby melakukan mobilnya ke jalan yang sepi di mana di sana jarang ada kendaraan yang berlaku lalang. Setelah itu Gaby langsung memutarbalikkan mobilnya sehingga akhirnya mobilnya bertabrakan dengan mobil yang mengikutinya.
Karena mobil Gaby memiliki pengaman yang bagus, Gaby tidak terluka terlalu parah. Tak lama dari itu orang yang mengendarai mobil itu keluar.
Melihat orang itu keluar, Gaby pun ikut keluar dari dalam mobil.
Tanpa rasa takut Gaby berjalan mendekat pada orang itu.
"Siapa kalian? Dan kenapa kalian terus mengikuti ku?."Tanya Gaby.
"Siapa kami itu tidak penting, yang terpenting sekarang juga kami harus melenyapkan kamu."Ucap salah satu orang yang ada di hadapannya.
"Melenyapkan aku?
Aku tahu kalian adalah orang bayaran. Begini saja kalian lepaskan aku dan aku akan membayar kalian lima kali lipat dan kalian bawa orang yang membayar kalian sebelumnya ke hadapan ku.
Bagaimana?."Tawar Gaby.
"Tidak, kami tidak akan mau menghianati orang yang telah membayar kami."Saut Salah satu orang itu.
"Baiklah kalau kalian tidak mau mengikuti ucapan ku dan tetap memilih untuk menghabisi ku, maka jangan salahkan aku kalau ternyata kalianlah yang akan habis di tanganku."Ucap Gaby sambil tersenyum dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1