
Setelah kepergian Gaby, Lusi kini hanya terdiam memikirkan setiap perkataan Gaby.
Apakah mungkin yang Adi kata Gaby bukan hanya sekedar ancaman saja.
Tapi atau mungkin itu memang sebuah gertakan untuknya.
Namun yang terpenting saat ini adalah jangan sampai Gaby memberitahu Raw kebenaran tentang dirinya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Ini benar benar membuat ku gila.
Ah kenapa juga aku menerima saran dari wanita itu.
Dasar bodoh kamu Lusi."Ucap Lusi.
_______
Sedangkan kini Gaby baru saja sampai di rumahnya. Sebelum Gaby masuk ke dalam rumah, Gaby berpikir apakah dia harus memberitahukan semuanya tentang Lusi pada Raw atau tidak.
"Tunggu sebelum itu kenapa aku tidak menanyakan pada seseorang tentang hadiah yang aku dan Kak Dira kirimkan."Ucap Gaby.
Gaby pun mengambil handphone nya lalu menghubungi seseorang.
Tak lama panggilan itu pun terhubung.
"Halo."Ucap seseorang dari sebrang telpon.
"Halo selamat malam Kak Ilona?."Saut Gaby.
"Gaby?
Untuk apa kamu menghubungiku malam malam begini?."Tanya Ilona.
"Tidak ada apa apa, aku hanya ingin tahu apakah kamu menyukai hadiah yang di kirimkan oleh ku dan Kak Dira?
Aku takut kalau kau tidak menyukainya.
Karena itu aku bertanya.
Kalau kamu tidak suka aku akan mengirimkan yang lain."Jelas Gaby.
"Siapa yang kamu maksud?."Tanya Ilona.
"Hmmm Lusi mungkin."Jawab Gaby.
"Oh jadi kamu sudah mengetahuinya.
Bagus kalau begitu."Ucap Ilona.
__ADS_1
"Dengar baik baik mulai hari ini jangan berusaha untuk menghancurkan hidupku apalagi dengan cara memisahkan aku dengan Raw.
Kalau sampai itu terjadi lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti."Ucap Gaby yang kemudian langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah sambungan telepon terputus Gaby pun langsung masuk ke dalam rumah.
Saat Gaby masuk Gaby melihat Raw yang sedang menunggunya.
Gaby pun langsung menghampiri Raw dan memeluk Raw dari belakang.
"Apakah kamu sedang menungguku?."Tanya Gaby.
Raw melepaskan pelukan Gaby dan menuntun Gaby untuk duduk di pangkuannya.
Kemudian Raw memeluk Gaby.
"Iya aku menunggu kamu.
Dari mana saja kamu malam malam begini?
Apakah ada sesuatu yang terjadi?."Tanya Raw, dan Gaby pun mengangguk.
"Apa?."Tanya Raw kembali.
"Bukan apa apa, dan semuanya sudah terselesaikan jadi kamu tidak perlu khawatir."Jawab Gaby.
"Iya."Jawab Gaby.
Setelah itu Raw pun menggendong Gaby ke kamar. Sesampainya di kamar Gaby berniat untuk membersihkan diri.
Namun Raw mencegahnya.
"Sayang sebelum kamu mandi, bagaimana kalau kita membuat anak dulu? Setelah itu baru kita mandi bersama."Ucap Raw.
"Dasar mesum, bisa bisanya berpikir seperti itu."Ucap Gaby.
"Kenapa memangnya, aku berbicara kepada istri ku sendiri jadi apa salahnya?
Tapi yang terpenting kamu mau kan?."Tanya Raw sambil memeluk Gaby. Dan Gaby pun mengangguk.
Akhirnya permainan panas pun di mulai mereka. Gaby sangat suka saat Raw mulai menyentuh setiap inci dari tubuhnya.
Dan Raw pun begitu sangat suka dengan suara Gaby pada saat itu, karena hal itu membuat Raw semakin bergairah.
Raw maupun Gaby mempunyai cara masing masing untuk memuaskan pasangannya.
Setelah selesai melakukan permainan panas itu Raw selalu memeluk Gaby dari belakang.
"Semoga saja anak kita akan segera hadir dalam rahimmu."Ucap Raw sambil menyentuh perut rata Gaby.
__ADS_1
"Iya, aku juga tidak sabar menanti itu."Saut Gaby.
"Entah kenapa akhir akhir ini aku merasa kalau sesuatu akan terjadi.
Sesuatu yang akan membuat kita terpisah."Ucap Raw.
"Apa maksud kamu?."Tanya Gaby sambil membalikkan tubuhnya menghadap Raw.
"Aku tidak tahu, aku hanya merasa sesuatu yang besar akan terjadi.
Tapi aku tidak tahu apa itu."Jelas Raw.
"Kamu jangan menakuti aku seperti itu."Ucap Gaby.
"Baiklah tidak perlu di pikirkan.
Bagaimana kalau sekarang kita mandi?."Tanya Raw sambil tersenyum.
"Maksudmu melanjutkan permainannya di kamar mandi bukan?."Tanya Gaby dan Raw pun hany tersenyum. Kemudian Raw mencium bibir Gaby.
Dan akhirnya mereka melanjutkan permainan mereka di dalam kamar mandi.
________
Di lain tempat seseorang sedang merencanakan sesuatu yang sangat besar.
Dan semua itu demi mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Kalian yakin bisa melakukannya?."
"Kamu yakin Tuan.
Anda tidak perlu khawatir, kami pasti akan melakukannya sebaik mungkin dan tidak akan membuat anda kecewa."
"Bagus, itu yang aku harapkan.
Kalian harus buat semirip mungkin hingga tidak akan ada yang mencurigainya satu pun."
"Baik Tuan."
"Sesuai rencana kita akan mulai sebentar lagi, biarkan dia menikmati semuanya sebelum akhirnya semuanya menjadi milikku."
"Siap Tuan."
Orang itu tersenyum karena sebentar lagi tidak akan ada orang yang akan menggalinya jalannya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Siapkan pesawat kita pergi sekarang!."
"Siap."Jawab tangan kanannya.
__ADS_1