
Pada hari itu juga Ziko bersama dengan Raw mencari keberadaan Lusi. Pertama mereka mencari Lusi di rumah sakit. Namun Lusi tidak di sana, karena Lusi baru saja pulang tadi pagi.
Mereka pun akhirnya pergi ke rumah Lusi.
Dan untung saja Lusi ada di rumah.
"Tumben sekali kamu mencari ku Ziko, ada apa?."Tanya Lusi yang mempersilahkan Ziko dan Raw masuk.
"Dan siapa yang kamu bawa?."Sambung Lusi.
"Raw, dia adalah Raw."Jawab Ziko.
Lusi tidak mengerti kenapa Ziko mengatakan kalau orang yang kini duduk di sampingnya adalah Raw.
"Kamu pikir aku buta?."Ucap Lusi.
"Aku tahu kamu tidak akan mengenali ku Lusi karena wajah ku yang sekarang."Ucap Raw.
"Raw."Ucap Lusi setelah mendengar suara Raw.
"Kenapa bisa seperti ini?."Sambung Lusi.
Raw pun menceritakan semuanya pada Lusi. Setelah itu Raw pun mengatakan apa tujuan dia mencarinya.
Lusi pun menyetujui untuk melakukan operasi pada Raw, agar dia tidak merasa bersalah lagi pada Raw dan juga Gaby.
"Baiklah aku akan melakukannya, anggap saja ini sebagai permintaan maaf ku pada kamu dan Gaby."Ucap Lusi.
"Terimakasih."Ucap Raw.
"Kalau begitu tunggu sebentar aku akan bersikap dulu."Ucap Lusi yang kemudian langsung masuk ke dalam.
Tak lama Lusi pun kembali dengan pakaian rapi dan sebuah tas besar yang di bawanya.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun pergi ke markas, di sana sudah ada rekan mereka yang menyiapkan segala keperluan untuk operasi Raw.
"Setelah ini apa yang akan kamu lakukan?."Tanya Lusi.
"Pertama aku akan mengecoh dia terlebih dahulu setelah itu baru aku akan memberi pelajaran padanya,
aku akan memberikan akibat yang dia dapat karena telah mengusik hidup ku dan keluarga ku."Jawab Raw.
Lusi terdiam mendengarkan ucapan Raw. Lusi tidak tahu apa yang akan di lakukan Raw kalau sampai dia melanjutkan untuk mencoba merebutnya dari Gaby.
Lusi tidak kalau dirinya masih hidup sekarang ini.
______
Raw memanglah bukan seorang pemarah atau emosional seperti anak buah yang lainnya. Raw di kenal sebagai orang yang santai namun dingin.
Namun bukan berarti Raw orang yang lemah dan tidak bisa lawan atau pun diam saja saat ada orang yang menyakitinya.
Raw tidak akan segan untuk menghabisi siapa pun yang mengusiknya.
Dulu pernah terjadi pada saat Kakaknya di bunuh tepat di hadapannya. Tanpa pikir panjang dan rasa takut Raw langsung menghabisi orang yang sudah membunuh Kakaknya, walau pun pada saat itu Raw masih berusia lima belas tahun.
Sebenarnya waktu itu Hendar masih bisa di tolong tapi sayang di markas Dira tidak ada yang mampu menolongnya, dan pada saat itu lah Raw bersumpah untuk menjadi Dokter yang hebat, yang bisa melakukan apa pun.
_________
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh mereka pun sampai di markas Dira, mereka langsung menuju tempat operasi akan di lakukan.
Sebelum melakukan operasi, Raw memeriksa semuanya dengan sangat teliti. Raw pun memberitahu apa yang di inginkan nya pada Lusi.
Setelah memberi instruksi pada Lusi dan yang lainnya Raw pun kini sudah siap untuk di operasi kembali.
Waktu terus berjalan, dan malam pun semakin larut, Lusi dan rekannya masih melakukan operasi pada Raw. Hingga pukul tiga pagi barulah Lusi menyelesaikan operasinya.
__ADS_1
Setelah selesai Lusi memberikan arahan pada rekannya untuk apa yang harus di lakukan saat Raw sadar nanti. Kemudian Lusi pun meminta Ziko untuk mengantarnya pulang karena dia harus kembali bekerja di rumah sakit pagi nanti.
"Kamu yakin akan langsung bekerja di rumah sakit?."Tanya Ziko.
"Tentu saja."Jawab Lusi.
"Kamu baru saja menyelesaikan operasi pada Raw, perjalanan dari sini ke kota saja sangat lama. Apa nantinya kamu tidak kelelahan?."Ucap Ziko.
"Tidak akan Ziko, aku kan bisa tidur saat dalam perjalanan nanti.
Nggak masalah dong kalau aku tidur di jalan."Saut Lusi.
Setelah itu mereka pun langsung pergi dari markas. Dan benar saja di dalam perjalanan Lusi tertidur. Ziko menghentikan laju mobilnya lalu menyelimuti Lusi dengan jaketnya.
"*Maaf Lusi kali ini aku tidak membantumu mendapatkan cinta mu, bukan tidak mau hanya saja aku tidak bisa memaksakan perasaan seseorang apa lagi dia sahabat ku juga.
Aku juga ingin kamu bahagia dan mendapatkan apa pun yang kamu inginkan, tapi jika tentang perasaan itu sangat sulit Lusi.
Asal kamu tahu sudah sejak lama aku menyukaimu, tapi aku juga tidak ingin memiliki kamu. Karena aku tahu pekerjaan ku seperti apa, aku takut nantinya kamu akan celaka karena aku.
Aku juga tidak mampu menjaga kamu dua puluh empat jam. Selain Raw pasti ada laki laki yang tepat untuk menjadi pendamping kamu*." Batin Ziko.
Kebersamaan Raw, Ziko, Lexsi dan Lusi sudah sangat lama. Karena itu sangatlah mungkin kalau di antara mereka saling menyukai. Seperti Ziko yang menyukai Lusi sedangkan Lusi menyukai Raw.
Bagi Ziko tidak masalah kalau Lusi tidak menyukainya karena dia pun tidak ingin memilikinya.
Yang terpenting Lusi selalu bahagia.
Awalnya Ziko berpikir Raw pun akan menyukai Lusi lambat laun karena kedekatan mereka dan perhatian lebih yang di berikan Lusi, tapi ternya tidak.
Raw justru menyukai Gaby yang baru pertama kali dia lihat saat Dira membawa ke markas dulu.
Pada saat itu Ziko masih berusaha untuk mendekatkan Raw dan Lusi, tapi ternyata Raw adalah tipe orang seperti dirinya jika sudah menyukai seseorang maka akan sulit berpaling atau pun melupakan. Jadi Ziko pun tidak bisa berbuat apa apa. Akan tetapi Ziko sempat kecewa pada Lusi karena dia melakukan cara kotor untuk mendapatkan cintanya.
__ADS_1
Namun semua sudah berlalu dan sekarang Lusi sudah kembali seperti Lusi yang seperti dulu.