
Hari hari Gaby lewati bersama Raw dengan penuh kebahagiaan. Gaby lebih sering menemani Raw bekerja, karena Raw tidak ingin jauh dari Gaby.
Sedangkan Lusi, setelah malam itu Lusi tidak pernah menemui Raw kecuali tentang pekerjaan.
"Aduh kenapa aku mendadak tidak enak badan ya."Ucap Gaby.
"Sayang."Panggil Raw yang baru sama masuk ke dalam ruangannya.
"Kamu kenapa?."Tanya Raw saat melihat Gaby tidur di sofa.
"Aku nggak tahu, tiba tiba saja aku tidak enak badan dan kepalaku pusing."Jawab Gaby.
Raw pun langsung memeriksa Kania. Namun saat di periksa Gaby merasa mual. Gaby bangkit dari ternya lalu berlari ke kamar mandi.
Gaby muntah muntah di dalam kamar mandi. Raw dengan telaten mendampingi Gaby.
"Bagaimana perasaan kamu sekarang?."Tanya Raw.
"Jauh lebih baik.
Tapi badanku lemas." Jawab Gaby.
Kemudian Raw menggendong Gaby lalu membaringkan Gaby kembali di sofa.
"Kamu tunggu dulu, aku keluar sebentar."Ucap Raw dan Gaby pun mengangguk.
Raw pergi meninggalkan Gaby, tapi tak lama Raw kembali bersama seorang Dokter perempuan. Dokter itu adalah Dokter kandungan.
"Biar saya periksa dulu ya."Ucap Dokter kandungan.
Dokter kandungan pun memeriksa Gaby, ada beberapa hal pada Gaby.
Setelah itu Dokter itu pun memberikan respek pada Gaby.
"Kita coba cek dulu ya."Ucap Dokter.
Gaby pun pergi ke kamar mandi lagi untuk melakukan tes kehamilan melalui respek.
Dan sesuai dugaan Gaby saat ini sedang hamil.
Mereka pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, di ketahui bahwa kandungan Gaby baru menginjak usia empat Minggu.
Gaby dan Raw sangat senang mengetahui kalau sebentar lagi mereka akan memiliki buah hati yang selama ini telah mereka nantikan.
__ADS_1
"Kita harus memberitahukan kabar gembira ini pada Kakak."Ucap Gaby sambil memeluk Raw.
"Iya."Ucap Raw.
Mereka pun kembali ke ruangan Raw dan di sana mereka langsung memberitahu Dira, Deon dan juga Rangga tentang kabar bahagia ini.
Lusi yang mengetahui kabar bahwa Gaby telah hamil membuatnya sadar kalau sudah tidak ada lgi kesempatan untuknya.
Setelah itu Lusi pun memutuskan untuk pergi.
Pada malam harinya Raw dan Gaby pergi ke rumah Deon untuk makan malam bersama dan merayakan kehamilan Gaby.
Saat itu mereka benar benar bahagia bahwa Gaby telah hamil.
Karena malam semakin larut Raw dan Gaby pun akhirnya menginap di rumah Deon.
Tapi entah mengapa malam ini Raw tidak bisa tidur.
Perasaannya benar benar tidak enak, apa lagi saat melihat Gaby, Raw merasa kalau dirinya dan Gaby akan berpisah.
Hingga membuat Raw tidak ingin pergi jauh dari Gaby.
"Apakah mungkin akan terjadi sesuatu padaku yang akhirnya akan memisahkan aku dan Gaby.
Apa pun itu aku harap kami bisa melaluinya."Ucap Raw.
______
"Di mana aku?
Kenapa aku berada di dalam kerangkeng?."Tanya Raw pada dirinya sendiri.
Raw tersadar dan alangkah terkejutnya saat mendapati dirinya berada di dalam sebuah kerangkeng.
Saat sedang berusaha untuk keluar, Raw seperti mendengar tawa Gaby. Raw pun melihat ke arah sumber suara, pada saat itu Raw melihat Gaby sedang tertawa bahagia dengan seorang pria, tapi Raw tidak bisa melihat pria itu siapa.
"Gaby tolong lepaskan aku."Teriak Raw.
Pada saat itu Gaby langsung melihat kearahnya.
"Siapa dia sayang?."Tanya Gaby pria di sampingnya.
"Aku tidak tahu, sepertinya dia pria yang ingin menghancurkan hubungan kita."Jawab Pria itu.
__ADS_1
"Siapa kamu, dan apa yang sudah kamu lakukan pada Gaby?."Terik Raw.
Pada saat itu pria yang bersama Gaby pun menengok ke arah Raw, pada saat itu Raw sangat terkejut, karena melihat wajah pria itu yang sama persis seperti dirinya.
Pria itu tersenyum licik pada Raw. Setelah itu dia pun tertawa bahagia mentertawakan Raw.
"Semuanya menjadi milikku.
Hahahaha...."Ucapnya.
"Siapa kamu?."Teriak Raw.
Namun Raw tidak mendapatkan jawaban apa pun, Raw hanya bisa melihat Gaby berlalu pergi bersama dengan pria yang mirip dengannya.
"Tidak Gaby jangan tinggalkan aku.
Gaby kembali padaku...... Gaby."Teriak Raw.
_________
"Sayang apa yang terjadi pada mu? Bangun lah."Ucap Gaby sambil menggunakan tubuh Raw.
Raw pun akhirnya membuka matanya.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu berteriak seperti itu?."Tanya Gaby.
Raw yang melihat Gaby di sisinya langsung memeluk Gaby. Raw pun berusaha untuk mengatur nafasnya.
"Apa yang terjadi? Apakah kamu mimpi buruk?."Tanya Gaby kembali sambil memeluk Raw.
"Iya, dan mimpi itu benar benar buruk."Jawab Raw.
Sudah tenangkan dirimu, semua itu hanyalah mimpi, dan mimpi adalah bunga tidur sayang."Ucap yang berusaha menenangkan Raw.
"Gaby, jika di dunia ini ada orang yang sama seperti ku, dan dia mengaku kalau dia adalah aku, apakah kamu dapat mengenali kalau dia bukan aku?."Tanya Raw.
"Kenapa tiba tiba saja bertanya seperti itu?
Lagi pula tidak akan ada orang yang sama seperti dirimu, kecuali kamu memiliki kembaran.
Tapi meski kembar pasti ada perbedaan dan aku yakin kalau aku akan mengenali kalau itu bukan kamu."Jawab Gaby.
"Syukurlah."Ucap Raw.
__ADS_1
Raw menarik nafas panjang, dan kini perasaannya sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya.
Walaupun itu hanyalah sebuah mimpi tapi itu benar benar terasa sangat nyata.