Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB 55.


__ADS_3

Ilona dan Rangga kini sudah berada di salah satu restoran. Rangga pun memesan beberapa macam makanan, dan hampir semuanya adalah makanan kesukaan Ilona.


Ilona tidak percaya kalau Rangga masih ingat dengan apa yang dia sukai.


"Bagaimana kabar kamu Ilona?"tanya Rangga.


"Aku baik"


"Lalu bagaimana dengan suamimu?"


"Aku sudah tidak bersama dengan dia, sangat lama selama sekali. Kalau tidak salah ingat pernikahan ku hanya berjalan selama satu tahun saja"jelas Ilona.


"Lalu kamu tidak di mana sekarang?"


"Aku tinggal di rumah yang di berikan Felix dulu"


"Sendiri?"tanya Rangga kembali dan Ilona pun mengangguk sambil tersenyum.


"Sekarang aku hanya sendiri. Tapi sempat beberapa bulan lalu aku punya anak, tapi sayang di tidak bisa bertahan hidup lebih lama. Aku sudah berusaha memberikan yang terbaik untuknya, tapi sayang"Ilona meneteskan air matanya.


Rangga yang melihat itu langsung mendekat pada Ilona dan memeluknya. Rangga melihat kalau Ilona begitu menyayangi anaknya itu.


"Tapi Ilona bukankah tadi kamu bilang kamu sudah berpisah dengan Felix, terus kenapa kamu bisa punya anak?"

__ADS_1


"Iya memang, jujur saja aku juga tidak tahu siapa ayahnya, aku hanya tahu kalau aku hamil dan ya, aku tidak memikirkan apa pun kecuali anak ku itu.


Awalnya aku sedih karena harus kehilangannya, tapi sekarang perlahan kesedihan aku hilang. Karena meskipun anakku sudah tiada, tapi aku masih bisa mendengar suara detak jantungnya"


"Maksudnya?"


"Aku mendonorkan jantung anakku pada seorang anak yang memiliki kelainan pada jantung sejak lahir. Awalnya aku tidak mau, tapi setelah di pikir pikir akan jauh lebih baik jika aku mendonorkannya.


Sesuai dengan yang aku harapkan, sekarang aku bisa mendengar suara detak jantung aku melalui anak itu"jelas Ilona sambil tersenyum.


Rangga tidak tahu apa saja yang sudah di lalui oleh Ilona, bahkan dia pun bisa hamil tanpa mengetahui siapa ayahnya.


Tak lama makanan pesanan mereka pun, mereka makan bersama. Rangga tidak tega melihat keadaan Ilona yang seperti sekarang ini.


"Ilona, bagaimana kalau kamu tinggal bersama dengan Kakak saja"ucap Rangga.


Tapi bukannya Kakak tinggal bersama dengan Ayah Kakak?"


"Tadinya, tapi sekarang Kakak tinggal sendirian, Ayah sudah meninggal"


"Oh, maaf aku nggak tahu"


"Nggak papa, jadi kamu mau kan tinggal di rumah Kakak"

__ADS_1


"Ok deh, tapi mungkin nggak sekarang. Soalnya besok aku harus pergi ke luar negeri"


"Ngapain? ada kerjaan?"tanya Rangga.


"Bukan, sepertinya mereka akan pindah ke luar negeri. Aku juga tidak tahu tepat nya kemana, yang jelas dia meminta aku untuk ikut agar aku tahu di mana mereka tinggal.


Jadi kalau sewaktu waktu aku ingin bertemu dengan anaknya aku tahu kemana aku harus pergi"jelas Ilona.


"Sekeluarga?"


"Mungkin, aku juga tidak tahu.


Tapi selama ini aku tidak pernah melihat istrinya ataupun anggota keluarga yang lain"jawab Ilona.


"Kamu yakin dia orang baik baik, maksudnya dia tidak akan melakukan sesuatu padamu nantinya?"


"Kakak tenang saja, aku sangat yakin kalau dia adalah orang yang sangat baik"


Ilona dan Rangga pun terus mengobrol. Tak sampai di situ Rangga pun mengantar Ilona pergi ke mall untuk membeli beberapa barang yang harus dia bawa besok.


Selama itu Ilona menceritakan kisah hidupnya setelah hidup sendiri jauh dari keluarganya.


Dari cara bicara dan sikapnya, rasanya Rangga seperti melihat Ilona yang masih remaja. Ilona yang masih begitu polos dan manja. Rangga yakin kalau saat ini Ilona sudah benar benar berubah, Rangga pun sangat senang dengan perubahan Ilona saat ini.

__ADS_1


"Semoga kamu akan terus seperti ini, dan jika kamu punya masalah kamu bisa bicara dengan Kakak. Kakak akan berusaha untuk selalu ada buat kamu"ucap Rangga.


Mendengar ucapan Rangga, Ilona langsung meneteskan air matanya, lalu memeluk Rangga. Kini rasanya Ilona seperti mendapatkan sandaran kembali setelah sekian lamanya.


__ADS_2