Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
Bab 9.


__ADS_3

Setelah itu Gaby pun pergi menemui teman temannya di sebuah cafe yang dulu sering menjadi tempat mereka berkumpul.


Gaby sangat senang karena setelah sekian lama akhirnya bisa bertemu dengan teman temannya kembali.


"Gaby."Panggil Mita yang baru saja datang.


"Mita."


"Ya ampun aku kangen banget sama kamu."Ucap Mita sambil memeluk Gaby. "Kamu selama ini kemana aja sih?."


"Aku pergi ke Jerman."


"Pantesan susah banget buat ketemu sama kamu."Ucap Mita.


"Yuli mana, tumben nggak bareng sama kamu datangnya?."Tanya Gaby pada Mita.


"Enggak, biasalah ada urusan sama cowoknya."Jawab Mita.


Gaby dan Mita pun mengobrol mengingat tentang masa masa mereka di kampus dulu sambil menunggu Yuli datang. Dan setelah lima belas menit Yuli pun datang.


"Hai, sorry telat."Ucap Yuli yang langsung memeluk Gaby dan Mita. "Gimana kabar kalian?."


"Biak."Jawab Gaby dan Mita.


"Dari mana aja sih kok telat banget?."Tanya Gaby.


"Biasalah sibuk gue."Jawab Yuli sambil tersenyum.


"Sibuk ngurusin cowok kamu?."Tanya Gaby.


"seratus buat Gaby."Ucap Yuli.


Mereka pun terus mengobrol sambil menikmati makan yang mereka pesan. Mereka mengobrol tentang pekerjaan mereka dan juga tentang asmara mereka pastinya.


Yuli dan Mita ternyata sudah bertunangan dan bahkan Yuli sebentar lagi akan menikah.


"Kamu gimana? Udah jadian sama Ardian?."Tanya Yuli. Gaby pun menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?."Tanya Yuli. "Bukannya kemarin kamu bilang Ardian malam malam datang sambil bawa bunga."


"Iya. Tapi bukan berarti aku jadian sama diakan."Ucap Gaby. "Oh iya bagus nggak?."Sambung Gaby yang memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Bagus banget, pasti mahal deh."Ucap Mita.


"Jangan di lihat dari harganya! Tapi lihat dari ketulusannya."Ucap Gaby sambil tersenyum memandangi cincin itu.

__ADS_1


"Ah.... Dari Ardian yah?."Tebak Yuli dan Gaby pun langsung menggeleng.


"Ini cincin pertunangan aku sama Raw."Ucap Gaby yang membuat Yuli dan Mita kaget.


"Kamu dah tunangan? Dan siapa tadi nama tunangan kamu?."Tanya Mita.


"Raw."Jawab Gaby. "Kenapa?."


"Nggak papa sih. Kita cuman kaget aja."Jawab Mita.


"Kaget kenapa?."Tanya Gaby.


"Ya kaget lah, dari dulu kamu suka sama Ardian dan sekarang di saat Ardian suka sama kamu tapi kamu malah tunangan sama cowok lain."Ucap Yuli. "Aku jadi heran deh."


"Apa jangan jangan ini yang namanya karma."Ucap Mita.


"Maksudnya?."Tanya Yuli.


"Ya kan kamu tahu, dulu Gaby suka Ardian tapi Ardian nolak Gaby mentah mentah dan sekarang di saat Ardian suka sama Gaby, Gaby malah tunangan sama cowok lain."Jelas Mita. "Karma kan?."


"Benar juga ya, hahahha."Ucap Yuli. "Biar tahu rasa deh dia, lagian sok jual mahal sih. Eh tapi aku jadi penasaran deh tunangan kamu kaya gimana sih?."Sambung Yuli.


"Sebentar aku kasih lihat fotonya sama kalian."Ucap Gaby. "Eh tapi jangan naksir ya."


"Iya ih, tenang aja lagi. Emang seganteng apa sih dia sampe kamu takut kalau kita bakal naksir sama tunangan kamu."Ucap Yuli.


"Wah gila ganteng banget, kamu menu di mana sih yang kaya ginian?."Ucap Yuli.


"Kan aku dah bilang jangan naksir."Untuk Gaby.


"Gila banget sih, kok bisa gitu kamu berada di antara cowok cowok ganteng."Ucap Mita yang merebut handphone Gaby. "Iri banget deh aku sama kamu."


"Pantesan kamu khawatir kalau kita bakal naksir."Ucap Yuli.


"Eh ini foto siapa? Selingkuhan kamu ya?"Tanya Mita yang tak sengaja menggeser foto di handphone Gaby.


"Mana lihat."Ucap Yuli. "Ganteng juga tuh Gab, bukan main."Sambung Yuli.


"Apa sih coba sini."Ucap Gaby yang mengambil handphone nya dari Mita. "Oh, ini teman aku pas di Jerman."


"Hmmm, dia dekat banget ya sama kamu?."Tanya Yuli.


"Kok tahu?."


"Keliatan. Dan kalau nggak salah tebak pasti dia suka sama kamu."Ucap Yuli.

__ADS_1


"Enggak kok, dia cuma teman aja."Saut Gaby.


Mereka pun terus mengobrol. Dan setelah cukup lama mereka menghabiskan waktu di cafe, mereka pun pergi menemani Gaby ke beberapa tempat untuk mencari barang dan bahan untuk butiknya.


Karena Yuli dan Mita yang sudah lebih berpengalaman sebelumnya jadi mereka menunjukan di mana tempat yang memiliki bahan yang bagus dan berkualitas tinggi.


__


Setelah seharian penuh Gaby pergi di temani oleh Yuli dan Mita, Gaby pun kini memutuskan untuk pulang. Hari yang begitu melelahkan dan menyenangkan untuk Gaby.


Saat di jalan Gaby merasa haus dan Gaby pun lupa kalau dia tidak membawa air minum, akhirnya Gaby pun pergi ke supermarket terdekat untuk membeli minuman dan beberapa cemilan untuk di kamar.


Gaby memarkirkan mobilnya di depan supermarket setelah itu Gaby masuk ke dalam supermarket. Saat Gaby tengah memilih beberapa cemilan, ada seseorang yang memanggil namanya.


"Gaby."


Gaby pun menengok ke arah sumber suara untuk melihat siap yang memanggilnya.


"Kak Ilona."Ucap Gaby saat melihat kalau orang yang memanggil nya ternyata adalah Ilona.


Ilona pun berjalan mendekati Gaby, lalu Ilona melihat Gaby dari atas sampai bawah. Seketika itu Ilona langsung menatap benci pada Gaby.


"Apa kabar Kak?."Tanya Gaby. "Sudah lama ya kita tidak bertemu."Sambung Gaby sambil tersenyum pada Ilona.


"Sepertinya kamu hidup enak ya sekarang?."Ucap Ilona.


"Maksud Kak Ilona apa?."Tanya Gaby.


"Sudahlah Gaby, jangan pura pura polos di depan ku. Aku tahu kalau Kak Deon memanjangkan kamu dan memberikan apa pun yang kamu mau."Ucap Ilona. "Dan bukan hanya Kak Deon saja, tapi Kak Rangga juga."Sambung Ilona.


"Terus kenapa? Memangnya salah kalau mereka memberikan semuanya untuk ku?."Tanya Gaby.


"Tentu saja salah." Ucap Ilona. "Harusnya aku yang mendapat semuanya, tapi gara gara kamu bekerja sama dengan Kak Deon dan Dira yang menyebabkan Mamah meninggal aku kehilangan semuanya."


"Kenapa Kakak terus menyalahkan aku atas kematian Mamah, aku nggak tabu papa dan aku juga nggak mau kalau itu terjadi sama Mamah. Tapi Mamahnya saja yang tidak mau berhenti, maka itu akibat yang Mamah dapat."Ucap Gaby.


PPLLAK


Ilona menampar Gaby dengan sangat kencang hingga beberapa pengunjung yang lain mendengar suara tamparan Ilona.


"Jangan pernah mengelak Gaby, karena pada kenyataannya memang karena kamu. Kalau saja Mamah tidak meninggal aku nggak akan kesusahan begini. Memang dasar kamu pembawa sial."Ucap Ilona.


"CUKUP KAK CUKUP!."teriak Gaby.


"Cukup Kakak menyalakan aku atas kematian Mamah. Aku nggak tahu papa, lagi pula semua bisa terjadi karena Mamah dan Kakak terlalu tamak, kalian serakah, kalian egois. Kalian hanya memikirkan bagaimana caranya untuk mengambil alih semua harta Papah dari Kak Deon dan bagaimana caranya bisa mengendalikan Kak Deon. Itu yang membuat keadaan seperti sekarang ini."Ucap Gaby dengan air mata yang tidak bisa di bendung lagi.

__ADS_1


Ilona terdiam dan tidak bisa berbicara apa pun lagi, sedang Gaby langsung pergi meninggalkan Ilona.


__ADS_2