Dua Cinta Untuk Satu Hati

Dua Cinta Untuk Satu Hati
BAB 41.


__ADS_3

Karena sudah terlalu lelah, Gaby pun akhirnya tidur di dalam kamarnya. Sedangkan Rendra sedang bersama dengan Dira dan juga Deon di ruang tengah.


Pada saat mereka sedang mengobrol, Ardian datang bersama dengan Rio.


Saat Ardian dan Rio masuk lalu melihat Rendra, mereka sangat terkejut. Apalagi Rio, Rio langsung berjalan mendekat dan menatap wajah Rendra yang sudah sangat lama tidak di lihatnya.


"Ren, benarkah ini kamu?."tanya Rio.


"Menurut mu."ucap Rendra.


Ardian mendekat pada Dira lalu bertanya siapa orang yang mirip dengan Rendra.


Jujur saja Ardian pun berharap kalau orang itu memanglah Rendra.


Bagaimana pun Ardian sangat dekat dengan Ardian, Rendra sudah seperti Kakaknya sendiri. Ardian pun selalu berharap kalau suatu saat nanti Dira bisa menikah dengan Rendra.


"Kak, Siapa dia?."tanya Ardian dengan mata yang berkaca kaca.


"Tenanglah dirimu, dia adalah Raw."


"Raw?

__ADS_1


Kakak bercanda?."


"Tidak sama sekali."


"Duduklah biar aku jelaskan."ucap Rendra.


Ardian dan Rio pun duduk, setelah itu Rendra menceritakan semuanya pada mereka. Apa yang terjadi dan kenapa dia mengubah wajahnya menjadi seperti Kakaknya.


Ardian sangat terkejut saat mendengar apa yang di katakan oleh Rendra. Pantas saja kemarin kemarin Raw sangat sombong dan sedikit pun tidak ada rasa hormat pada dirinya ataupun Dira.


"Jadi mulai hari ini dan seterusnya panggil aku Rendra."


"Bagaimana dengan Gaby?."tanya Ardian.


"Baguslah kalau begitu."


"Aku benar benar terkejut tadi, aku pikir Kak Rendra hidup kembali. Bagaimana pun juga Kak Rendra adalah salah satu orang yang sangat berarti dalam hidup ku, bahkan dulu aku sangat ingin Kak Dira menikah dengan Kak Rendra, tapi ternyata semua itu tidak bisa terjadi, padahal Kak Rendra dan Kak Dira saling mencintai."ucap Ardian.


Setelah menyelesaikan ucapannya, Ardian merintih kesakitan karena kakinya di injak oleh Dira.


"Kakak kenapa sih?."tanya Ardian, lalu Dira pun memberi kode pada Ardian.

__ADS_1


Saat itu Ardian baru saja sadar kalau Deon ada di samping Dira. Saat melihat kearah Deon, wajah Deon terlihat kesal, apa lagi saat menatap Rendra. Pada saat itu Ardian merasa tidak enak pada Rendra, apa lagi ini bukan Rendra asli.


"Tapi itu dulu kan ya Kak, sekarang Kak Dira sudah menemukan cinta sejatinya yaitu Kak Deon."ucap Ardian.


"Sudahlah untuk apa membicarakan masa lalu, lebih baik kita pikirkan saja rencana selanjutnya."saut Dira.


"Apa kamu sudah punya rencana baru?."tanya Deon.


"Aku belum punya rencana apa pun, tapi sekarang aku tahu satu hal. Di bandingkan dengan Julio, orang yang bernama Jeriko itu harus lebih di waspadai."


"Jeriko?."ucap Ardian dan Rendra pun mengangguk."Tapi siapa Jeriko?."


"Aku belum tahu pasti tentang dia, tapi menurut prediksi ku, Jeriko adalah orang kepercayaan Julio. Dan dengan cepat Jeriko sudah curiga kalau aku sudah mengubah wajahku kembali."


"Itu artinya, Jeriko lebih pintar dari Julio." saut Deon.


"Bener, mungkin saja dia juga sangat licik."ucap Dira.


"Karena itu mungkin aku akan mencari tahu tentang Jeriko terlebih dahulu sebelum membuat rencana."


Mereka pun setuju dengan Rendra. Karena semuanya tidak bisa di lakukan dengan tergesa gesa yang mungkin nanti akan berakibat fatal dan mencelakai diri sendiri.

__ADS_1


Setelah pembicaraan itu Rendra pun langsung pamit untuk pergi karena ada yang harus dia lalu, tidak lupa Rendra pun menitipkan Gaby pada Deon dan Dira.


__ADS_2