
"Tapi yang ada di dalam sana bukan lah Rendra."teriak Dira.
Mereka pun saling melihat saat mendengarkan ucapan Dira.
Seseorang yang tak lain adalah tangan kanan Rendra berjalan menghampiri Dira sambil tersenyum. Tidak lupa dia pun memberi hormat pada Dira.
"Senang bisa bertemu dengan anda, Nona Dira."
"Kamu, Q ?"tanya Dira.
"Terimakasih karena anda masih ingat pada saya."
"Q, aku ingin masuk ke dalam, ada yang harus aku bicarakan dengan dia."
"Maaf Nona Dira, tapi saat ini Tuan Rendra sedang tidak bisa di ganggu,"jawab Q sambil tersenyum.
"Tapi Q, yang ada di dalam bukanlah Renda.
Kamu tahu itu kan, kamu kamu sendirilah yang mengubur Rendra pada saat itu."
"Anda tidak perlu khawatir karena saya tahu, saya pun tahu dengan jelas siapa yang ada di dalam.
__ADS_1
Tapi anda tidak satu hal Nona.
Kami memang hanya akan patuh pada Tuan Rendra, tapi jika Tuan Rendra telah tiada, maka pada saat itu Tuan kami adalah adik dari Tuan Rendra, Raw."Jelas Q.
"Apa, atas dasar apa bisa seperti itu?."Tanya Dira.
"Atas dasar perintah dari Tuan Rendra sendiri.
Sebenarnya sudah sangat lama kami pernah menemui Tuan muda Raw, dan kami memintanya untuk segera mengambil alih semua yang telah di tinggalkan oleh Tuan Rendra padanya, salah satunya kami semua.
Tapi sayang Tuan muda Raw tidak mau, dia merasa kalau dia belum pantas untuk semua itu. Meski begitu kami terus memantau dan mengawasi Tuan muda Raw.
Hingga akhirnya, kini dia sudah siap dan yakin kalau dia akan mengambil semua yang telah di tinggalkan Rendra untuk nya."Jelas Q.
"Nona, ada satu amanah dari Tuan Renda untuk di berikan pada anda saat setelah anda menikah."Ucap Q yang kemudian memberikan sebuah kotak pada Dira.
Dira menerima kotak itu, lalu membukanya.
Pada saat Dira membuka kotak itu, Dira melihat sebuah cincin yang begitu indah.
Setelah itu Dira pun membaca surat yang juga di berikan Q padanya.
__ADS_1
......"Dira, entah kapan kamu bisa membaca surat ini, entah aku masih ada atau mungkin tiada.......
...Dira, jika pada saat kamu membaca surat ini aku yakin pada saat itu, Raw sudah mengambil alih semua milikku....
...Mungkin kamu pun sudah menikah dengan seorang pria yang begitu hebat karena bisa menjaga kamu....
...Apa kamu ingat, dengan sebuah batu permata mereka yang pernah aku temukan dulu. waktu itu kamu sangat menyukainya, tapi aku tidak memberikannya padamu....
...Dan sekarang batu itu telah aku jadikan sebuah cincin berbentuk bunga mawar....
...Aku berharap kamu akan menyukainya, anggap saja ini adalah hadiah pernikahanmu dari ku."...
Setelah membaca surat itu, Dira terdiam lalu pergi begitu saja meninggalkan Deon yang masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Deon pun memutuskan untuk tetap tinggal di sana dan membiarkan Dira pergi seorang diri, Deon tahu saat ini Dira butuh waktu seorang diri.
"Tuan Deon, apa ada sesuatu yang ingin anda bicarakan dengan saya?."
"Tentu saja, itu pun jika anda punya banyak waktu untuk berbicara dengan saya."Ucap Deon.
"Anda tidak perlu khawatir, saya punya banyak waktu untuk berbicara dengan Anda, silahkan Tuan Deon."
__ADS_1
Deon pun berjalan menuju ruangan lainnya bersama dengan Q. Jujur saja awalnya Deon sama sekali tidak ingin tahu tentang Rendra, tapi semakin lama semuanya semakin rumit, bahkan kini meskipun Rendra sudah tiada, tapi sekarang seperti Rendra yang sesungguhnya sudah kembali setelah Raw berubah menjadi Rendra.
Dan Dira, Rasanya masih ada sesuatu yang belum tuntas antara Dira dan Rendra.