
“ nay, gue mau izin dulu kesekolah Queen nya” ucap Nara pada Naya sebab Naya merupakan tangan kanan maneger sekaligus pemilik restoran sebab restoran tempat mereka bekerja merupakan restoran paman dari Naya.
“ Queen kenapa?”
“ gue gak tau pasti, Ansel chat gue bilang Queen habis berantem karena perundungan”
“ ya udah lo cepat sana pergi, hati hati jangan nyebut bawa motornya”
“ ya udah, gue pamit nya”
“ ya”
Setelah mendapat izin Nara langsung berjalan ke pintu belakang untuk keluar dan agar lebih cepat mencapai parkiran tempatnya menyimpan motor miliknya. Nara tak lupa membuka kemeja bekerjanya menyisahkan baju oversave yang sudah ia ganti tadi di kamar mandi.
***
“ saya tak mau tau pokoknya anak ini harus di keluarkan dari sekolah ini” marah ayunda mommy dari lily sembari menunjuk nunjuk Queen yang duduk tak jauh darinya
“ tenang nyonya. Kita tunggu dulu wali dari nak Queen” ucap kepala sekolah menenangkan ayunda
“ bagaimana bisa tenang hah, lihat kepala putri saya sampai terluka seperti ini, jika terjadi apa apa pada putri kami, lihat saja kasus ini akan saya bawa ke jalur hukum” teriak anto daddy lily
“ kecil kecil udah berandaran. Pasti orangtuanya tak pernah mendidiknya dengan benar” tambah ayunda yang ingin memukul Queen untung saja guru yang berada di samping Queen sigap menjauhkan tangan ayunda
“ BERANINYA KAU INGIN MELUKAI PUTRIKU” marah Ansel yang baru saja masuk dengan suara baritonnya
“ tuan Ansel” panggil anto tak mengerti mengapa sang pengusaha muda yang terkenal itu bisa tiba tiba hadir di ruang kepala sekolah itu
“ selamat siang tuan, silahkan duduk” ucap kepala sekolah berdiri sembari menunjuk kursi yang berada di samping Queen
“ tuan wilston, saya dengar anda akan membawa masalah ini kerana hukum. Silahkan saya selaku daddy dari Queen tak masalah, kita lihat siapa yang akan menang.” Ucap Ansel dengan tenang tapi dengan sorot mata yang tajam
“ saya juga mendengar nyonya wilston mengatakan saya tak pernah mendidik anak saya, tenang saja saya lebih mampu mendidik anak saya ketimbang anda yang menjadi ibu rumah tanggga” tambah Ansel pedas
“ apa maksud anda tuan. Jelas jelas anak anda yang nakal hingga melukai anak kami” ucap ayunda yang tak terima, ia tau siapa Ansel dan seberapa berkuasanya Ansel tapi ia tak mau kalah
__ADS_1
“ mom..” panggil anto menyikut ayunda
“ apa dad, mommy gak terima diginiin. Lihat lily sampai terluka” ucap ayunda sembari menunjuk lily yang duduk di tengah tengah mereka dengan kepala yang di beri handiplas
“ apa anda berpikir saya terima saat anak anda membully anak saya dan juga melukai anak saya?” tekan Ansel
“ mana mungkin putri kami melakukan itu tuan” bantah anto dan ayunda
“ put...”
“ permisi” ucapan Ansel terputus karena kedatangan Nara yang sedikit terlambat
“ mama” panggil Nara senang sebab sang mama hadir ia bergegas turun dari kursinya lalu berjalan pincang memeluk pinggang sang mama
“ sayang, are you okay?” tanya Nara menjajarkan tinggi badannya dengan Queen
“ kaki Queen sakit mama” adu Queen pada Nara sembari menunjuk lututnya yang sudah di obati
“ astaga sayang. Siapa yang lakuin ini bilang sama mama” ucap Nara berapi api ia lupa sedang berdiri di pintu ruang kepala sekolah dan saat ini sedang menjadi pusat perhatian manusia manusia yang ada di dalam
“ dia yang membuat lutut Queen berdarah mama” adu Queen sembari menunjuk lily yang tanpak menatapnya dengan sang mama
“ apa benar kamu melukai Queen adik?” tanya Nara dengan sopan karena lily masih anak kecil tidak mungkin langsung ia bentak karena ia juga belum mengetahui kronologinya seperti apa
“ apa maksudmu, jelas jelas putri berandalanmu yang melukai putri kami mengapa sekarang malah memutar balikkan fakta” marah ayunda
“ hey nyonya. Apa maksudmu mengatai putriku berandalan ha.., apa anda berada di tempat kejadian, apa anda melihat apa yang terjadi. Anda nyolot mengatakan putriku yang melukai putri kalian, apa anda sudah bertanya pada putri kalian apa yang sebenarnya terjadi hingga ia terluka” marah Nara menatap tajam keluarga wilston itu
“ sekali lagi kakak tanya apa kamu yang melukai Queen?” tanya Nara setelah menatap kedua orangtua lily yang tanpak menunduk
“ ia” cicit lily dengan suara kecil
“ Queen, apa mama boleh bertanya” ucap Nara setelah mendengar jawaban lily
“ bisa mama” jawab Queen dengan menganggukkan kepalanya
__ADS_1
“ apa yang terjadi sebelumnya hingga kalian bertengkar sampai terluka seperti ini?” tanya Nara pada Queen yang berada di pangkuannya
“ lily dulu yang ganggu Queen ma, lily datang tiba tiba langsung dorong Queen sampai lutut Queen berdarah. Lily juga ngejek Queen bilang nggak punya mama, Queen yang nggak terima jelas marah, Queen bilanglah Queen punya mama yang cantik nggak kayak mama lily yang kayak nenek lampir. Lily langsung marah dan mukul Queen dengan brutal, Queen pun ikutlah mukul lily, sampai Queen gak sengaja mendorong lily sampai jatuh dan terluka” jelas Queen benar benar jujur
“ hemm, disini kalian sama sama memiliki kesalahan baik lily maupun Queen. Queen gak ada ganggu lily bukan, mengapa mendorong Queen. Jika kakak mendorong lily apakah lily gak marah dan merasa sakit? Dan kalau kakak mengejek lily tak punya mama, terima nggak?” tanya Nara pada lily
“ marah kak. Nggak terima, karna aku punya mama” jawab lily pelan
“ jika lily tau itu tindakan yang tidak baik lain kali jangan mengulangi nya lagi nya” ucap Nara dengan lembut
“ ia kak” jawab lily
“ Queen juga salah karna mengejek dan mengatai orang yang lebih tua dengan panggilan yang tak pantas, itu bukanlah tindakan yang terpuji. Jika ada yang melukai Queen, Queen harusnya langsung melaporkan pada guru bukan malah bertengkar seerti tadi. Apa putri mama paham” tanya Nara
“ paham mama” jawab Queen dengan menunduk merasa bersalah
“ sekarang kalian saling minta maaf dan berpelukan. Kalian juga harus berjanji tidak mengulangi nya lagi” perintah Nara dengan tegas
“ Queen maafnya, tadi aku mendorongmu dan mengejekmu” ujar lily menjabat tangan Queen meminta maaf
“ ia lain kali jangan gitu laginya. Lily, aku pun minta maaf karna sudah mengatai mommymu yang tidak tidaknya, aku juga sudah mndorongmu hingga kepalamu terluka” ucap Queen yang juga meminta maaf
“ ya” jawab lily lalu mereka berpelukan
“ tuan, nyonya kami juga ingin meminta maaf karna sudah menuduh dan membentak putri kalian bahkan sebelum meminta keterangan dari mereka” sesal anto pada Nara dan Ansel
“ ehemm” dehem Ansel sebagai jawaban
“ lain kali bertanyalah terlebih dahulu, saya juga ingin meminta maaf atas perkataan putri saya kepada nyonya, saya harap nyonya tidak langsung membawa perkataan putri kami kedalam hati.
“ ia, saya juga minta maaf karna tak mau mendengar kronologi kejadiannya dan langsung menyimpulkannya. Saya akan belajar menjadi ibu yang lebih baik lagi pada putri kami” ucap ayunda meminta maaf
“ tak masalah. Itu bagus bila anda ingin berubah” jawab Nara
Setelah permasalahannya selesai mereka pun pamit undur diri dari ruang kepala sekolah, keluarga wilston yang terlebih dahulu keluar dan mereka langsung pulang, sedangkan Nara, Ansel, maupun Queen berbincang sebentar diruang kepala sekolah membicarakan perkembangan Queen dalam belajar, setelahnya mereka keluar ingin pulang sebab lily maupun Queen di persilahkan untuk beristirahan dirumah hari ini”
__ADS_1