DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 30


__ADS_3

Sesampainya mereka di butik milik tante Ansel mereka pun langsung masuk ke dalam dengan bergandengan tangan dan tanpak tante Maya sudah menunggu ke hadiran mereka.


“ ohh keponakan kesayangan tante sudah datang, apa kabar boy?” tanya tante Maya antusias sembari cipika cipiki dengan Ansel


“ baik tan. Kenalin calon istri aku pasti mama sudah cerita banyak tentangnya ke tante” ucap Ansel mengenalkan Nara


“ halo tan, aku Nara” ucap Nara memperkenalkan dirinya canggung


“ aduh aduh, keponakan tante ini memang sangat pintar memilih pasangan. Halo juga sayang, kenalin aku ini tante dari Ansel ini kamu bisa memanggilku sama dengan calon suamimu ini, manggilnya tante Maya” ucap Maya sembari memeluk Nara dan cipika cipiki dengan Nara


“ aduh manis bangat sih, ayu gitu dia yah an” ucap Maya sembari mencolek dagu Nara. Nara hanya tersenyum saja, ia senang di sambut hangat oleh keluarga Ansel.


“ ia dong tan, kan pilihanku” ucap Ansel bangga


“ kamu ini nggak bisa di puji sedikit langsung naik tuh kuping” ucap Maya kesal lalu menarik tangan Nara membawanya memasuki butik itu


“ ayok sayang kita tinggalin calon paksu mu itu, kita lihat lihat gaun untukmu saja. Dan kamu Ansel silahkan pilih sendiri sana” ucap Maya membawa kabur Nara


“ sepetinya mulai sekarang gue akan di anak tirikan oleh mama dan tante Maya” lirih Ansel menjalan gontai menuju tempat para jas di susun rapi


“ coba lihat sayang, kamu ada yang cocok gak” ucap Maya pada Nara


“ wah.., bagus bagus bangat tan. Melihat semuanya aku jadi bingung untuk memilih yang mana, semuanya cantik” ucap Nara jujur yang mana membuat Maya terkekeh


“ makasih pujiannya cantik. Kita keatas aja yuk, mana tau yang di atas ada yang langsung bikin terpesona” ucap Maya membawa lagi Nara ke lantai atas di mana tempat para gaun gaun limitin edision.

__ADS_1


Sesampainya di lantai atas Nara di buat mengaga lebar sembari menatap takjub gaun gaun yang tergantung di sana.


“ wahh..” hanya satu kata itulah yang dapat keluar dari mulut Nara


“ astaga sayang santai saja, jangan lebar lebar buka mulutnya untung saja Ansel tak ada disini. Anak gadis nggak boleh buka mulut lebar lebar harus ayu kayak parasnya” ucap Maya sembari menutup mulut Nara


“ hehe, ini benar benar di luar nalar tan. Bagus bangat, apa semua ini tante yang buat” tanya Nara sembari berjalan ke rak rak yang tersusun dengan rapi gaun gaun indah


“ emm ini semua rancangan tante kalau semua ini benar benar hasil tangan tante. Tante senang bangat kalau ada orang yang muji hasil kerja tante, rasanya kayak gimana gitu” ucap Maya tersenyum sembari menatap Nara yang tampak antusias pada gaun gaunnya


“ ini bagus bangat tan, aku coba yang ini boleh?” tanya Nara sembari memegang salah satu gaun terbaik disitu


“ pilihan yang sangat bagus. Ini baru saja tante selesai satu hari yang lalu. Tentu saja boleh, cobalah di ruang ganti” ucap Maya lalu memanggil dua karyawannya untuk membantu Nara menggunakan gaun indah itu


Gaun yang di pilih Nara berwarna putih tulang, tanpa lengan yang mana membuat bahu mulus Nara terekspor hingga setengah punggungnya dan belahan di salah satu sisi gaunnya hingga sebatas setengah pahanya yang mana bila Nara berjalan maka kaki jenjangnya akan terlihat.


“ makasih tan, gaunnya benar benar indah” ucap Nara tersipu malu


“ kamu berdiri disitu, baru tante foto untuk tunjukkan ke mama mertuamu. Kak Anita pasti iri sama tante karena tantelah yang pertama melihatmu menggunakan gaun ini” ucap Maya antusias lalu memotret Nara dengan berbagai gaya


“ udah, sekarang kita kebawah untuk tunjukin ke Ansel. Pasti dia terpesona sampai lupa daratan” ucap Maya yang ingin membawa Nara tapi terhenti sebab Nara yang menahannya


“ nggak ditunjukin ke mas Ansel gak papa gak tan. Aku ingin mas Ansel melihatku pertama kali menggunakan gaun ini saat hari pernikahaan kami agar itu menjadi kejutan untuk mas Ansel” pinta Nara


“ ohh, boleh boleh. Hihi si beruang kutup itu pasti akan sangat penasaran” ucap Maya terkikik

__ADS_1


“ ya sudah kamu ganti baju sana sayang. Berat badannya di jaga jangan sampai naik atau turun, agar gaunnya pas seperti ini pada hari ha.” Ucap Maya


“ baik tan” jawab Nara lalu ia kembali masuk keruang ganti dan mengganti bajunya yang tentunya kembali di bantu oleh kedua karyawan Maya tadi.


Setelah selesai berganti pakaian Nara dan tante Maya pun turun ke bawah, lalu mereka mencari Ansel di tempat di mana pakaian pria. Sesampainya di sana Nara di buat tertekun dan terpesona akan penampilan Ansel yang saat ini sedang memakai jas berwarna putih tulang walaupun sudah beberapa kali melihat Ansel menggunakan jas tapi kali ini ketampanan Ansel lebih bersinar dari hari hari biasanya.


“ kedip sayang, tenang dia itu milikmu, nanti lagi dilihatinnya setelah sah” bisik tante Maya tersenyum jahil


“emm” balas Nara menundukkan kepalanya menyembuyikan wajah malunya yang kedapatan terpesona akan aura Ansel


“ haha” tawa kecil Maya


“ ehh sudah siap mencoba gaunnya, kok nggak di kasih tunjuk ke aku” tanya Ansel berjalan mendekat kearah Maya dan Nara


“ udah, rahasia dong. Di hari pernikahaan kita kan kamu bisa lihat nanti” jawab Nara


“ yah nggak adil dong, kamu lihat aku pakai pakaian yang akan aku gunakan nanti saat resepsi pernikahaan kita, aku nggak lihat kamu pakai gaunnya” ucap Ansel merajuk


“ ihh kamu ini an, merajuk lagi. Nanti setelah resepsi bisa kamu lihatin Nara dengan puas saat menggunakan gaun pengantinnya” ucap Maya tertawa sembari memukul lengan Ansel


“ udah karena kalian sudah dapat pakaiannya, sekarang kalian ikut tante untuk kita foto prewed” ucap Maya dan Ansel pun terlebih dahulu berganti baju lalu mereka berjalan ke studio Maya.


Sesampainya diruang foto, Ansel dan Nara terlebih dahulu di tanya onfit onfit yang akan mereka kenakan. Ansel dan Nara pun memilih mengenakan gaun dan jas pengantin, pakian kasual yang trend, dan yang terakhir pakaian yang menunjukkan pekerjaan mereka. Foto foto yang di ambil oleh fotografer semua sempurna tidak ada satu foto pun yang mengecewakan dan pada saat sesi foto yang terakhir Ansel dan Nara menggunakan pakaian yang menunjang pekerjaan mereka.


Ansel yang menggunakan kemeja mahal dan jasnya yang di buat di lengan tangan nya dan kaca mata yang menunjang penampilannya ia duduk sedikit berdiri di pinggiran meja dan Nara dengan kemeja yang ditutupi oleh celemek barista dengan rambutnya yang di cepol sedikit berantakan dan tangan yang memegang napan yang berisi segelas kopi. Penampilan Nara menunjukkan seorang barista yang cantik dan manis. Nara berdiri di sebelah Nara sedikit menghadap Ansel sembari tersenyum malu dan Ansel yang dengan gaya coolnya.

__ADS_1


“ wauuu.., sempurna. Foto yang manis dan lucu” komen Maya bertepuk tangan di ikuti para fotografer mereka juga setuju akan komenan tante Maya.


__ADS_2