
“ tadi pagi cucu saya bercerita tentangmu dan kami penasaran akan sosokmu nak Nara, ternyata sekarang kami bisa bertatap muka langsung membuat rasa penasaran kami terbayarkan karena sudah bertemu denganmu” ucap papa Juno sembari melihat Nara yang dengan telaten menyuapi Queen yang lahap seakan melupakaan mereka juga baru saja makan menu yang sama dengan yang ada di meja Nara dan Naya
“ dan sekarang tante mengerti alasan mengapa Queen sangat semangat saat membahas tentangmu” sambung mama Anita
“ ohh, semalam saya memang bertemu dengan Queen dan daddy nya, kita juga sempat makan bersama” ucap Nara jujur
“ asal kau tau nak Nara, Queen juga meminta agar kau dan daddy nya menikah” sambung mama Anita tersenyum
“ ehh” bingung Nara ia tak berpikir ucapan gadis 6 tahun itu sungguh sungguh
“ ia, bagaimana menurutmu nak Naya? Apakah kau setuju bila sahabatmu ini menjadi istri dan ibu untuk anak dan cucu kami?” tanya mama Anita menatap Naya yang tanpak tidak mengerti
“ gimana ya tan. Saya belum tau anak tante dan om seperti apa, karena memang Nara belum ada bercerita. Saya sebagai sahabat sekaligus saudara dari Nara harus terlebih dahulu mengetahui sosok yang akan menjadi suami sahabat saya. Karena menikah itu adalah hal yang akan berjalan seumur hidup, dan saya menginginkan sahabat saya mendapatkan pasangan yang baik dan selalu ada untuk sahabat saya selalu. Dan sebelumnya maaf bila lancang apa ibu dari gadis kecil ini masih ada?” ucap Naya panjang lebar sekaligus bertanya
“ kami tau mungkin anak saya dan sahabat kamu baru saja berkenalan. Tapi bisa saya pastikan anak saya merupakan pria yang baik dan setia. Mommy Queen masih lah ada, tapi ia sudah bercerai dari anak saya sebab ia ketahuan berselingkuh.” Jawab papa Juno ia kagum pada sahabat sang calon menantu yang sangat dewasa dan tanpak persahabat mereka yang tulus dan benar benar kuat.
“ ohh, maaf om saya tak tau” sesal Naya
“ jadi bagaimana?” tanya mama Anita lagi
“ kalau pria itu bener bener pria yang seperti tante dan om bilang. Naya hanya bisa menerima keputusan sahabat saya sebab dialah yang akan menjalani rumah tangganya kedepannya. Naya setuju bila itu membuat Nara bahagia” ucap Naya tersenyum sembari menatap Nara yang juga tanpa menatap haru dirinya
“ gimana ara udah di lamar langsung nih sama calon mertua?” goda Naya
“ lo apaan sih?” ucap Nara malu malu, wajahnya bahkan sudah memerah bak tomat matang
“ haha muka lo astaga merah bangat ara” ucap Naya tertawa diikuti yang lain. Tanpak Queen juga ikut tertawa sebab merasa lucu akan wajah sang mama yang tanpak sangat merah
“ mama malu ya” goda Queen yang juga ikut ikutan
“ nggak kok. Itu kakak Naya aja yang ngawur” bantah Nara
“ jujur aja ara susah bangat” ucap Naya
“ ngeselin bangat sih lo” ucap Nara ngambek
“ hai cantik, namanya siapa?” tanya Naya sembari menatap Queen
“ hai tante, nama aku Queen putra wijaya tante bisa memanggilku Queen” ucap Queen sembari tersenyum lebar
__ADS_1
“ what tante” ucap Naya shok saat dipanggil tante oleh Queen
“ hahaha” tawa Nara pecah ia senang sebab Queen tidak hanya memanggilnya tante saat bertemu pertama kali
“ santai aja aya, nggak usah shok gitu udah cocok kok di panggil tante” ucap Nara yang masih cikikikan
“ diam deh ara, suara ketawa lo. Nyebelin” ucap Naya menatap malas Nara yang masih tertawa
“ cantik panggil kakak aja ya. Kakak Naya gitu” pinta Naya pada Queen
“ enggak deh, soalnya Queen lebih suka panggil tante” ucap Queen
“ ohh astaga, terserah padamu lah nona” ucap pasrah Naya
“ gemesin bangat sih, Queen umurnya berapa?” tanya Naya menahan gemas untuk tidak mencubit pipi gembul Queen
“ sekarang umur Queen 6 tahun tapi minggu depan Queen ulang tahun yang ke 7. Mama sama tante datangnya, Queen bakal tungguin” ucap Queen sembari mengundang kedua wAnita remaja di depannya agar hadir di acara bahagiannya
“ wah putri mama, udah mau 7 tahun. Nanti mama sama tante Naya bakal usahain buat datang ke acara ulangtahun Queen. Queen mau hadiah apa dari mama sama tante?” tanya Nara
“ apa aja, Queen nggak maksa. Mama sama tante Naya sudah hadir aja udah buat Queen bahagia” ucap Queen
“ sudah tante, Queen sudah kelas 1” jawab Queen
“ wih udah anak gadis ternyata. Tau gak kepanjangan SD itu apa?” tanya Naya
“ emm, hehe Queen lupa” jawab Queen cenggegesan
“ sekolah dasar” lirih mama Anita memberitahu Queen
“ sekolah dasar tante” jawab Queen memberitahui Naya
“ salah” ucap Naya
“ salah apaan, orang bener SD itu sekolah dasar. Emang apaan?” tanya Nara ia juga mengetahui kepanjangan dari SD itu sekolah dasar
“ SD itu kepanjangannya sekolah dewasa” beritahu Naya dengan tersenyum lebar
“ astaga, gini bangat punya sahabat” keluh Nara mengusap wajahnya frustasi melihat Naya yang sudah cekikikan
__ADS_1
“ nggak usah dengerin ajaran sesat tante Naya sayang. Tante itu memang sudah sesat tak terselamatkan” ucap Nara pada Queen. Sedangkan papa Juno dan mama Anita hanya tertawa melihat interaksi 3 gadis di depan mereka, mereka kompak seperti sudah berkenal lama
“ enak aja lo” ucap Naya tak terima
“ haha, tante Naya cemberut” goda Queen
“ enggak lo” bantah Naya sembari melebarkan senyumannya
“ ihh senyum nya lebar bangat, jangan lebar lebar senyumnya tante, silau” gurau Queen sembari bergaya menyipitkan mata dengan sedikit menutupnya menggunakan tangan seolah olah ia memang merasa silau
“ haha jelek juga” tambah Nara, mereka berdua tertawa lepas sedangkan mama Anita dan papa Juno hanya bisa tertawa kecil sembari menunduk sebab tak enak pada Naya
“ haha, astaga. Sakit perut gue”
“ hahaha, tan hahaha, pegal pipi Queen, ufff, haha” Queen tidak bisa menghentikan tawanya, ia merasa sangat bahagia dan bisa tertawa lepas bila dekat dengan Nara dan sekarang dengan Naya juga
“ kalian ihh ngebelin, ngambek nih” ucap Naya yang sudah cemberut. Ia sama sekali tidak memasukkan kedalam hati candaan Queen maupun Nara ia bahkan merasa bahagia bisa menatap tawa lepas Nara dan Queen yang benar benar mekar sempurna.
“ sorry sorry” ucap Nara meredakan tawanya
“ sorry tante Naya” ucap Queen juga yang sudah mulai bisa mengontrol tawanya
“ sorry sayang” ucap mama Anita dan diangguki papa Anita
“ uff, its okay” ucap Naya
Mendengar ucapan Naya, Nara dan Queen bertatap muka lalu tiba tiba tawa mereka lepas entah apa penyebabnya mereka merasa geli sendiri. Mendengar tawa Nara dan Queen membuat mama Anita dan papa Juno ikut tertawa teringkal pingkal, Naya yang mendengar tawa yang sangat menggelitk dari 4 manusia di dekatnya malah ikut tertular juga.
Hahahahahah
“ astaga perut gue kram, ohh stop” ucap Naya
“ haha.., aduuuh capek” keluh Nara
“ aduuh aduuh mama mau pipis” ucap mama Anita yang tak bisa berhenti tertawa
“ uff, pegal pipi papa” keluh papa Juno juga yang memegang tulang pipinya
“ aduuh” keluh Nara sembari mengusap airmatanya yang menetes
__ADS_1